*Investasi Modal Asing di Tiongkok Terus Meningkat*
2018-08-14 15:15:21
http://indonesian.cri.cn/20180814/2c5d2438-c220-2933-df41-5ecb45b9c5b7.html
Laporan investigasi iklim bisnis Tiongkok tahun 2018 yang dipublikasikan
oleh Kamar Dagang Amerika Serikat atau CCUS pada awal tahun ini
menunjukkan, pada 2017, sebanyak 73 persen perusahaan AS memperoleh
keuntungan melalui bisnisnya di Tiongkok, dan sebanyak 74 persen
perusahaan berencana memperluas investasi di Tiongkok pada 2018.
Proporsi tersebut adalah angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kurang lebih 60 persen perusahaan yang bergabung dalam Kamar Dagang AS
memandang Tiongkok sebagai salah satu dari tiga destinasi investasi.
Sebanyak 46 persen responden berpendapat bahwa dalam tiga tahun ke
depan, Tiongkok akan membuka lebih lanjut pasarnya kepada modal asing.
Sementara itu, 62 persen responden berpendapat, dalam lima tahun yang
lalu, pemerintah Tiongkok telah meningkatkan transparansi dalam hal
pengambilan kebijakan dan komunikasi. Laporan investigasi tersebut
menyatakan, sebagian terbesar perusahaan AS yang berinvestasi di
Tiongkok bersikap optimis terhadap pasar Tiongkok.
Menurut keterangan Kementerian Perdagangan Tiongkok, pada paro pertama
tahun ini, sebanyak 29.591 perusahaan modal asing mendaftarkan diri di
Tiongkok, atau meningkat 96,6 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Jumlah modal asing yang dimanfaatkan secara riil tercatat US$ 68,32
miliar, atau naik 4,1 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Data statistik tersebut menunjukkan, modal asing tetap mempunyai
keyakinan terhadap pasar Tiongkok dan alasannya adalah sebagai berikut:
Pertama, Tiongkok memiliki peluang pertumbuhan baik di bidang produksi
maupun konsumsi. Diperkirakan, pada 2030, jumlah populasi kelas menengah
di seluruh dunia akan mencapai 4,9 miliar jiwa, dan dua per tiga di
antaranya berada di kawasan Asia, dan sebagian terbesarnya berfokus di
Tiongkok. Tiongkok akan memberikan kontribusinya bagi pertumbuhan
ekonomi dunia sebagai salah satu negara besar konsumsi. Seiring dengan
munculnya pola kehidupan yang baru setelah terjadi revolusi teknologi
yang baru, kelas menengah Tiongkok yang baru bersikap lebih terbuka
terhadap produk-produk baru.
Kedua, Tiongkok yang mempunyai rantai industri lengkap akan menyediakan
dukungan yang kuat dan menyeluruh bagi produksi perusahaan modal asing.
Ketiga, kapasitas produksi Tiongkok yang berskala besar-besaran
mempunyai sifat saling melengkapi dengan kemampuan inovasi negara-negara
maju. Biasanya perusahaan dari negara-negara maju memiliki kemampuan
inovasi yang kuat, akan tetapi, adalah satu rantai atau proses yang
panjang dari tahap penelitian sampai ke tahap produksi. Kemampuan
produksi serta pasar besar yang dimiliki Tiongkok akan menarik sejumlah
perusahaan inovatif untuk berinvestasi ke Tiongkok, dan ini akan
membantu teknologi canggih asing secepatnya mengalami komersialisasi di
Tiongkok, dan mengurangi ongkosnya pada tingkat minimum.
Keempat, secara keseluruhan, pemulihan ekonomi dunia akan menyediakan
kondisi eksternal yang menguntungkan bagi penyerapan modal asing oleh
Tiongkok.
Kelima, Tiongkok akan terus meningkatkan keterbukaan terhadap dunia luar
dengan tindakan riil. Pada 28 Juli lalu, Tiongkok secara resmi
memberlakukan daftar negatif akses pasar modal asing edisi 2018.
Pembatasan terhadap modal asing dalam daftar negatif edisi baru tahun
ini berkurang 15 pasal dibanding daftar negatif edisi tahun lalu.
Sejumlah bidang baru terbuka terhadap modal asing, termasuk sektor
moneter. Sementara itu, telah dibatalkan pembatasan terhadap proporsi
saham yang dipegang modal asing di sektor perbankan. Pada 2021, Tiongkok
akan menghapuskan semua pembatasan terhadap modal asing di bidang
moneter. Sementara itu, di sektor manufaktur, Tiongkok telah
menghapuskan pembatasan proporsi saham yang dipegang modal asing di
bidang mobil khusus dan kendaraan tenaga baru. Pembatasan terhadap
proporsi modal asing di bidang kendaraan komersial dan mobil penumpang
akan dihapuskan masing-masing pada 2029 dan 2022.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com