https://nasional.tempo.co/read/1114146/begini-pidato-lengkap-jokowi-soal-siap-diajak-
berantem-yang-viral
Begini Pidato Lengkap Jokowi Soal Siap Diajak
Berantem yang Viral
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Juli Hantoro
Senin, 6 Agustus 2018 09:18 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1114146/begini-pidato-lengkap-jokowi-soal-siap-diajak-berantem-yang-viral#comments>
518
#
#
#
#
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rapat umum relawan Jokowi di
Sentul International Convention Centre, Bogor, Sabtu, 4 Agustus 2018.
TEMPO/Friski Riana
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/04/id_723805/723805_720.jpg>
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rapat umum relawan Jokowi di
Sentul International Convention Centre, Bogor, Sabtu, 4 Agustus 2018.
TEMPO/Friski Riana
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pidato Presiden Jokowi
<https://pilpres.tempo.co/read/1114019/ditanya-soal-deklarasi-capres-2019-jokowi-tunjuk-megawati>
di depan relawan yang menyebut, jangan takut kalau diajak berantem,
membikin heboh. Kubu penentang Jokowi menganggap pidato itu ungkapan
yang mengarah kepada kekerasan, namun kubu Jokowi melihat apa yang
diucapkan sebagai kiasan.
Bagaimana sebetulnya isi lengkap pidato Jokowi di depan relawan yang
hadir di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 4
Agustus 2018 lalu? Berikut Tempo tuliskan pidato lengkap Jokowi seperti
yang ditayangkan dalam akun Youtube Koran Pagi.
Baca juga: Pernyataan Jokowi Dinilai Provokatif, Begini Tanggapan Istana
<https://nasional.tempo.co/read/1113984/pernyataan-jokowi-dinilai-provokatif-begini-tanggapan-istana>
/Assalamualaikum Wr. Wb, selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua,
Shalom Om Swastiastu, Namo Budaya, salam kebajikan./
/Yang saya hormati Bapak Ibu Saudara sekalian, utamanya ketua-ketua
relawan beserta jajaran pengurus yang hadir malam ini, yang saya hormati
relawan Jokowi dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote./
/Sangat berbahagia sekali saya bisa bertemu, bisa hadir dalam rapat umum
relawan Jokowi di Sentul, Bogor sore hari ini. Perlu saya ingatkan
kepada kita semua bahwa aset terbesar bangsa kita adalah persatuan. Aset
terbesar kita adalah persatuan, persaudaraan dan kerukunan, karena kita
harus sadar bahwa bangsa ini berbeda-beda, bermacam-macam majemuk,
plural, berbeda-beda agama, berbeda suku, berbeda adat, berbeda tradisi,
berbeda bahasa daerah, inilah negara kita Indonesia./
/Oleh sebab itu saya mengajak kita terus menjaga persatuan, persaudaraan
dan kerukunan kita, karena kita diberi anugerah oleh Allah berbeda-beda
majemuk berbagai macam warna-warni, inilah negara kita Indonesia./
/Saya perlu mengingatkan kepada kita semua bahwa tahun 2019 nanti ada
pilpres, pilihan presiden dan pilihan legislatif. Pilpres 2019 bukan
sekadar menang atau kalah, tapi 2019 adalah penguatan demokrasi bangsa
kita Indonesia, supaya demokrasi kita kuat, supaya rakyat bisa
merasakan, proses pemilu 2019, rakyat merayakan kegembiraan politik,
gembira karena kita sama-sama bergerak mengajak apa yang sudah kita
lakukan dari 2014 sampai 2019 nantinya./
/Tahun 2019, perlu saya ingatkan ada banyak simpul yang akan
bersama-sama dengan kita, ada ulama-ulama, ada partai politik, ada
caleg, ada kelompok profesional, ada purnawirawan TNI Polri, ada ormas,
ada tokoh-tokoh, dan tentu saja banyak sekali, relawan-relawan kita.
