http://mediaindonesia.com/read/detail/176609-alunan-gamelan-berupaya-surutkan-kepanikan
*Alunan Gamelan Berupaya Surutkan Kepanikan*
Penulis: *Fathia Nurul Haq* Pada: Minggu, 05 Agu 2018, 20:45 WIB
Nusantara <http://mediaindonesia.com/nusantara>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/176609-alunan-gamelan-berupaya-surutkan-kepanikan>
<http://twitter.com/home/?status=Alunan%20Gamelan%20Berupaya%20Surutkan%20Kepanikan%20http://mediaindonesia.com/read/detail/176609-alunan-gamelan-berupaya-surutkan-kepanikan%20via%20@mediaindonesia>
Alunan Gamelan Berupaya Surutkan Kepanikan
/ANTARA/
MALAM ini, Minggu (5/8) terasa panjang bagi warga Denpasar, Bali. Gempa
yang susul-menyusul sejak pukul 19.45 Wita tidak pelak menimbulkan
kepanikan.
"Gempa...gempa. Potensi tsunami enggak?" ujar Melisa, 34, salah satu
warga Denpasar yang menghambur keluar dari kamar kos dengan pakaian
seadanya.
Gempa itu berlangsung cukup lama, hampir 5 menit dengan getaran yang
diklaim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan
7 skala Richter berikut potensi tsunami.
Di era digital tentu mudah menemukan informasi pusat, amplitudo, hingga
besaran gempa. Kendati begitu, tetap saja ada waktu jeda yang
menimbulkan kepanikan. Belum surut panik sudah disusul gempa berikutnya
yang cukup panjang dan sangat terasa guncangannya.
Tidak lama berselang, lini masa pun tumpah oleh info dari warga
menunjukkan foto toserba yang hancur di pusat kota, Mal Bali Galeria
penuh dengan puing. Kendaraan roda empat dan roda dua tertimpa
reruntuhan bangunan, beberapa warga pun mengalami retak bangunan dan
plafon ambruk, semakin memicu kepanikan.
Semua berjaga di depan rumah, siap dengan dokumen dan pakaian seadanya
jika sewaktu-waktu terjadi hal yang mendesak. Bandara jadi tujuan utama.
Menariknya, tidak demikian dengan warga asli Bali yang lebih tenang dan
percaya pada fenomena alam. Di sela kepanikan, pura-pura desa
mengalunkan tembang lewat tabuhan gamelan. Jika kembali gempa, suara
gamelan surut sejenak, lalu kembali ditabuh tidak lama setelahnya.
"Oh 7 SR ya? Ya sudah/, ndak/ apa," ujar Made, 52, salah satu pemilik
indekos di Denpasar.
Meski berstatus siaga tsunami, ada baiknya kepanikan dikelola dengan
cermat, demikian pesan yang tersemat. Baru setelah kepanikan reda,
tabuhan gamelan dari sejumlah pura di desa berhenti.
Berdasarkan info dari BMKG, pusat gempa berada di Sumbawa 8.37 lintang
selatan dan 116.48 bujur timur. "Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok
Timur NTB," ungkap Kepala Pusat Data Informasi BMKG Sutopo Purwo Nugroho
melalui siaran persnya. (Berita terkait: /BNPB Minta Masyarakat Lombok
Jauhi Pantai dan Tepian Sungai/
<http://mediaindonesia.com/read/detail/176604-bnpb-minta-masyarakat-lombok-jauhi-pantai-dan-tepian-sungai>)
"Berdasarkan laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami
yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian
tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan
pengakhiran peringatan tsunami," lanjutnya.
Berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan. Intensitas gempa di
Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI,
Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi
III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.
"Dengan melihat kondisi tersebut diperkirakan kerusakan bangunan banyak
terjadi terjadi," pungkas Sutopo. (A-2)