*Seminar Peringatan Genap 40 Tahun **
 *


 *Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Tiongkok-Jepang Digelar di
 Beijing*

2018-08-13 11:32:50

图片默认标题_fororder_条约1

图片默认标题_fororder_条约3

图片默认标题_fororder_条约2

Seminar akademik internasional dalam rangka memperingati genap 40 tahun Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Tiongkok-Jepang diadakan di Beijing pada hari Sabtu lalu (11/8). Seminar ini bertemakan Mengembangkan Semangat Perjanjian, Memperdalam Persahabatan dan Kerja Sama. Lebih dari seratus sarjana terkenal dan tokoh bersahabat dari Tiongkok dan Jepang hadir dan memberikan pendapat mereka untuk mendorong hubungan Tiongkok-Jepang agar kembali ke jalur tepat dan berkembang secara sehat dan stabil dalam jangka panjang. Mantan Anggota Dewan Negara Tiongkok Dai Bingguo hadir dan menyampaikan pidato pembukaan, Direktur Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Xie Fuzhan dan Mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama juga hadir dan masing-masing menyampaikan pidato pokok dalam pembukaan seminar.

图片默认标题_fororder_条约4戴秉国

Dai Bingguo dalam pidatonya menegaskan, proses perkembangan hubungan Tiongkok-Jepang adalah proses ikatan kepentingan kedua negara yang terus diperluas dan diperdalam. Tahun ini adalah genap 40 tahun sejak dijalankannya reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Tiongkok tidak akan melupakan pastisipasi dan dukungan Jepang dalam reformasi dan keterbukaan Tiongkok selama ini. Kedua pihak hendaknya memegang kesempatan dan menempuh jalan kerja sama dan menang bersama, demi memberikan lebih banyak kesejahteraan kepada rakyat kedua negara.

图片默认标题_fororder_条约6鸠山由纪夫

Yukio Hatoyama dalam pidatonya mengatakan, pengadaan dialog dan koordinasi dengan negara-negara sekitar barulah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Ia mengapresiasi inisitif “Satu Sabuk Satu Jalan” yang dikemukakan Tiongkok. Menurutnya, Jepang dan Tiongkok masing-masing mempunyai keunggulan di bidang teknologi dan dana, sehingga terdapat ruang kerja sama yang besar bagi kedua negara. Dia menghimbau Jepang untuk segera berpartisipasi dalam Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). Selain itu, ia juga berharap kedua negara belajar dari sejarah, menghadapi masa depan, serta memperdalam hubungan kerja sama persahabatan yang saling menghomati, saling memahami dan saling mendukung.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke