https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-

di-luar-perkiraan

Rabu, 15 Agu 2018 23:20 WIB


 Neraca Dagang Defisit US$ 2 Miliar, Darmin:


 Di Luar Perkiraan

Trio Hamdani - detikFinance
Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> Tweet *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> 0 Komentar <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#komentar> Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168406/neraca-dagang-defisit-us-2-miliar-darmin-di-luar-perkiraan#komentar> *Jakarta* - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada Juli sebesar US$ 2,03 miliar. Defisit ini pun merupakan yang terbesar kedua setelah Juli 2013.

Bagaimana tanggapan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution? Menurut Darmin defisit neraca perdagangan pada Juli ini di luar perkiraan.

Pemerintah pun masih perlu mencari tahu lebih dalam penyebab defisit tersebut.

*Baca juga: *Defisit Neraca Dagang US$ 2 Miliar, Sri Mulyani: Agak Anomali <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/202100/4168262/4/defisit-neraca-dagang-us--2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali>


"Artinya begini kita sendiri memang itu di luar perkiraan banyak orang. Jadi kita memang mencari, mengidentifikasi makin rinci apa saja penyebabnya ini," kata Darmin ditemui usai rapat tertutup dengan pengusaha di The Westin, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

Lanjut Darmin, pemerintah juga mengidentifikasi secara lebih mendetail barang-barang apa saja yang impornya masih tinggi sehingga menyebabkan defisit.

*Baca juga: *Neraca Dagang Defisit US$ 2 Miliar, Terbesar Kedua Setelah 2013 <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/141100/4167449/5/neraca-dagang-defisit-us--2-miliar-terbesar-kedua-setelah-2013>


"Dan kita mengidentifikasi semakin detail apa saja sih barangnya, apa aja sih yang kita impor," ujarnya.

Sementara langkah terkini yang bakal dilakukan pemerintah menurunkan defisit melalui kebijakan biodiesel campuran 20% (B20).

*Baca juga: *Pemerintah akan Setop Impor 500 Komoditas, Ini Barangnya <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/125218/4167309/4/pemerintah-akan-setop-impor-500-komoditas-ini-barangnya>


"Sehingga untuk saat ini barangkali kita, makanya kebijakannya kalau kalian perhatikan kita itu sebelum kita dapat rincian yang menyeluruh itu adalah kebijakan yang sifatnya B20, gitu, karena kita masih mencari detail dari apa saja, sebenarnya karena itu baru terjadi 6 bulan ini," tambahnya.

*Impor melonjak*

Sementara itu Impor Indonesia pada Juli 2018 tercatat US$ 18,27 miliar Naik 31,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara secara bulanan (month to month) impor melonjak 62,17% dibandingkan Juni 2018.

Impor yang masih lebih tinggi dibandingkan ekspor pun menyebabkan defisit neraca perdagangan. Namun menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, jika dilihat pertumbuhan impor dari Mei ke Juli sebenarnya tidak terlalu besar.

*Baca juga: *Neraca Dagang RI Defisit (Lagi) US$ 2 Miliar <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/113558/4167070/4/neraca-dagang-ri-defisit--lagi--us--2-miliar>


"Tapi kalau dihitung impor dari Mei ke Juli langsung kita lupakan yang legokan, Mei ke Juli langsung naiknya cuma 3,5%," kata Darmin

Namun Darmin menyadari, angka tersebut bukan berarti menunjukkan defisit neraca perdagangan sudah lebih baik. Pemerintah masih tetap punya PR mengatasi defisit.

"Walaupun saya tak mengatakan itu sudah bagus karena tetap defisit neraca perdagangan membesar walaupun sudah lambat banget Mei ke Juli," sebutnya.

Adapun yang membuat impor melonjak signifikan dari Juni ke Juli lebih disebabkan adanya libur panjang di Juni. Karenanya impor di Juni turun.

"Bahwa impor bulan Juli meningkat 62%. Seram amat saya bilang. Kalau dia bilang impor non migas saja 71%. Tapi kejadian itu karena dari Mei ke Juni itu impor drop 38%. Kenapa drop 38%, karena libur banyak di Juni, orang nggak ekspor impor ada 2 mingguan kalau nggak salah, sehingga dia drop 38%," tambahnya. *(hns/hns)*


=============


https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-
mulyani-agak-anomali

Rabu, 15 Agu 2018 20:46 WIB


 Defisit Neraca Dagang US$ 2 Miliar, Sri


 Mulyani: Agak Anomali

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> Tweet *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> 0 Komentar <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#komentar>
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168262/defisit-neraca-dagang-us-2-miliar-sri-mulyani-agak-anomali#komentar> *Jakarta* - Neraca Perdagangan Indonesia lagi-lagi mencatat defisit yang mana di bulan Juli mencapai angka US$ 2,03 miliar. Angka tersebut terdiri dari impor sebesar US$ 18,27 miliar dan ekspor sebesar US$ 16,24 miliar.

Merespons hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai capaian itu terjadi karena adanya libur panjang di bulan Juni.

"Statistik yang Juli ini agak anomali. Karena kan ada libur panjang. Jadi ada kegiatan impor terutama, itu banyak yang dilakukan sebelum Lebaran dan libur panjang dan kemudian dikompensasi pada bulan Juli," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

*Baca juga: *Neraca Dagang Defisit US$ 2 Miliar, Terbesar Kedua Setelah 2013 <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/141100/4167449/5/neraca-dagang-defisit-us--2-miliar-terbesar-kedua-setelah-2013>


"Jadi mungkin itu salah satu deviasi statistik yang perlu dibersihkan dulu untuk melihat trennya secara total," sambung dia.

Sri Mulyani menjelaskan pihaknya akan terus fokus melakukan perbaikan dari sisi neraca pembayaran, terutama pada Current Account Defisit (CAD) seperti yang diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dilakukan dengan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menahan impor dalam proyek pemerintah yang dinilai tidak berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

*Baca juga: *Neraca Dagang RI Defisit (Lagi) US$ 2 Miliar <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/113558/4167070/4/neraca-dagang-ri-defisit--lagi--us--2-miliar>


"Langkah-langkah pengamanan tengah dilakukan. Pertama yang memang bisa dikontrol langsung oleh pemerintah adalah melihat kepada seluruh komponen impor dari proyek-proyek pemerintah. Kemudian melakukan pelaksanaan TKDN dan melakukan re-scheduling dari proyek yang memang dianggap tidak memiliki dampak terhadap pertumbuhan terlalu besar atau tidak memiliki urgensi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan kesempatan kerja terlalu tinggi," sambung dia.

Selain itu pemerintah juga akan membatasi impor untuk 500 komoditas dari sektor industri. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari produktivitas hingga kompetisi dari sang komoditas.

*Baca juga: *Pemerintah akan Setop Impor 500 Komoditas, Ini Barangnya <https://finance.detik.com/read/2018/08/15/125218/4167309/4/pemerintah-akan-setop-impor-500-komoditas-ini-barangnya>


"Ada 500 komoditas yang kita akan lihat dari menteri industri apakah komoditas itu diproduksi dalam negeri, kenapa kita tetap impor dan kenapa cukup besar. Kita akan lihat dari sisi competitiveness. Nah, dan kita akan lakukan berbagai upaya-upaya mendukung produktivitas dan competitiveness dari produk industri dalam negeri," kata Sri Mulyani.

Sekadar informasi, nilai impor pada bulan Juli 2018 merupakan angka tertinggi sepanjang catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2008. Di mana angka impor per Juli 2018 mencapai US$ 12,8 miliar. *(hns/hns)*










Kirim email ke