https://pilpres.tempo.co/read/1113636/alasan-alumni-presidium-212-tak-puas-dengan-hasil-ijtima-ulama?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_3
Alasan Alumni Presidium 212 Tak Puas dengan
Hasil Ijtima Ulama
Reporter:
Taufiq Siddiq
Editor:
Ninis Chairunnisa
Sabtu, 4 Agustus 2018 07:33 WIB
Presidium Alumni 212 mendatangi Komnas HAM untuk mengambil surat
rekomendasi dan pengaduan baru, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017. Tempo/Wulan
<https://statik.tempo.co/data/2017/07/14/id_623482/623482_620.jpg>
Presidium Alumni 212 mendatangi Komnas HAM untuk mengambil surat
rekomendasi dan pengaduan baru, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017. Tempo/Wulan
*TEMPO.CO, Jakarta* - Alumni Presidium 212
<https://nasional.tempo.co/read/1055386/alumni-212-terbelah-gara-gara-nama-presidium-dan-persaudaraan>
tidak puas dengan hasil Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa
(GNPF) tentang rekomendasi calon presiden dan wakil presiden untuk
pilpres 2019.
"Kami tidak puas, pilihan kami tidak terwakili oleh nama-nama yang
diputuskan oleh Ijtima Ulama," kata Ketua Umum Alumni Presidium 212
Aminuddin saat ditemui di sekretariatnya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 3
Agustus 2018
Baca: *Alumni Presidium 212 Tolak Capres-Cawapres Versi GNPF
<https://nasional.tempo.co/read/1113512/alumni-presidium-212-tolak-capres-cawapres-versi-gnpf>*
Rekomendasi Ijtima Ulama GNPF menghasilkan dua paket duet capres dan
cawapres. Pertama, duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera
Salim Segaf Al Jufri. Kedua, duet Prabowo Subianto dengan ustad Abdul Somad.
Aminuddin mengaku mengikuti perjalanan Ijtima Ulama dari awal sejak ada
Rapat Koordinasi Nasional Persaudaraan Alumni 212 pada Mei lalu. Saat
itu, kata dia, ada sejumlah nama yang direkomendasikan untuk pilpres 2019.
Baca: *Salim Segaf Sebut Gerindra Belum Sreg Cawapres Prabowo Versi GNPF
<https://pilpres.tempo.co/read/1112184/salim-segaf-sebut-gerindra-belum-sreg-cawapres-prabowo-versi-gnpf?BacaJuga=Atas>*
Namun, dalam hasil Ijtima Ulama GNPF, kata Amin, nama-nama yang
diputuskan tidak memuaskan. Meski begitu, Alumni Presidium 212 tetap
/legowo/ karena keputusan tersebut hanya bersifat rekomendasi.
Justru, kata Amin, pihaknya tidak setuju jika ada paksaan untuk partai
politik agar menjalankan rekomendasi tersebut. "Hasil Ijtima Ulama
jangan ada penekanan untuk dijalankan, karena hasil nama cawapres
tersebut hanya bersifat rekomendasi," ujarnya.
Baca: *Alumni 212 Ini Sebut Anies Baswedan Seperti Kacang Lupa Kulit
<https://nasional.tempo.co/read/1063197/alumni-212-ini-sebut-anies-baswedan-seperti-kacang-lupa-kulit>*
Menurut Amin, Ijtima Ulama GNPF pun belum mewakili seluruh kalangan
ulama. Ia menyebut ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan
lain-lain juga memiliki hak merekomendasikan calon presiden beserta
wakilnya.
Alumni Presidium 212
<https://nasional.tempo.co/read/1055386/alumni-212-terbelah-gara-gara-nama-presidium-dan-persaudaraan>
pun mendorong partai politik pengusung capres cermat menentukan
pasangannya. Menurut Aminuddin, capres yang memiliki kapasitas atau
mewakili keumatan saja tidak cukup untuk maju sebagai pemimpin negara.
