https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180801131238-20-318618/polisi-bubarkan-acara-deklarasi-negara-papua-barat
?
Polisi Bubarkan Acara Deklarasi Negara Papua Barat

*Martahan Sohuturon*, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 13:55 WIB

Bagikan :

[image: Polisi Bubarkan Acara Deklarasi Negara Papua Barat] Ilustrasi. (CNN
Indonesia/ Astari Kusumawardhani)

Jakarta, CNN Indonesia -- Polri membubarkan acara pengumuman Pemerintahan
Sementara Negara Republik Federal Papua Barat (NRFB) yang sebelumnya
direncakan digelar di halaman Universitas Cendrawasih, Jayapura, *Papua
<https://www.cnnindonesia.com/tag/papua>*, pada Selasa (31/7) pada pukul
11.00 WIT.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah spanduk yang hendak dibentangkan
dalam acara tersebut.
Lihat juga:

Sengketa Pilkada, Bupati Nduga Disebut Janjikan Papua Merdeka
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180726193958-32-317318/sengketa-pilkada-bupati-nduga-disebut-janjikan-papua-merdeka/>

"Saya sudah dapat laporan dari Papua, itu sudah didatangi petugas, kemudian
spanduk-spanduk disita, mereka membubarkan diri. Jadi sudah tidak ada
masalah," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri
Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Rabu (1/8).


Jenderal bintang dua itu menerangkan, pembubaran dilakukan tanpa perlawanan
dari pihak penyelenggara acara. Menurutnya, situasi di Abepura, Papua pun
telah kondusif saat ini.

Setyo menambahkan, tidak ada pihak yang diamankan dalam pembubaran acara
ini.

Filep Karma, salah satu aktivis politik Papua. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

"Informasi dari [Polda] Papua tidak ada [yang diamankan] karena kemarin
sudah kmi ambil baliho, langsung bubar. Mereka belum berkegiatan, kami
sudah dapat info lebih dulu," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintahan Sementara NRFB dikabarkan akan menggelar acara
deklarasi di halaman Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua pada Selasa
(31/7) pada pukul 11.00 WIT.

Informasi itu diketahui lewat sebuah foto undangan yang diterima
*CNNIndonesia.com*, Selasa (31/7).
Lihat juga:

Istana Respons Laporan Amnesty International soal Papua
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180702191057-20-310885/istana-respons-laporan-amnesty-international-soal-papua/>

Dalam undangan yang ditandatangani oleh Perdana Menteri NRFB Yoab Syatfie
tersebut disebutkan bahwa seluruh masyarakat Papua Barat diundang untuk
menghadiri serta menyaksikan peristiwa penting dan bersejarah ini.

"Kami mengundang pemimpin dan rakyat Papua Barat, mahasiswa/i, hamba-hamba
Tuhan untuk hadir dan menyaksikan momen penting dan bersejarah ini,"
demikian bunyi undangan sebagaimana dikutip *CNNIndonesia.com*, Selasa
(31/7).
Lihat juga:

Bupati Nduga Bantah Janjikan Papua Merdeka Jika Lukas Menang
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180727195131-32-317590/bupati-nduga-bantah-janjikan-papua-merdeka-jika-lukas-menang/>

Rencana penyelenggaraan acara ini dibenarkan oleh sumber *CNNIndonesia.com*
di internal kepolisian yang mengetahuinya. Namun, menurut dia, tidak ada
masyarakat yang menghadiri acara tersebut hingga sore hari.

"Sampai sore tidak ada yang datang," kata sumber itu, Selasa (31/7).

Kirim email ke