https://tirto.id/catatan-kritis-ylbhi-mengenai-jokowi-maruf-dan-prabowo-sandiaga-cRZv
Catatan Kritis YLBHI Mengenai
Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga
Ketua YLBHI Asfinawati dalam sebuah sesi wawancara di Kantor YLBHI,
Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017). tirto.id/Arimacs Wilander.
<https://tirto.id/catatan-kritis-ylbhi-mengenai-jokowi-maruf-dan-prabowo-sandiaga-cRZv>
Ketua YLBHI Asfinawati dalam sebuah sesi wawancara di Kantor
YLBHI, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017). tirto.id/Arimacs
Wilander.
Oleh: Haris Prabowo - 12 Agustus 2018
/YLBHI menilai dua pasangan capres-cawapres, yang sudah mendaftar ke
KPU, sama-sama memiliki rekam jejak buruk terkait pelanggaran HAM dan
intoleransi./
tirto.id <https://tirto.id/> - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum
Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih
cerdas serta teliti dalam memilih pasangan calon presiden dan wakil
presiden di Pilpres 2019.
Dia menyatakan hal tersebut karena dua pasangan capres-cawapres yang
sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni Joko Widodo-Maruf
Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sama-sama memiliki rekam
jejak buruk berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM dan intoleransi.
Asfinawati berpendapat, dalam pemerintahan, yang dipilih adalah capres
dan cawapres. Sehingga yang berkuasa bukan hanya presiden, namun juga
wakil presiden.
"Dalam pilpres ini, ada capres dan cawapres, bukan hanya capres. Karena
saya mengamati narasi-narasi akhir-akhir ini ada pembodohan, bahwa yang
penting capres bersih. Tapi, ya enggak mungkin. Kita semua tahu dalam
ranah politik, cawapres sangat menentukan," kata Asfinawati kepada
Tirto, pada Minggu (12/8/2018).
Catatannya mengenai kubu Prabowo menyoroti banyaknya pendukung kandidat
ini yang datang dari kelompok yang gemar “main hakim sendiri” kepada
kaum minoritas. Sementara untuk kubu Jokowi, dia menyoroti rekam jejak
Maruf sebagai cawapres. Ketua Umum MUI itu dinilai pernah mendukung
fatwa-fatwa MUI dan mengeluarkan pernyataan yang mendiskriminasi
minoritas sekaligus melanggar prinsip kebebasan berekspresi serta
berpendapat.
"Jadi, kedua calon ini memiliki track record [rekam jejak] yang
sejenis," kata Asfinawati.
Dia juga menilai ada permasalah krusial yang harus dicermati oleh
masyarakat, yakni peluang Pilpres 2019 menjadi ajang politik identitas.
"Seharusnya pemilihan presiden dan wakil presiden lebih merujuk pada
program, mensejahterakan, membangun hukum yang adil, bukan pada
identitas agama atau etnis," kata dia.
Baca juga:
* Nasib Suram Kaum Minoritas di antara Impitan Kubu Jokowi & Prabowo
<https://tirto.id/nasib-suram-kaum-minoritas-di-antara-impitan-kubu-jokowi-prabowo-cRWL>
* Jokowi Sebut Duetnya dengan Cawapres Maruf Amin Saling Melengkapi
<https://tirto.id/jokowi-sebut-duetnya-dengan-cawapres-maruf-amin-saling-melengkapi-cRnM>
* Merayu Pendukung Ahok Agar Tak Golput, Kunci Kemenangan Jokowi
<https://tirto.id/merayu-pendukung-ahok-agar-tak-golput-kunci-kemenangan-jokowi-cRRG>
* Alasan PKS dan PAN Setuju Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo
<https://tirto.id/alasan-pks-dan-pan-setuju-sandiaga-uno-jadi-cawapres-prabowo-cRFd>
Baca juga artikel terkait PILPRES 2019
<https://tirto.id/q/pilpres-2019-c2Z?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
<https://tirto.id/author/harisprabowo?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Addi M Idhom
"Jadi, kedua calon ini memiliki track record [rekam jejak] yang
sejenis," kata Asfinawati.