Kemenko PMK: Pemanfaatan dana desa harus berkualitas
Jumat, 3 Agustus 2018 02:12 WIB
Kemenko PMK: Pemanfaatan dana desa harus berkualitas
Arsip: Warga negara Australia bersama masyarakat Bali memungut sampah
plastik yang berserakan di Pantai Biaung, Denpasar, Bali, Sabtu
(2/6/2018). Aksi bersih-bersih sampah pantai yang diprakarsai Konsulat
Jenderal Australia tersebut melibatkan warga, anak sekolah, warga negara
Australia dan komunitas peduli lingkungan untuk mempromosikan penerapan
pariwisata ramah lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
(ANTARA /Nyoman Budhiana) (antara)
Jakarta (ANTARA News) - Pemanfaatan dana desa harus berkualitas dilihat
dari sisi perencanaan hingga dinikmati semua penduduk desa, kata
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sonny Harmadi.
"Dana desa harus dimanfaatkan dengan baik dan berkualitas, dimulai dari
alokasi yang berkeadilan, musyawarah desa yang baik, perencanaan,
penggunaan, dan pelaporan yang baik," kata kata Sonny dalam keterangan
pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Sonny menjelaskan tentang pemahaman program padat karya tunai di desa
sesuai instruksi Presiden Jokowi dan arahan Menko PMK Puan Maharani
sebagai bentuk perkuatan implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Desa. Setiap desa diminta untuk memanfaatkan sumber daya lokal
semaksimal mungkin.
Dia melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung perkembangan
pembangunan Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Pada desa tersebut kegiatan desa utamanya bersumber dari dana desa.
Menteri Sonny menyampaikan bahwa seluruh aparatur dan pemangku
kepentingan desa harus memperhatikan kualitas penggunaan dana desa yang
dimulai dari musyawarah desa yang baik dengan melibatkan seluruh warga
masyarakat desa hingga adanya mekanisme kontrol dari BPD.
"Untuk desa-desa yang memiliki karakteristik perkotaan, harus mampu
membuat terobosan inovatif sehingga menghasilkan dampak nyata terhadap
masyarakat. Bisa saja desa membangun jalan menuju pemakaman, secara
aturan tidak melanggar, tetapi tidak banyak manfaatnya untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat," kata Sonny.
Hasil monitoring di lapangan oleh Kedeputian Bidang Pemberdayaan
Masyarakat, Desa, dan Kawasan umumnya menemukan bahwa desa
berkarakteristik perkotaan menghadapi masalah sampah, tingkat kepadatan
penduduk yang tinggi, dan keterbatasan lahan yang dapat dikembangkan.
Menteri mengapresiasi gotong-royong masyarakat Tunjungtirto untuk
menambah pembiayaan pada kegiatan-kegiatan desa yang belum tercukupi
oleh APBDes.
Selain itu kerukunan hidup beragama maupun antar suku di desa tersebut
berjalan sangat baik.
Pewarta:Aditya Ramadhan
Editor: Ruslan Burhani
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com