https://www.jpnn.com/news/berita-besar-baterai-lithium
*Berita Besar Baterai Lithium*
Oleh Dahlan Iskan
Sabtu, 04 Agustus 2018 – 05:25 WIB
Berita Besar Baterai Lithium - JPNN.COM
jpnn.com- Hati saya bergetar. Berita itu sangat mengejutkan: pabrik
baterai lithium segera dibangun besar-besaran di Indonesia.
Kebesaran proyek itu bisa dilihat dari besarnya modal. Setinggi Gunung
Galunggung: 140 triliun rupiah.
Begitulah. Pemerintah sudah mengumumkannya. Tiga hari lalu.
Luar biasa. Modal segitu besar akan masuk Indonesia. Bisa ikut mengatrol
pertumbuhan ekonomi. Setidaknya bisa ikut menyelamatkan dari ancaman
kemerosotan.
Luar biasa: sudah akan dimulai. Akhir bulan Agustus ini. Bukan baru
rencana. Bukan wacana. Bukan baru tahap omong-omong.
Jadwal dimulainya pembangunan pun sudah begitu di depan mata. Lokasi
pabriknya juga sudah ditentukan. Amat heroik. Di Indonesia timur. Di
pulau Halmahera pula. Di Maluku.
Melihat begitu besar investasinya saya pun berkesimpulan: itulah angpao
yang sangat tebal untuk HUT kemerdekaan kita. Angpao dari Tiongkok.
Investor pabrik itu memang Tiongkok.
Menko Maritim mengatakan: sudah menerima investor dari Tiongkok itu.
Tiga hari lalu. Yang menegaskan komitmen itu.
Menko pun menilai pembangunan pabrik tersebut sangat penting. Katanya:
kita akan membangun mobil listrik./Alhamdulillah. /
Meski begitu saya tidak akan membatalkan kunjungan saya ke LIPI. Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dalam waktu dekat. Sebelum saya berangkat ke
Amerika.
Saya sudah menjanjikan itu: melihat/prototype/baterai lithium/made in
Indonesia/. Yang patennya sedang diperjuangkan. Oleh Dr Ir Bambang
Prigandoko. Peneliti senior LIPI.
Bulan lalu saya sudah ke LIPI. Melihat persiapan kelahiran baterai
lithium made in Indonesia.
Saya sangat bangga saat itu. Saya berharap banyak dari penemuan itu.
Tidak mengira kalau sebulan kemudian akan membaca berita besar di atas.
Sudah dua tahun lebih saya selalu diskusi dengan Dr Bambang.
Membicarakan bagaimana memproduksi baterai lithium/made in Indonesia/.
Orang-orang LIPI ternyata sudah lebih dulu melangkah. Hanya saja kita
semua tahu: lembaga penelitian bukanlah perusahaan. Biayanya,
prosedurnya, birokrasinya ikut pemerintah.
Dulu saya mengira Indonesia tidak mungkin bisa memproduksi baterai
lithium. Kalaupun bisa, bahan bakunya harus impor dari Tiongkok.
*
Ternyata saya salah. LIPI sudah lama melakukan penelitian. Menemukan
semua bahan baku itu. Dari Indonesia sendiri. Seratus persen. Itulah
penuturan Dr Bambang pada saya.
Sumber lithiumnya pun sudah ditemukan. Air dari Laut Jawa. Yang
kandungan lithiumnya tertinggi dibanding dari air laut lainnya.
Katoda-anodanya pun bikinan LIPI sendiri. Dengan bahan-bahan yang
ditemukan Dr Bambang.
Saat saya ke LIPI bulan lalu katoda-anoda itu sudah jadi. Dr Bambang
menyebutkan pertengahan Agustus ini finalnya: baterai lithium made in
LIPI itu lahir.
Produk pertama itu akan dicobakan di sepeda motor. Yang dibuat oleh para
santri SMK Pesantren Sabilil Muttaqin Desa Takeran, Magetan. Pesantren
keluarga saya. Sepeda motor itu diberi merk Take-Run.
Itulah sepeda motor yang bisa jalan berkat jasa UNS Solo. Yang juga
sudah mampu membuat baterai lithium.
Hanya semua bahannya masih impor. Saya senang bisa mencoba produk UNS
itu untuk Take-Run.
Saya juga berterima kasih pada Dr Agus Purwanto. Dosen UNS yang
mendalami ilmunya di Jepang. Yang mendapat bantuan mesin pembuat lithium
dari Dikti. Yang membuat Take-Run bisa jalan.
Saya berterima kasih juga pada kandidat doktor dari UNS: Fengky.
Pengantin baru (saat itu) yang mondar-mandir Solo-Magetan. Kadang harus
sambil tengok ibunya di Wonogiri. Berhari-hari beliau ikut menyiapkan
lahirnya Take-Run.
Ketika teman-teman LIPI minta Take-Run dicoba juga dengan baterai hasil
penelitiannya saya cepat kirim WA ke Takeran: kirimkan Take-Run ke LIPI.
Sudah sebulan Take-Run menanti di LIPI. Untuk dicoba minggu ini. Atau
minggu depan.
Saya akhirnya tahu hasil penelitian ini mungkin akan senasib dengan
hasil penelitian lainnya. Mungkin akan dianggap lambat. Tidak ekonomis.
Atau kalah mutu.
Tapi begitulah roda kehidupan. Ada yang kalah. Ada yang menang.
Saya juga ingat alumni ITS itu: Kristian. Yang baru bikin pabrik baterai
lithium di Jogja.
Itulah pabrik lithium pertama di Indonesia. Yang skalanya masih kecil itu.
Mungkin juga alumni ITS tadi akan menjadi orang kalah. Tapi harus
tetap/move on./Harus ingat ideologi film kartun.
Wahai ikan-ikan kecil. Yang sekarang masih belajar berenang di kolam
kecil. Berenanglah sampai bisa. Di situlah tempatmu. Mimpilah suatu
saat bisa berenang di kolam besar.*(***)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com