Oleh sebab itu kita harus bisa bekerja sama dengan semua yang tadi saya
sebutkan, harus kita bisa bersinergi, harus kita bisa berkoordinasi,
harus kita bisa kerja bareng bergotong royong bersama-sama di antara
dengan yang tadi saya sebutkan./
/Oleh karena 2019 nanti pemilu serentak, oleh sebab itu perlu kerja sama
dan perlu bersinergi jangan sampai di antara kita sendiri, tidak rukun,
tidak bersinergi, dan berkompetisi dalam artian yang tidak baik. Oleh
sebab itu pada kesempatan yang mulia ini kepada relawan kerja keras,
bekerja keras./
/Kalau bisa di sana militan di sini harus lebih militan. Kalau di sana
kerja keras, di sini lebih lebih kerja keras lagi, jika di sana bersatu,
di sini harus lebih bersatu lagi, tapi perlu saya ingatkan bahwa
kerja-kerja di 2019 menuju 2019 adalah kerja ke bawah./
/Kerja ke grass root, kerja ke akar rumput, kerja yang menyentuh hati
rakyat, karena kita ingin dapatkan kepercayaan dari rakyat, kita ingin
dapat mandat dari rakyat. Oleh karena itu kerja-kerja sampai ke akar
rumput, betul-betul ujung, baik yang ada di desa-desa, baik yang ada di
RW, baik yang ada di RT itulah kerja, kerja riil kita dan yang harus
kita lakukan. Tentu saja dimulai dari keluarga kita sendiri, kemudian
melebar dengan tetangga-tetangga kita. Kemudian melebar lagi, membangun
kelompok-kelompok di desa, di RW, di RT./
/Itulah saya kira pekerjaan-pekerjaan besar kita yang harus kita lakukan
untuk 2019. Jangan sampai kita asyik membangun jejaring di pusat, tetapi
lupa bahwa penduduk kita ada di 17 ribu pulau, ada di 74 ribu desa yang
itu semuanya harus kita sentuh tanpa kecuali. Semuanya harus disentuh.
Marilah kita dengar bersama-sama apa yang dibutuhkan rakyat. Yakinkan
kepada mereka tentang perubahan yang sudah kita lakukan dan dalam proses
kita lakukan, dan akan kita lakukan lagi untuk Indonesia yang lebih baik
ke depan./
/Saudara-saudara harus bisa meyakinkan rakyat. Saudara-saudara harus
bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa akan ada
perubahan-perubahan, dan beberapa sudah kita lakukan, beberapa dalam
proses, beberapa akan kita kerjakan untuk negara kita agar rakyat negara
ini menjadi lebih baik lagi./
/Nanti apabila masuk ke tahap kampanye, lakukan kampanye yang simpatik,
tunjukkan diri kita adalah relawan yang bersahabat dengan semua
golongan, jangan membangun permusuhan. Sekali lagi, jangan membangun
permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian. Jangan membangun
fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan
orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani./
(relawan bersorak)
/Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, saya bilang tadi tolong tadi,
tolong digarisbawahi, jangan ngajak. Kalau diajak?/ (relawan bersorak lagi)
/Saya perlu mengingatkan kepada kita semuanya, bahwa masa kampanye itu
panjang, panjang sekali. Oleh sebab itu kita harus mengatur nafas
panjang kita, harus diatur. Mulai dari sekarang diatur, jangan semuanya
dikeluarkan sekarang. Nanti pada hari H nya malah loyo, jangan seperti
itu. Ibarat lari maraton, jangan lari di depan kenceng, di akhir justru
loyo. Harus dibalik. Sekarang kenceng, mau di akhir lebih kenceng lagi.
Atau dimulai sekarang agak lambat agak cepat agak cepat agak kenceng dan
pada akhirnya kenceng banget./
/Saya juga mengajak kepada seluruh relawan untuk membangun persepsi
positif. Membangun image-image yang positif tentang pemerintahan kita.
Apa yang sudah kita lakukan ceritakan, bahwa kita sekarang ini tidak
membangun di Jawa saja tetapi juga membangun di luar Jawa, utamanya di
Indonesia bagian timur. Kita tidak hanya membangun di kota tetapi kita
juga berikan informasi bahwa kita juga membangun dari desa-desa, karena
dana desa anggaran desa yang telah kita gelontorkan ke daerah jumlahnya
tidak sedikit. 2015 Rp 20 triliun, 2016 Rp 47 triliun, 2017 Rp 60
triliun, 2018 Rp 60 triliun. Totalnya sudah Rp 127 triliun yang kita
gelontorkan. Untuk apa? Agar kesenjangan antara desa dan kota ini
semakin pendek, gapnya tidak semakin melebar, dan bisa kita persempit./
/Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Nanti saya akan melakukan rapat-rapat dengan ketua-ketua relawan, apa
yang harus kita kerjakan, apa yang harus kita lakukan. Detail apa yang
akan kita kerjakan setiap bulannya. Semuanya akan kita rapatkan, kita
rencanakan, kita rancang, sehingga betul-betul kerja kita semuanya ini
nanti mendapatkan hasil sesuai yang kita inginkan./
/Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Terima kasih, saya tutup, wassalamualaikum./
/Merdeka, hidup Indonesia, Indonesia maju./
/
/Baca: Jokowi Ingin Pencak Silat Sumbang Dua Emas di Asian Games 2018
<https://asiangames.tempo.co/read/1114210/jokowi-ingin-pencak-silat-sumbang-dua-emas-di-asian-games-2018>