https://nasional.tempo.co/read/1114413/azyumardi-azra-negara-tak-bisa-diselesaikan-dengan-ilmu-agama?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Azyumardi Azra: Negara Tak Bisa Diselesaikan
dengan Ilmu Agama
Reporter:
Friski Riana
Editor:
Amirullah
Senin, 6 Agustus 2018 19:15 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1114413/azyumardi-azra-negara-tak-bisa-diselesaikan-dengan-ilmu-agama?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
1871193
#
#
#
#
Azyumardi Azra. TEMPO/Arie Basuki
<https://statik.tempo.co/data/2010/03/10/id_28383/28383_620.jpg>
Azyumardi Azra. TEMPO/Arie Basuki
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Guru Besar dan cendikiawan muslim dari
Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra
<https://www.tempo.co/tag/azyumardi-azra> menilai calon wakil presiden
yang dibutuhkan adalah yang memiliki keahlian dalam bidang ekonomi dan
pembangunan. Pernyataan Azyumardi menanggapi fenomena banyaknya ulama
yang diusung sebagai calon wakil presiden.
*Baca: Azyumardi Azra: Politik Identitas Tak Efektif di Pilpres 2019
<https://nasional.tempo.co/read/1107152/azyumardi-azra-politik-identitas-tak-efektif-di-pilpres-2019>*
Menurut Azyumardi, banyaknya ulama yang diusung sebetulnya baik. Namun,
ia menilai persoalan negara tidak bisa hanya diselesaikan dengan ilmu
agama. "Ini kan tugas negara tidak hanya bisa diselesaikan dengan soal
fiqih. Dengan ilmu agama tidak," kata Azyumardi di Kantor Majelis Ulama
Indonesia, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.
Azyumardi mengatakan, fenomena ulama ramai-ramai diusung sebagai calon
wakil presiden menandakan faktor agama lebih menonjol. Tetapi, kata dia,
ekonomi saat ini sedang berat. Sehingga diperlukan sosok cawapres yang
memiliki teknokrasi ekonomi, baik makro maupun mikro. "Oleh karena itu
menurut saya sebagusnya cawapres itu orang yang memiliki teknokrasi di
dalam bidang ekonomi, pembangunan," kata dia.
Menurut Azyumardi, akan lebih baik jika unsur agama dan keahlian bidang
ekonomi itu bisa dikombinasikan. Tetapi, ia melihat sejauh ini belum ada
sosok ahli ekonomi yang sekaligus memiliki akseptabilitas dari umat
Islam. SosokĀ itu, kata dia, belum ada dalam nama-nama bakal calon wakil
presiden dari kubu calon presiden Joko Widodo atau Jokowi maupun Prabowo
Subianto.
Ia mencontohkan bakal calon wakil presiden dari kubu Jokowi, sosok
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang berasal dari partai berbasis
Pancasila dan Nahdlatul Ulama. "Tapi saya lihat teknokrasi dalam bidang
ekonominya lemah. Walaupun dia pernah jadi menteri tenaga kerja," ujarnya.
*Baca: Radikalisme di Indonesia, Azyumardi Azra: Perlu Sertifikasi Ustad
<https://nasional.tempo.co/read/1105496/radikalisme-di-indonesia-azyumardi-azra-perlu-sertifikasi-ustad>*
Adapun dari kubu Prabowo, ada nama Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan
Sejahtera Salim Segaf Al Jufri. "Dia pernah jadi menteri sosial, tapi
teknokrasi dalam bidang ekonomi dan pembangunan kan lemah. Menteri
sosial kan lebih banyak tugasnya itu bagi-bagi dana, bantuan sosial,
bencana," katanya.
Sejumlah ulama yang belakangan santer diusung menjadi calon wakil
presiden, di antaranya Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri di kubu
Prabowo. Adapun di kubu Jokowi, ulama yang diusung jadi calon wakil
presiden antara lain Rais Aam PBNU Maruf Amin dan Gubernur NTB Tuan Guru
Bajang Zainul Majdi.