*Ini gambar Kabah tua (Old Kabah) click* :
https://www.youtube.com/watch?v=lpTalqruMpc

http://mediaindonesia.com/read/detail/176370-ada-apa-di-dalam-kabah
*Ada Apa di dalam Kabah?*

Penulis: *Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta* Pada: Sabtu,
04 Agu 2018, 09:05 WIB Opini <http://mediaindonesia.com/opini>

[image: Ada Apa di dalam Kabah?]
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/08/0b687e181d1d886a2b1359ed8daab164.jpg>*Nasaruddin
Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta--MI/Seno*

MUNGKIN banyak yang penasaran ada apa di dalam Kabah? Bangunan suci bentuk
kubus berukuran tinggi 11,03 m dengan sisi 11,03 m x 12,62 m yang terletak
di tengah Masjidil Haram masih menyimpan banyak misteri. Banyak orang
penasaran ingin mengetahui ada apa dan seperti apa di dalam Kabah, yang
menjadi kiblat peribadatan umat Islam sedunia.

Apakah di dalamnya ada bangunan antik, benda-benda bersejarah, makam, atau
benda-benda lain yang asing dari dunia manusia. Mengapa pintunya terbuat
dari emas? Mengapa tidak dibuka sepanjang masa, dan hanya dibuka dalam
kesempatan tertentu? Apakah ada dalil yang melarang membuka isi Kabah?


Sebenarnya bagian dalam Kabah tidak ada apa-apa. Hanya ada sebuah meja
kecil, setinggi lutut tempat duduk lampu rechargeable untuk menerangi
ruangan gelap. Di dalamnya tidak ada Air Conditioner (AC) atau kipas angin.
Lubang udara satu-satunya ialah pintunya, kalau sedang dibuka.

Tidak ada barang antik, tidak ada lukisan atau ukiran, tidak ada kesan
mewah di dalamnya. Justru di tengah kehampaan, tidak ada apa-apa kecuali
ruang kosong, membuat diri kita semakin merinding. Di dalam Kabah, kita
bisa salat ke arah semua penjuru mata angin. Kita bisa salat menghadap ke
sekeliling tembok.

Di sinilah keagungan Kabah, di tengah kekosongannya kita diajak untuk
mengosongkan diri seperti kosongnya bagian dalam Kabah. Tidak ada
sedikitpun kesan mewah di dalamnya, betapa perlunya menghilangkan segenap
kesan kemewahan duniawi saat kita menghadap ke haribaan Allah SWT.

Sekiranya ada benda sakral atau benda-benda lain, yang bisa mejadi
perhatian menarik para pengunjung maka sudah barang tentu akan mengganggu
kekhusyukan orang di dalamnya. Orang-orang akan terdekonsentrasi terhadap
bangunan atau benda-benda itu.

Sebagaimana disinggung dalam artikel terdahulu, Kabah pertama kali dibangun
atas permintaan Adam dan Hawa ketika keduanya diturunkan ke bumi
penderitaan dari surga kenikmatan, akibat pelanggaran perintah Allah,
mendekati buah terlarang.

Kabah dibangun sebagai miniatur Baitul Makmur, dan Baitul makmur sendiri
merupakan miniatur Arasy, istana Tuhan.

Kabah di bangun di Mekah oleh malaikat atas perintah Tuhan untuk memenuhi
permohonan Adam dan Hawa agar dibangunkan rumah pertobatan di bumi. Adam
dan Hawa mengenal fungsi rumah pertobatan ketika keduanya bersama-sama para
malaikat melakukan tawaf di Baitul Makmur.

Seperti kita ketahui, para malaikat pernah merasa berjarak dengan Tuhan
ketika mempertanyakan kebijakan Tuhan tentang rencana penciptaan manusia
dalam surat Al-Baqarah ayat 30, ”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada
para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi.

Mereka berkata, mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi
itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan-Mu?.
Tuhan berfirman, Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui.”

Menanggapi bahasa Tuhan seperti itu, maka para malaikat menyesali
kelancangannya mempertanyakan kebijakan Tuhan, lalu mereka bertawaf
mengelilingi Arasy, istana Tuhan, selama berhari-hari sambil menangis
menyadari kelancangannya. Pada satu hari, Tuhan menyapa malaikat dan mereka
diminta untuk pindah di Baitul Makmur, miniatur Arasy, dibangun di bawah
Arasy. Di situlah nenek moyang kita Adam dan Hawa ikut bertawaf bersama
malaikat dan jin.

Kirim email ke