*Menurut  para ahli ilmu langitan dikatakan bahwa setiap pandangan harus
disetujui oleh MUI. hehehehehehehehe*

On Tue, Aug 7, 2018 at 6:13 AM Ronggo Gmail [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Mungkin ada benarnya,
> karena banyak provokator dan penyebar fitnah,
> bahkan ada yg mau mengganti ideology negara.
>
>
>
> 2018-08-07 3:06 GMT+07:00 Jonathan Goeij [email protected]
> [GELORA45] <[email protected] <[email protected]>>:
>
>>
>>
>>
>> Menurut Naskah Kuno, Gempa di Bulan Agustus Bermakna Rakyat Berduka Cita
>> dan Negeri Tidak Aman
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/06/menurut-naskah-kuno-gempa-di-bulan-agustus-bermakna-rakyat-berduka-cita-dan-negeri-tidak-aman>
>>
>> Menurut Naskah Kuno, Gempa di Bulan Agustus Bermakna Rakyat Berduka
>> Cita...
>>
>> Gempa, menurut Naskah Lontar Roga Sangara Bumi, bisa menetralisir atau
>> meniadakan bencana di dunia.
>>
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/06/menurut-naskah-kuno-gempa-di-bulan-agustus-bermakna-rakyat-berduka-cita-dan-negeri-tidak-aman>
>>
>>
>> Senin, 6 Agustus 2018 14:39
>>
>>
>>
>> [image: Menurut Naskah Kuno, Gempa di Bulan Agustus Bermakna Rakyat
>> Berduka Cita dan Negeri Tidak Aman]
>> Twitter/@Sutopo_PN
>> WISATAWAN asing dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
>> di Lombok Utara, pasca gempa bumi yang melanda kawasan ini pada Minggu
>> (5/8/2018) malam. Evakuasi dilakukan menggunakan tiga buah kapal.
>>
>>
>>
>> *GEMPA* bumi di dasar laut, sekitar 18 kilometer sebelah Barat Laut
>> Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB,
>> membawa duka.
>> Gempa, menurut Naskah Lontar Roga Sangara Bumi, bisa menetralisir atau
>> meniadakan bencana di dunia.
>>
>> Dikutip dari situs Bali Shanti, www.balishanti..id
>> <http://www.balishanti.id/lontar-roga-sangara-bhumi/>; Naskah Lontar
>> Roga Sangara Bumi berisi tentang penyebab, jenis, dan tanda-tanda datangnya
>> bencana.
>>
>> *Baca: Angkasa Pura II Gelar Kampanye Keselamatan Penerbangan Sambut
>> Asian Games 2018
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/07/30/angkasa-pura-ii-gelar-kampanye-keselamatan-penerbangan-sambut-asian-games-2018>*
>>
>> Menurut lontar Widhi Sastra yang terdapat dalam Roga Sangara Bumi,
>> masyarakat Bali setiap lima tahun sekali harus melaksanakan upacara tawur
>> agung yang disebut dengan Panca wali krama. Upacara ini dilaksanakan di
>> Pura Besakih.
>>
>> Dipaparkan, upacara tersebut merupakan sabda dan titah dari Bhatara
>> Putrajaya yang beristana di Gunung Agung. Sehingga, apabila upacara itu
>> tidak dilakukan, maka Bhatara Putrajaya akan kembali ke Gunung Mahameru.
>>
>> Bhatara Putrajaya kemudian akan menyebarkan segala penyakit mematikan dan
>> membuat hancur dunia, saudara saling bertengkar, dan terjadi kerusuhan.
>>
>> *Baca: Peninggian Jalan Tubagus Angke Arah Pesing Bikin Macet
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/07/30/peninggian-jalan-tubagus-angke-arah-pesing-bikin-macet>*
>>
>> Adapun tujuan dari upacara tawur agung Panca wali krama adalah untuk
>> menghaturkan persembahan berupa jenis-jenis hasil bumi dan hewan ternak,
>> kepada para dewa dan bhutakala.
