https://tekno.tempo.co/read/1115359/cina-sukses-uji-coba-senjata-hipersonik-6-kali-kecepatan-suara?
TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8
Cina Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 6 Kali
Kecepatan Suara
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Erwin Prima
Kamis, 9 Agustus 2018 11:36 WIB
Cina sukses menguji coba senjata hipersonik 6 kali kecepatan suara.
Kredit: CCTV/Popular Mechanics
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/09/id_724793/724793_720.jpg>
Cina sukses menguji coba senjata hipersonik 6 kali kecepatan suara.
Kredit: CCTV/Popular Mechanics
TEMPO.CO, Beijing - Jumat, 3 Agustus 2018, lalu Cina dilaporkan berhasil
menguji senjata hipersonik
<https://tekno.tempo.co/read/1072182/as-akui-tak-dapat-menangkal-senjata-hipersonik-rusia-dan-cina>
miliknya. Senjata ini direncanakan dapat menembakkan rudal nuklir di
sekitar Bumi hingga enam kali kecepatan suara, menurut situs berita Live
Science yang mengutip China Daily.
Baca: AS Akui Tak Dapat Menangkal Senjata Hipersonik Rusia dan Cina
<https://tekno.tempo.co/read/1072182/as-akui-tak-dapat-menangkal-senjata-hipersonik-rusia-dan-cina>
Baca: Tandingi Rusia dan Cina, AS Kembangkan Rudal Hipersonik
<https://tekno.tempo.co/read/1081908/tandingi-rusia-dan-cina-as-kembangkan-rudal-hipersonik>
Wahana hipersonik Starry Sky-2 ini dilaporkan mampu menembus langit
dengan kecepatan hingga 7.344 km / jam dan dengan cepat memutar balik di
tengah penerbangannya, China Daily melaporkan, roket tersebut berpotensi
untuk meledakkan sesuatu tepat sasaran, melewati sistem pertahanan rudal
yang ada.
Video yang beredar tentang uji peluncuran Starry Sky-2 yang dilakukan di
Cina barat laut menunjukkan wahana itu diluncurkan ke luar angkasa
dengan roket multistage. Setelah terlepas dari peluncurnya, Starry Sky-2
melonjak sekitar lima setengah kali kecepatan suara (Mach 5,5) selama
400 detik dan mencapai ketinggian 100.000 kaki (30,48 km).
Pesawat kemudian melakukan beberapa manuver pada ketinggian sekitar 29
km sebelum mendarat di zona target yang ditentukan. Pengujian ini
disebut sebagai kesuksesan besar bagi Cina.
Pesawat Starry Sky-2, yang saat ini masih dalam proses pengembangan oleh
China Academy of Aerospace Aerodynamics di Beijing, adalah kendaraan
yang disebut waverider. Seperti namanya, waveriders adalah pesawat
berbentuk busur ramping yang dirancang untuk meluncur di sepanjang
gelombang tekanan yang diciptakan oleh tekanan supersonik mereka sendiri.
Waveriders dengan demikian mampu mempertahankan kecepatan hipersonik
yang mengesankan ditambah dengan kemampuan memutar balik dengan cepat di
udara. Hal tersebut membuat sistem pertahanan rudal mereka sulit digagalkan.
Meski pesawat tersebut mungkin bakal siap bertahun-tahun lagi dalam
pertempuran, ahli militer Cina Song Zhongping mengatakan kepada China
Global Times bahwa uji coba yang sukses ini menempatkan Cina berada di
tempat yang sama dengan AS dan Rusia dalam pengembangan sistem hipersonik.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pada Maret 2018 lalu bahwa
militer negaranya sedang mengembangkan senjata hipersonik dengan kode
nama Avangard, yang diklaim mampu mencapai kecepatan Mach 20 dan siap
untuk digunakan sesegera mungkin pada 2020.
Sementara itu, Amerika Serikat juga bersemangat mengembangkan
persenjataannya sendiri, termasuk rudal hipersonik yang mampu
diluncurkan dari pesawat perang. Perusahaan pertahanan Amerika Lockheed
Martin mengungkapkan pada Juni lalu bahwa mereka telah mendapatkan
kontrak hampir US$ 100 juta dalam mengembangkan rudal untuk Angkatan
Udara AS.
Simak artikel tentang senjata hipersonik
<https://www.tempo.co/tag/senjata-hipersonik> lainnya di kanal Tekno
Tempo.co.
LIVE SCIENCE | POPULAR MECHANICS | FARAH DIBAJ