J*angan khawatir masih bisa pinjam untuk menutupi kekuarangan fulus.*

https://republika.co.id/berita/ekonomi/energi/18/08/01/pcs6lq377-jonan-keuangan-pertamina-seret-bukan-bangkrut
Jonan: Keuangan Pertamina Seret, Bukan Bangkrut

Rabu 01 August 2018 18:58 WIB

Red: Teguh Firmansyah


[image: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan]Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan

Foto: Republika TV/Irfan Junaidi

*Pertamina masih memiliki keuangan yang cukup untuk ambil alih Blok Rokan. *

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM)
Ignasius Jonan menegaskan, PT Pertamina (Persero) tidak dalam kondisi
bangkrut. Kendati begitu, ia mengakui jika keuangan Pertamina memang lagi
seret.



"Kalau Anda bilang Pertamina keuangannya seret itu betul, saya *gak* bilang
bangkrut loh ya. Tapi masih bisa jalan *gak*? Bisa," kata Jonan dalam
informasi laman Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (1/8).

Alasan tersebut dibeberkan Jonan berdasarkan pengambilalihan Blok Rokan
dari Chevron kepada PT Pertamina. Menurutnya, untuk mengajukan proposal di
Blok Rokan haruslah memiliki modal yang besar. Saat Pertamina mengajukan
pengambilalihan maka itu bisa diasumsikan bahwa Pertamina masih memiliki
uang besar.

Ia menjelaskan, terdapat tiga hal yang membuat Pertamina selaku Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) mampu menjalankan tugas yang diberikan oleh pemerintah.
Pertama adalah Pertamina memiliki *resources* yang sangat besar, dengan
pangsa pasar yang besar.

"Pertamina itu *resources*-nya besar sekali, apa yang dia kerjakan itu dari
segi market sharenya besar, tinggal caranya saja mengelola ini harus
menyesuaikan dari waktu ke waktu," kata Jonan.

Baca juga, Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan Hingga 2041.
<https://republika.co.id/berita/ekonomi/migas/18/08/01/pcqrx2370-pertamina-resmi-kelola-blok-rokan-hingga-2041>

Kedua, Pertamina dibangun untuk bangsa Indonesia, bukan sebaliknya. Karena
Pertamina sebagai perusahaan 'plat merah' bidang migas dibangun untuk
menopang dan mendukung kegiatan migas di Indonesia.

"Menurut pemahaman saya, jika bangsa Indonesia dibangun untuk Pertamina,
saya kira tidak pas, ini mesti disandingkan dengan Undang-Undang (UU) BUMN.
UU BUMN harus dilihat secara komprehensif," lanjutnya.

[image: photo]

Pemerintah Resmi memberikan kelanjutan kontrak operasi Blok Rokan kepada
Pertamina. Selasa (31/7).

Terakhir, Jonan menegaskan, tidak ada sedikitpun keinginan pemerintah untuk
membuat Pertamina itu bangkrut. Karena dari setiap kebijakan yang akan
dibuat, Presiden selalu merundingkan dengan Menteri BUMN dan dirinya.
"Setiap kebijakan, Bapak Presiden selalu merundingkan dengan Menteri BUMN
dan saya, sanggup ga ? Sanggup Pak. Ya sudah kita jalan," ujar Jonan.

Baca juga, Chevron Kecewa dengan Keputusan Pemerintah Indonesia.
<https://republika.co.id/berita/ekonomi/migas/18/08/01/pcrhrj383-chevron-kecewa-dengan-keputusan-pemerintah-indonesia>

Sebagaimana diketahui, pemerintah tidak hanya memberikan tugas kepada
Pertamina untuk menyediakan, mengelola dan mendistribusikan bahan bakar
minyak (BBM) bagi seluruh masyarakat Indonesia, namun pemerintah juga
memperkuat Pertamina dengan telah menyepakati bersama DPR kenaikan subsidi
solar untuk tahun 2019 menjadi Rp2.500 per liter, atau naik sebesar Rp2.000
per liter.

Selain itu, Pemerintah juga telah memberikan 13 blok migas terminasi kepada
Pertamina, termasuk yang terbaru adalah blok Rokan, yang dikenal sebagai
salah satu blok terbesar di Asia Tenggara dengan rata-rata produksi sekitar
seperempat dari produksi minyak nasional atau sekitar 200.000-an barel per
hari.

Sumber : Antara

Kirim email ke