>>
>> Melalui upacara tawur agung Panca wali krama, diharapkan para dewa tidak
>> marah lagi, dan dapat memaafkan kelakuan manusia. Bumi menjadi bersih
>> (kaparisudha). Demikian pula para bhutakala dapat dinetralisir, sehingga
>> tercipta kedamaian di bumi (sutrepti ikang rat).
>>
>> Masyarakat Bali tidak akan menyalahkan pihak lain ataupun pemerintah
>> terkait adanya bencana. Sebab, adanya bencana justru menyadarkan masyarakat
>> Bali atas kesalahan. Para dewa dan bhutakala marah pada manusia, untuk itu
>> masyarakat Bali lebih banyak menyikapi dengan kearifan lokal yang
>> termanifestasikan di dalam Roga Sangara Bumi.
>>
>> *Baca: Tak Seperti Pertemuan Pertama, Kali Ini Warna Batik Prabowo dan
>> SBY Tak Kompak
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/07/30/tak-seperti-pertemuan-pertama-kali-ini-warna-batik-prabowo-dan-sby-tak-kompak>*
>>
>> Sedangkan Taksuning Jagad Denpasar lewat akun @taksudenpasar menyebutkan
>> makna gempa berdasarkan Kalender Karo. Gempa yang terjadi pada Bulan
>> Agustus atau Kaulu, berarti rakyat berduka cita, negeri tidak aman, serta
>> orang desa banyak bertengkar dan banyak pindah tempat.
>>
>> "Gempa bumi jika terjadi menurut sasih tertentu," tulis admin
>> @taksudenpasar pada Senin (6/8/2018).
>>
>> 'Makna gempa bumi menurut lontar Rogha Senggara Bumi, gempa atau di Bali
>> disebut LINUH adalah sebuah pertanda alam. Gempa bumi jika terjadi pada
>> sasih tertentu 'memiliki makna-makna tertentu' pula.
>>
>>
>>
>> *MAKNA GEMPA BUMI* . Menurut lontar Rogha Senggara Bumi, gempa atau di
>> Bali disebut *LINUH adalah sebuah pertanda alam.* Gempa bumi jika terjadi
>> pada sasih tertentu *memiliki makna² tertentu* pula. . Berikut adalah
>> kutipan _makna gempa bumi_ pada sasih : . 1. *KASA* : _Pada sasih ini
>> Bhatari Sri mayoga_. Dunia tentram, banyak orang berpindah tempat, banyak
>> orang senang, ternak tak kurang makanan . 2. *KARO* : _Bhatari Gangga
>> mayoga_. Hujan lebat berisi angin, pohon semua tumbuh, banyak orang
>> memfitnah . 3. *KETIGA* : _Bhatara Wisnu mayoga_. Bayak hujan, tanaman
>> subur, orang desa banyak bertengkar, banyak bahaya . 4. *KAPAT* : _Bhatara
>> Brahma mayoga_. Jarang hujan, dunia tak aman, orang desa bertengkar,
>> menfitnah dan kecurigaan, pala gantung rusak, dan panas terik. .. 5.
>> *KALIMA* : _Hyang Iswara mayoga_. Pikiran orang bimbang, banyak orang
>> sakit, banyak orang berbuat tidak baik, tidak tentram hatinya. . 6. *KANEM*
>> : _Bhatari Durga mayoga_. Ramalannya banyak orang akan merasa susah, jatuh
>> sakit dan tak tertolongkan, hasil bumi rusak, didesa banyak pencuri, banyak
>> berpindah tempat. . 7. *KAPITU* : _Bhatara Guru mayoga_. Dunia tak aman,
>> orang bingung, menimbulkan keributan, banyak penyakit, krisis pangan, . 8.
>> *KAULU* : _Bhatara Parameswara mayoga_. Rakyat berduka cita, negeri tidak
>> aman, orang desa banyak bertengkar, banyak pindah tempat . 9. *KASANGA* :
>> _Bhatari Uma mayoga_. Banyak orang desa bertengkar, kesusahan, pemerintah
>> ditentang . 10. *KADASA* : _Bhatara Sangkara meyoga_. Buah-buahan banyak,
>> dunia tidak aman, banyak orang dikutuk orang tuanya, orang-orang besar
>> bertentangan, orang banyak lupa dengan orang tuanya, banyak orang mati,
>> banyak pengungsi. . 11. *DESTA* : _Bhatara Shambu mayoga_. Dunia rusak,
>> dagang-dagang susah, ada sesuatu meletus, orang berduka cita, banyak hujan.
