ttp://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2018/08/02/100693/0/21/Fuad-Bawazier-Lemahnya-Nilai-Tukar-Rupiah-J
<http://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2018/08/02/100693/0/21/Fuad-Bawazier-Lemahnya-Nilai-Tukar-Rupiah-Jadi-Bukti-Buruknya-Kebijakan-Menteri-Kabinet-Kerja-Jokowi>
adi-Bukti-Buruknya-Kebijakan-Menteri-Kabinet-Kerja-Jokowi
<http://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2018/08/02/100693/0/21/Fuad-Bawazier-Lemahnya-Nilai-Tukar-Rupiah-Jadi-Bukti-Buruknya-Kebijakan-Menteri-Kabinet-Kerja-Jokowi>


*Pada Tanggal : *Kamis, 02 Agustus 2018 22:18 WIB
Fuad Bawazier: Lemahnya Nilai Tukar Rupiah Jadi Bukti Buruknya Kebijakan
Menteri Kabinet Kerja Jokowi

*Jakarta, HanTer - *Mantan Menteri Keuangan yang juga mantan Dirjen Pajak
Dr Fuad Bawazier mengatakan, kebijakan sejumlah menteri ekonomi kabinet
Kerja Joko Widodo (Jokowi), tidak baik. Menurutnya beberapa indikator
melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi bukti kinerja kabinet
kerja dinilai buruk.

"Indikatornya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp14.200. APBN
2018 devisit, neraca perdagangan mengalami penurunan, dan eksport kita
turun, sementara impor mengalami kenaikan," kata Fuad Bawasier saat menjadi
Nara Sumber Diskusi di kantor Sekretaris Bersama (Gerindra, PKS, dan PAN)
The Kemuning, Jalan Taman Amir Hamzah, (1/8/2018).

Laporan para menteri ekonomi kepada Presiden Jokowi selalu baik. Mereka
berbohong. Padahal faktanya di masyarakat, ekonomi mikro kita sangat sulit.

"Generasi muda kita sulit mencari kerja, harga-harga tinggi sekali, harga
telor ayam saya mencapai Rp29.000 Rp30.000. Juga harga sembako yang lain,"
ujar Fuad.

"Ironisnya, kita berikan masukan, tidak didengarkan. Menteri Keuangan Sri
Mulyani selalu melaporkan hal-hal yang baik kepada Presiden Jokowi,"
sambungnya.

Menurut Fuad pendapatan dari sektor pajak bea san cukai lebih dari 40
perasnnya dimanfaatkan untuk membayar hutan dan bunga cicilan.

"Ini bahaya sekali, Pendapatan dari sektor pajak, 40 persennya hanya untuk
membayar pajak, cicilan dan membayar denda," tutur Fuad.

Untuk itu dirinya mengingatkan menteri-menteri bidang ekonomi Kabinet Kerja
Presiden Joko Widodo agar segera menyikapi kondisi buruk ekonomi mikro
nasional.

Perlu respon cepat untuk mengatasi keadaan faktual di masyarakat, terkait
tingginya harga-harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako).

"Kondisi ekonomi mikro kita memprihatinkan. Para pedagang kecil,
WarungTegal (Warteg), rumah makan, dan pedagang kali lima di pasar
tradisional dan pedagang besar pun menjerit karena setiap hari ada kenaikan
harga yang menyebabkan sepinya pembeli," terangnya.

(Sammy)

h
<http://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2018/08/02/100693/0/21/Fuad-Bawazier-Lemahnya-Nilai-Tukar-Rupiah-Jadi-Bukti-Buruknya-Kebijakan-Menteri-Kabinet-Kerja-Jokowi>

Kirim email ke