https://nasional.tempo.co/read/1112919/cerita-susi-pudjiastuti-soal-dermaga-yang-mangkrak-di-era-sby?
PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_4
Cerita Susi Pudjiastuti Soal Dermaga yang
Mangkrak di Era SBY
Reporter:
Pribadi Wicaksono (Kontributor)
Editor:
Juli Hantoro
Kamis, 2 Agustus 2018 02:44 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjoget bersama dalam
acara kampanye Pandu Laut Nusantara saat car free day di Bundaran HI,
Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Acara tersebut turut dihadiri beberapa
musikus, di antaranya Kaka Slank, Ridho Slank, dan Marcel Siahaan.
TEMPO/M. Taufan Rengganis.
<https://statik.tempo.co/data/2018/07/15/id_719100/719100_720.jpg>
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjoget bersama dalam
acara kampanye Pandu Laut Nusantara saat car free day di Bundaran HI,
Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Acara tersebut turut dihadiri beberapa
musikus, di antaranya Kaka Slank, Ridho Slank, dan Marcel Siahaan.
TEMPO/M. Taufan Rengganis.
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
<https://bisnis.tempo.co/read/1112780/susi-pudjiastuti-proyek-pelabuhan-tanjung-adikarto-harus-tuntas>
memiliki kisah menarik sebelum ia ditunjuk menjadi menteri oleh Presiden
Joko Widodo.
Baca juga: *Saat Susi Pudjiastuti Keseleo Lidah Ucap Sultan HB X
Gubernur DKI
<https://nasional.tempo.co/read/1112698/saat-susi-pudjiastuti-keseleo-lidah-ucap-sultan-hb-x-gubernur-dki>*
"Di Pangandaran, ada sebuah dermaga kecil yang dulu sudah sempat
mengalami peletakan batu pertama saat jaman (Presiden) Bu Mega (Megawati
Soekarno Putri)," ujar Susi saat menghadiri Rapat Kerja Pengendalian
bersama Pemerintah DIY di Yogyakarta Rabu 1 Agustus 2018.
Namun sebelum dermaga itu rampung, terjadi pergantian presiden dari
Megawati ke era Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Kelanjutan
pembangunan dermaga yang amat dinantikan masyarakat itu ternyata tak
kunjung berlanjut hingga 10 tahun SBY berkuasa.
"Kami tunggu peletakan batu kedua dan ketiga di dermaga itu, tapi tak
juga terjadi, sampai pak SBY selesai," ujar Susi.
Susi menuturkan betapa saat itu untuk memperjuangkan agar proyek dermaga
itu disetujui dengan bantuan pusat sampai proses peletakan batu pertama
bisa dilakukan, para elemen masyarakat Pangandaran pontang panting
mengupayakannya. Susi menghitung, biaya yang dikeluarkan untuk bolak
balik ke Jakarta demi memperjuangkan dermaga kecil itu agar bisa dibantu
pusat saja kurang lebihnya Rp 1 miliar. Toh malah pembangunannya mandeg
setelah ganti presiden.
Saking kesalnya karena proses pembangunan yang mandeg atas dermaga itu,
warga Pangandaran sampai menjuluki batu pertama calon dermaga di
Pengandaran itu sebagai batu termahal di dunia. Sebab untuk
mendapatkannya sampai harus keluar biaya mengurus bolak balik Jakarta
sepuluh kali lebih yang ongkosnya ditaksir Rp 1 miliaran.
Usut punya usut, Susi mendapat informasi dari masyarakat kenapa
pembangunan dermaga itu dianggurkan semasa SBY memimpin.
"Katanya Pangandaran itu daerah merah, katanya wilayah basisnya PDI
Perjuangan," ujarnya.
Megawati sendiri merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan. Sedangkan SBY yang
menjadi presiden saat itu merupakan Ketua Umum Partai Demokrat, rival
Megawati.
"Jadi pas Bu Mega lengser, Pak SBY nggak mau melanjutkan pembangunan,
yang dibangun daerah biru (warna Partai Demokrat)," ujarnya.
Baca juga: Soal Cawapres Jokowi, Susi Pudjiastuti Malah Sebut Sultan
HB X
<https://pilpres.tempo.co/read/1112723/soal-cawapres-jokowi-susi-pudjiastuti-malah-sebut-sultan-hb-x>
Susi pun mencontohkan saat itu justru Pacitan, tempat asal SBY, lebih
dulu punya pelabuhan. Pangandaran yang sejak awal mengajukan malah belum
direalisasikan kelanjutannya.
Baru setelah era SBY berakhir dan digantikan Presiden Joko Widodo, ujar
Susi, pembangunan dermaga di Pangandaran pun berlanjut. Kelanjutan
pembangunan itu pun menurut Susi setelah pihaknya melakukan lobi alot ke
bawah atau pemerintah daerah setempat.
"Saya katakan (ke Pemda), bahwa Pangandaran itu yang ikut menangkan Pak
Jokowi dalam pilpres 2014, baru disetujui dilanjutkan, akhirnya dibangun
meski nyumbangnya sedikit-sedikit terus," ujarnya.
Susi Pudjiastuti
<https://nasional.tempo.co/read/1112888/susi-pudjiastuti-sultan-hb-x-tempat-saya-mengeluh>menuturkan
dari kasus dermaga di Pangandaran itu, ia mendorong pemerintah daerah
lebih bernyali ketika hendak menjaga rencana pembangunan khususnya yang
mengikutsertakan peran pemerintah pusat.
"Kita mungkin harus sedikit memaksa agar pembangunan itu integrated,"
ujarnya.