>> . 12. *SADDHA* : _Bhatara Anantaboga mayoga_. Dunia ribut, tanaman tidak
>> berhasil, jual-beli sepi, banyak penyakit, orang berduka cita, .. _Kirang
>> langkung nunas Geng Rene Sinampura._ repost dr group wa pssnkk Repost
>> @sekehedemenbali #taksudenpasar
>>
>> Berikut adalah kutipan _makna gempa bumi_ pada sasih :
>>
>> 1. *KASA* : _Pada sasih ini Bhatari Sri mayoga_. Dunia tentram, banyak
>> orang berpindah tempat, banyak orang senang, ternak tak kurang makanan
>> .
>> 2. *KARO* : _Bhatari Gangga mayoga_. Hujan lebat berisi angin, pohon
>> semua tumbuh, banyak orang memfitnah
>> .
>> 3. *KETIGA* : _Bhatara Wisnu mayoga_. Bayak hujan, tanaman subur, orang
>> desa banyak bertengkar, banyak bahaya
>> .
>> 4. *KAPAT* : _Bhatara Brahma mayoga_. Jarang hujan, dunia tak aman, orang
>> desa bertengkar, menfitnah dan kecurigaan, pala gantung rusak, dan panas
>> terik.
>> .
>> 5. *KALIMA* : _Hyang Iswara mayoga_. Pikiran orang bimbang, banyak orang
>> sakit, banyak orang berbuat tidak baik, tidak tentram hatinya.
>> .
>> 6. *KANEM* : _Bhatari Durga mayoga_. Ramalannya banyak orang akan merasa
>> susah, jatuh sakit dan tak tertolongkan, hasil bumi rusak, didesa banyak
>> pencuri, banyak berpindah tempat.
>> .
>> 7. *KAPITU* : _Bhatara Guru mayoga_. Dunia tak aman, orang bingung,
>> menimbulkan keributan, banyak penyakit, krisis pangan,
>> .
>> 8. *KAULU* : _Bhatara Parameswara mayoga_. Rakyat berduka cita, negeri
>> tidak aman, orang desa banyak bertengkar, banyak pindah tempat
>> ..
>> 9. *KASANGA* : _Bhatari Uma mayoga_. Banyak orang desa bertengkar,
>> kesusahan, pemerintah ditentang
>> .
>> 10. *KADASA* : _Bhatara Sangkara meyoga_. Buah-buahan banyak, dunia tidak
>> aman, banyak orang dikutuk orang tuanya, orang-orang besar bertentangan,
>> orang banyak lupa dengan orang tuanya, banyak orang mati, banyak pengungsi.
>> .
>> 11. *DESTA* : _Bhatara Shambu mayoga_. Dunia rusak, dagang-dagang susah,
>> ada sesuatu meletus, orang berduka cita, banyak hujan.
>> .
>> 12. *SADDHA* : _Bhatara Anantaboga mayoga_. Dunia ribut, tanaman tidak
>> berhasil, jual-beli sepi, banyak penyakit, orang berduka cita.' tulis
>> @taksudenpasar. *(*)*
>>
>>
>>
>> Artikel ini telah tayang di Wartakotalive
>> <http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/06/menurut-naskah-kuno-gempa-di-bulan-agustus-bermakna-rakyat-berduka-cita-dan-negeri-tidak-aman>
>>  dengan
>> judul Menurut Naskah Kuno, Gempa di Bulan Agustus Bermakna Rakyat Berduka
>> Cita dan Negeri Tidak Aman,
>> http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/06/menurut-naskah-kuno-gempa-di-bulan-agustus-bermakna-rakyat-berduka-cita-dan-negeri-tidak-aman
>> .
>> Penulis: Dwi Rizki
>> Editor: Yaspen Martinus
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
> 
>

Kirim email ke