*Freeport Ind mau diambil alih dibawah pimpinan direksi baru nan canggih?
Hehehehehehe*



http://mediaindonesia.com/read/detail/154783-inalum-rombak-direksi?utm_source=dable


*Inalum Rombak Direksi*

Penulis: *Cahya Mulyana* Pada: Kamis, 12 Apr 2018, 18:40 WIB Ekonomi
<http://mediaindonesia.com/ekonomi>


PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum untuk pertama kalinya
menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai induk *holding*
industri pertambangan.

Agenda RUPS membahas perubahan terkait anggaran dasar dan susunan pengurus
perseroan dilaksanakan untuk mempercepat proses sinergi dari masing-masing
perusahaan holding industri pertambangan.


RUPS dibuka dan dipimpin oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri
Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno sebagai kuasa
pemegang saham yang dihadiri oleh seluruh jajaran Dewan Komisaris dan
sireksi Inalum; Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan
Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah serta beberapa pejabat
Kementerian BUMN lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin
menjelaskan beberapa perubahan terkait anggaran dasar dan susunan pengurus
perseroan dilaksanakan untuk mempercepat proses sinergi dari tiap
perusahaan *holding* industri pertambangan.

“Beberapa perubahan telah ditetapkan dalam RUPS dalam rangka mempercepat
proses konsolidasi di internal *holding* industri pertambangan, mohon doa
restunya agar proses tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan
sehingga *holding* industri pertambangan mampu menjadi perusahaan kelas
dunia,” ungkap Budi dalam keterangan resmi kepada *Media Indonesia*, Kamis
(12/4).

Dalam susunan pengurus perseroan tersebut terdapat beberapa wajah baru yang
mengisi. Misalnya, Fajar Harry Sampurno yang menjabat komisaris utama.
Fajar lahir di Blitar, Jawa Timur pada 18 April 1966.

Ia meraih gelar S1 dari Universitas Brawijaya, gelar Master of Business
Administration dari Monash University, dan gelar Doctor of Philosophy dari
University of Iowa, USA. Saat ini Fajar menjabat sebagai Deputi Bidang
Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media di Kementerian BUMN.

Kewmudian, Muhammad Munir yang menjabat komisaris. Ia lahir di Kendal, Jawa
Tengah pada 28 Oktober 1958. Munir adalah seorang tokoh militer Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil KSAD pada 2013 hingga 2015.

Saat itu Munir didaulat sebagai orang nomor dua di TNI-AD menggantikan
Letjen TNI Moeldoko yang menjadi KSAD. Ia merupakan alumnus Akademi Militer
di Magelang tahun 1983 dan berasal dari kecabangan infanteri.

Munir tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjadi
Ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian menjabat Kasdivif
1/Kostrad, Kasdam Jaya, Pangdivif 2/Kostrad, Pangdam III/Siliwangi,
Pangkostrad, Wakasad, Pati Mabes TNI dan terakhir beliau menjabat sebagai
Sekjen Wantannas hingga tahun 2016.

Nama baru lainnya, Orias Petrus Moedak yang menduduki posisi direktur
keuangan. Ia lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 26 Agustus 1967.

Berbekal pengalaman yang mumpuni di dunia keuangan Orias berhasil menduduki
beberapa posisi strategis yang pernah dijabat seperti Direktur Utama PT
Pelindo III, Direktur Keuangan PT Pelindo II, Direktur Corporate Finance PT
Bahana Securities, Managing Director Head of Indonesia Coverage Daiwa
Capital Markets Singapore Limited, Senior Auditor Ernst & Young dan
terakhir sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA
hingga tahun 2018.

Lalu, ada pula Ogi Prastomiyono yang menjabat direktur layanan strategis.
Ia lahir di Bogor, Jawa Barat pada 21 Mei 1961. Meraih gelar BSc dari
Institut Pertanian Bogor pada 1984, gelar Master dari Institut Ekonomi,
Boulder Colorado, AS pada 1992 dan gelar MBA dari Universitas Notre Dame,
Indiana, AS pada 1994.

Ogi memulai karier perbankannya di Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
pada 1986 sebagai *loan offficer* di Divisi Kredit Perkebunan dan posisi
terakhirnya di Bank Exim adalah kepala divisi penelitian & pengembangan
pada 1999.

Setelah penggabungan Bank Mandiri, Ogi ditunjuk sebagai kepala grup
kepatuhan dari Juli 1999 hingga Januari 2001. Pada saat itu ia menjadi
Kepala Proyek dari Tim Kerja IPO hingga Bank Mandiri menjadi perusahaan
terbuka pada bulan Juli 2003.

Pada Desember 2003, Ogi ditunjuk sebagai Direktur Bank Syariah Mandiri
hingga Juni 2005. Kemudian di Juni 2005, ia ditempatkan sebagai kepala grup
kepatuhan di Bank Mandiri. Dari Januari 2006 hingga 2007 Ogi ditunjuk
sebagai kepala grup audit internal.

Pada Mei 2008, ia ditunjuk sebagai Direktur Bank Mandiri, bertanggung jawab
untuk kepatuhan dan sumber daya manusia. Posisi terakhir Ogi di Bank
Mandiri adalah sebagai direktur operasi. (A-2)

Berikut susunan lengkap pengurus Inalum per 11 April 2018:


Susunan Dewan Komisaris

1. Komisaris Utama : Fajar Harry Sampurno

2. Komisaris : Agus Tjahajana Wirakusumah

3. Komisaris : Purbaya Yudhi Sadewa

4. Komisaris : Muhammad Munir

Susunan Direksi

1. Direktur Utama : Budi Gunadi Sadikin

2. Direktur Keuangan : Orias Petrus Moedak

3. Direktur Layanan Strategis : Ogi Prastomiyono

4. Direktur Pengembangan Bisnis (merangkap Direktur Pelaksana) : Oggy
Achmad Kosasih

5. Direktur Produksi : Sahala Hasoloan Sijabat

6. Direktur Umum dan Human Capital : Carry Mumbunan

Kirim email ke