https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan
Kamis 02 Agustus 2018, 23:46 WIB
Laporan Dari Singapura
Menlu: ASEAN-China Sudah Punya Teks
Negosiasi Laut China Selatan
Indra Komara - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
0 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
Menlu: ASEAN-China Sudah Punya Teks Negosiasi Laut China Selatan Foto:
Menlu RI Retno dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi. (dok: Kemenlu RI)
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
<https://news.detik.com/berita/d-4147420/menlu-asean-china-sudah-punya-teks-negosiasi-laut-china-selatan#>
*Singapura* - Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan ASEAN
dan China sudah memiliki naskah tunggal negosiasi untuk Laut Cina
Selatan (LCS)
<https://www.detik.com/search/searchall?query=laut%20china%20selatan&sortby=time&page=4>.
Draft negosiasi ini dinilai penting untuk melobi China guna meredam
ketegangan di LCS.
"Dari ASEAN, Indonesia menyampaikan dua hal yakni South China Sea,
teman-teman tahu bahwa kita sudah memiliki satu draft single negosiasi.
Draft ini merupakan proses yang cukup panjang sebagaimana saya ingin
cerita, ini disiapkan pak Dirjen (Dirjen ASEAN) bagaimana kronologi kita
punya negotiating text," kata Retno di Hotel Mandarin Oriental,
Singapura, Kamis (2/8/2018).
Retno berharap adanya naskah tunggal negosiasi ini bisa memudahkan
proses negosiasi dan mempercepat hasil negosiasi dengan Cina. Indonesia
dalam hal ini menyambut baik adanya naskah negosiasi tersebut.
*Baca juga: *ASEAN-Australia Serukan Stabilitas di Laut China Selatan
<https://news.detik.com/read/2018/03/19/092017/3923673/10/asean-australia-serukan-stabilitas-di-laut-china-selatan>
Retno menuturkan, perkembangan positif terkait Laut China Selatan ini
harus dijaga. Dia juga tak ingin ada pihak-pihak yang memperkeruh
suasana di tengah iklim positif ASEAN dan Cina terkaitLCS
<https://www.detik.com/search/searchall?query=laut%20china%20selatan&sortby=time&page=4>.
"Harapan kita dengan adanya teks negosiasi akan memudahkan kita untuk
negosiasi dan mempercepat hasil negosiasi ini. Indonesia juga
menyampaikan ada perkembangan posisitif dan untuk negoasaisi, kita harus
menjaga momentum positif. Caranya, positif development di meja
perundingan harus sama dengan di lapangan, dan kita minta pada semua
pihak untuk melakasanakan self retreat, tak melakukan yang memperkeruh
situasi," jelasnya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Retno mengikuti pertemuan Menlu ASEAN
dengan Menlu China di Singapura Expo. Retno kemudian menjelaskan jalan
panjang sampai akhirnya ASEAN dan China memiliki naskah tunggal
negosiasi soal Laut China Selatan.
*Baca juga: *China Anggap Australia Ganggu Stabilitas Laut China Selatan
<https://news.detik.com/read/2017/12/16/145850/3772709/1513/china-anggap-australia-ganggu-stabilitas-laut-china-selatan>
"Teman-teman ingat waktu di Bali pada Februari 2017 kita menyepakati,
ASEAN-Tiongkok menyepakati plenary untuk framework code of conduct
(CoC). Ini dibawa pada saat pertemuan di Kamboja pada bulan Maret
kemudian dari Maret dibawa ke Guiyang pada bulan Mei 2017, Mei 2017 itu
akhirnya SOM sepakat mengenai CoC frameworknya. framework ini di-endorse
ASEAN-Tiongkok Agustus 2017," jelasnya.
"Pada saat join working grup akhir 2017 ASEAN dan Tiongkok menegosiasi
beberapa elemen ditambahakan dan Februari 2018 di Vietnam dilakukan
pembahasan memasukkan negara ASEAN dan Juni kemarin di Changsa dilakukan
kompilasi yang menghasilakn satu teks negosiasi untuk CoC," sambung Retno.
*Baca juga: *Duterte: Filipina Tak Akan Mampu Berperang dengan China
<https://news.detik.com/read/2018/05/24/171824/4036840/1148/duterte-filipina-tak-akan-mampu-berperang-dengan-china>
Retno melanjutkan, selain membahas soal Laut China Selatan, ASEAN
termasuk Indonesia berbicara pentingnya multilateralisme untuk melawan
proteksionisme.
Selain dengan Cina, ASEAN juga melakukan pertemuan dengan Menlu Rusia
membahas tiga prioritas yakni counter terorisme, cyber security, dan
resestmen management. Dalam hal ini, kata Retno, Indonesia akan
menggantikan Laos sebagai kordinator kemitraan ASEAN-Rusia.
"Dengan Rusia, Indonesia akan menjadi next koordinator untuk tiga tahun
ke depan saat ini dipegang oleh Laos. Jadi kita menggantikan Laos dan
tadi pada saat saya menyampaikan intervensi, saya menyampaiakan tiga
prioritas yaitu satu mengenai counter terorism, dua cyber security,
ketiga resestmen management, dan prioritas Indonesia disambut baik
Rusia," kata Retno.
*(idn/ams)
*