================
https://pilpres.tempo.co/read/1113662/pencalonan-prabowo-abdul-somad-akan-dideklarasikan-di-5-kota
Pencalonan Prabowo - Abdul Somad Akan
Dideklarasikan di 5 Kota
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Endri Kurniawati
Sabtu, 4 Agustus 2018 09:22 WIB
0 komentar
<https://pilpres.tempo.co/read/1113662/pencalonan-prabowo-abdul-somad-akan-dideklarasikan-di-5-kota#comments>
205
#
#
#
#
Ketua relawan Sahabat PUAS, Diko Nugraha, memberi keterangan saat
deklarasi pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - ustad Abdul
Somad di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Diko
menuturkan deklarasi dukungan untuk PUAS akan dilakukan di lima kota
besar di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/03/id_723638/723638_720.jpg>
Ketua relawan Sahabat PUAS, Diko Nugraha, memberi keterangan saat
deklarasi pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - ustad Abdul
Somad di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Diko
menuturkan deklarasi dukungan untuk PUAS akan dilakukan di lima kota
besar di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Meski pendakwah Abdul Somad menolak
pencalonannya sebagai calon wakil presiden atau cawapres usulan Ijtima
Ulama, Koordinator Nasional Sahabat PUAS, Diko Nugroho, pendukung
pencalonanPrabowo <https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto dan Somad
akan mendeklarasikan keduanya untuk pilpres 2019 di lima kota. Deklarasi
akan digelar di Bandung, Medan, Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta.
Diko Nugroho menyatakan Somad sebenarnya tidak benar-benar menolak hasil
Ijtima Ulama. "Menolak itu adab seorang santri ketika ditawari jabatan,”
ujar dia, Jumat, 3 Agustus 2018. Namun, kata Diko, Somad akan menerima
jika betul-betul ada desakan yang kuat dan itu bagian dari amanah.
Baca:
PKS Hengkang Pertama di Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Prabowo
<https://nasional.tempo.co/read/1112943/pks-hengkang-pertama-di-pertemuan-sekjen-partai-koalisi-prabowo>Ini
Perbedaan Kriteria Cawapres Jokowi dan Prabowo
<https://nasional.tempo.co/read/1112922/ini-perbedaan-kriteria-cawapres-jokowi-dan-prabowo>
PUAS adalah singkatan dari Prabowo Ustaz Abdul Somad dengan motto
“Amanah Pemimpinnya, PUAS Rakyatnya”. Deklarasi Sahabat PUAS berlangsung
di Wisma Perwari, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Agustus 2018.
Acara itu dihadiri beberapa ulama dan perwakilan tiap daerah yang
mendukung Deklarasi Sahabat PUAS. Wajah Prabowo dan Ustaz Abdul Somad
terpampang di kaos putih yang dikenakan Sahabat PUAS.
Baca: PKS Ngotot Ajukan Cawapres Prabowo Versi Ijtima Ulama GNPF
<https://nasional.tempo.co/read/1113229/pks-ngotot-ajukan-cawapres-prabowo-versi-ijtima-ulama-gnpf>
Sahabat PUAS yakin jika Abdul Somad bersedia maju ke Pilpres 2019
sebagai pasangan Prabowo Subianto, dukungan dari tiap daerah dan
berbagai golongan masyarakat akan mengalir deras.
Nama Somad diusulkan oleh Gerakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (
GNPF) Majelis Ulama Indonesia melalui Ijtima Ulama. Selain Somad, GNPF
mengusulkan nama Salim Segaf Al Jufri dari Partai Keadilan Sejahtera
(PKS). Nama Salim muncul dari sembilan nama yang ditawarkan PKS kepada
partai koalisi Prabowo.
Simak: AHY Sebut Prabowo adalah Sosok yang Tegas ...
<https://nasional.tempo.co/read/1113639/ahy-sebut-prabowo-adalah-sosok-yang-tegas-dan-hebat>
Kubu Prabowo
<https://pilpres.tempo.co/read/1113644/ini-tempat-deklarasi-capres-jokowi-dan-prabowo-pada-pilpres-2014>
berjanji akan mendorong nama-nama usulan GNPF itu kepada partai
pendukungnya. Namun, pagi-pagi setelah Ijtima Ulama mengeluarkan nama
itu, Abdul Somad menolak dicalonkan. Ia menyatakan dirinya akan tetap
fokus untuk berdakwah dan ingin didoakan untuk menjadi kiai di sepanjang
hidupnya.
DENIS F.B