*Dapatkah AS Dipercayai*
2018-08-13 11:35:29
http://indonesian.cri.cn/20180813/3ddaa466-ab7f-eaa8-bdc1-c4736f4c9b1f.html
图片默认标题_fororder_锐评1
图片默认标题_fororder_锐评3
图片默认标题_fororder_锐评2
Pada saatnya kurs mata uang Turki, Lira anjlok, Presiden AS Donald Trump
memerintah agar meningkatkan tarif bea cukai impor satu lipat terhadap
produk baja dan aluminum asal Turki, yakni tarif bea cukai menjadi 50%
dan 20%. Sebelumnya, Departeman Keuangan AS mengumumkan pebekuan harta
benda Menteri Kehakiman Turki dan Menteri Urusan Dalam Negeri Turki di
AS. AS dapat melaksanakan sanksi terhadap sekutunya, apalagi negara yang
lain, AS masih tetap adalah anggota komunitas internasional yang dapat
dipercayai dan bertanggung jawab?
Padahalnya, ini bukan pertanyaan yang baru ada sekarang. Setelah
Pertemuan Puncak Pulau Sicilia Grup Tujuh Negara Barat tahun lalu,
Kecewaan Kanselir Jerman Merkel telah kelihatan. Dikatakannya, zaman
yang boleh sepenuhnya mempercayai sekutu lain telah berlalu. Orang Eropa
harus mengontrol nasib sendiri.
Sekarang apa adalah kebijakan diplomatik AS, prioritas AS mungkin
jawabannya yang paling jelas tahun-tahun terakhir ini.
Prioritas AS tidak saja berdiri di posisi yang paling tengah di barisan
depan, bahkan melepaskan tanggung jawab, tidak memenuhi janjinya. Empat
hari saja setelah Trump bersumpah sebagai Presiden, AS mundur dari TPP
yang tercapai oleh 12 negara. Persetujuan Paris yang ditandatangani
berbagai negara untuk mengendalikan perubahaan iklim juga dilepaskan
oleh AS. Persetujuan Nuklir Iran yang dicapai oleh AS, Rusia, Tiongkok,
Inggris, Perancis dengan perundingan beberapa tahun dilepaskan juga
tiga bulan yang lalu. Sejak tahun lalu, AS mundur lagi dari UNESCO dan
beberapa badan internasional. Sebuah negara yang sewaktu-waktunya
melepaskan janjinya dan menolak memikul kewajibannya, patutkah dihormati
dan dipercayai negara lain?
Perselisihan antara Turki dan AS tahun-tahun terakhir ini terdapatlah
banyak penyebab, tapi penyebab pokoknya adalah AS ingin mengontrol Turki
di bidang politik. Namun Turki bukanlah negara mitra perdagangan yang
satu-satunya dikenakan tarif bea cukai oleh AS. Uni Eropa, Kanada,
Meksiko, Rusia, Tiongkok dan India dikenakan tarif bea cukai yang
tinggi. AS yang tidak menaati peraturan internasional dapatkah dipercayai?
Sebagai negara adikuasa yang satu-satunya di dunia, AS mengejar keamanan
mutlak tanpa peduli keamanan negara lain. Anggaran belanja pertahanan AS
pada tahun 2019 mencapai US $ 717, tapi ongkos yang amat besar ini
seolahnya tidak bisa menjamin keamanan AS.
Di kalangan diplomasi Timur Tengah, pernah terdapatlah kalimat Bermusuh
dengan AS sangat menakutkan, tapi berteman dengan AS lebih menakutkan
lagi. AS pernah agresi ke Irak dengan bukti yang palsu, dan menghukumi
mati Saddam, sejumlah pemimpin Timur Tengah yang memandang AS sebagai
sukutunya termasuk Mantan Presiden Mesir Mubarak dibiarkan saja.
Kini, Turki menghadapi tantangan, tapi masih mempunyai pilihan. Presiden
Turki Erdogan menyatakan jelas akhir-akhir ini bahwa Turki mempunyai
pilihan lain.
Sebuah survei pada Mei tahun ini oleh sebuah badan survei Jerman
memperlihatkan, 82% orang Jerman berpendapat AS bukanlah mitra yang
boleh dipercayai, 36% orang Jerman menganggap Rusia lebih boleh
dipercayai, Ternyata, yang mempunyai pandangan serupa bukan hanya orang
Jerman.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com