https://www.antaranews.com/berita/733449/nilai-tukar-petani-kalsel-turun-
068-persen
Nilai tukar petani Kalsel turun
0,68 persen
Sabtu, 4 Agustus 2018 22:07 WIB
Ilustrasi - Buruh tani memanen padi di areal persawahan Desa Jamus,
Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2018). Badan Pusat Statistik
mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional per Januari 2018 sebesar
102,92, atau turun 0,14 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan itu
disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,92
persen, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
sebesar 1,05 persen. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Penurunan disebabkan indeks harga yang diterima petani turun sebesar
0,01 persen dan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar
0,67 persen,
Banjarbaru, (ANTARA News) - Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan
Selatan bulan Juli 2018 tercatat sebesar 94,02 atau turun sebesar 0,68
persen dibanding nilai tukar petani pada bulan Juni yang tercatat
sebesar 94,66.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru,
Sabtu, mengatakan turunnya NTP akibat indeks harga produksi pertanian
menurun dan indeks yang dibayar petani naik.
"Penurunan disebabkan indeks harga yang diterima petani turun sebesar
0,01 persen dan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar
0,67 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, jika dilihat masing-masing subsektor maka tiga subsektor
pertanian mengalami penurunan nilai tukar yakni subsektor pertanian dan
subsektor tanaman perkebunan rakyat.
Penurunan nilai tukar subsektor tanaman pangan sebesar 0,17 persen,
subsektor perikanan turun sebesar 1,22 persen dan tanaman perkebunan
rakyat turun 3,65 persen.
Disebutkan, penurunan nilai tukar subsektor tanaman pangan terjadi
karena indeks yang diterima petani lebih rendah dibanding indeks yang
dibayar terutama kelompok padi dan palawija.
Indeks harga pada kelompok padi mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen
dan kelompok palawija naik 0,47 persen, sedangkan indeks yang dibayar
petani naik sebesar 0,64 persen.
"Indeks yang dibayar petani naik yakni kelompok konsumsi rumah tangga
sebesar 0,82 persen dan indeks harga BPPBM yang mengalami kenaikan 0,08
persen," katanya.
Penurunan subsektor tanaman perkebunan rakyat karena indeks harga dari
101,98 pada Juni menjadi 99,11 disamping kenaikan kelompok konsumsi
rumah tangga dan indeks BPPBM.
"Penurunan subsektor perikanan karena hasil penangkapan perairan umum
turun 0,98 persen dan kelompok penangkapan laut turun 0,30 persen dan
BPPBM naik 0,14 persen," ujarnya.
Sementara, kenaikan subsektor hortikultura terjadi karena kenaikan pada
kelompok sayur-sayuran 1,35 persen, buah-buahan 2,00 persen, dan
kelompok tanaman obat 0,72 persen.
Subsektor peternakan yang naik 0,55 persen karena naiknya indeks harga
komoditas kelompok ternak besar 1,41 persen, unggas naik 1,02 persen dan
hasil ternak naik 1,31 persen.
*Baca juga: Nilai tukar petani turun 0,37 persen
<https://www.antaranews.com/berita/732090/nilai-tukar-petani-turun-037-persen>
Baca juga: BPS: kakao pengaruhi kenaikan NTP Mei 2018
<https://www.antaranews.com/berita/715803/bps-kakao-pengaruhi-kenaikan-ntp-mei-2018>*
Pewarta: Yose Rizal
Editor: Erafzon Saptiyulda SAS
COPYRIGHT © ANTARA 2018