Presiden: banyak salah pengertian soal pembangunan infrastruktur
Kamis, 16 Agustus 2018 09:59 WIB
Presiden: banyak salah pengertian soal pembangunan infrastruktur
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla
(kanan), Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) dan Ketua DPR Bambang
Soesatyo (kiri) bergegas untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR, di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).( ANTARA
FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/foc)
*Orang Aceh bisa mudah terhubung dengan orang Papua, orang Rote bisa
terhubung dengan saudara-saudara kita di Miangas, sehingga bisa semakin
merasakan bahwa kita satu bangsa, satutanah air*
Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menilai masih banyak pihak
yang salah pengertian saat pemerintah gencar membangun infrastruktur
fisik seperti jalan tol, bandara, termasuk transportasi massal seperti
MRT atau LRT.
Padahal, menurut dia, pembangunan infrastruktur fisik sama dengan upaya
pembangunan peradaban.
"Banyak yang masih salah pengertian bahwa ketika kita membangun
infrastruktur fisik seperti jalan tol, bandara, dan juga MRT, LRT,
dilihat hanya dari sisi fisiknya saja, padahal sesungguhnya kita sedang
membangun peradaban, membangun konektivitas budaya, membangun
infrastruktur budaya baru," katanya pada Sidang Tahunan MPR 2018 di
Gedung MPR/DPR/DPD, di Jakarta, Kamis.
Kepala Negara memastikan pembangunan infrastruktur fisik harus dilihat
sebagai cara untuk mempersatukan bangsa serta mempercepat konektivitas
budaya yang bisa mempertemukan berbagai budaya yang berbeda di seluruh
Nusantara.
"Orang Aceh bisa mudah terhubung dengan orang Papua, orang Rote bisa
terhubung dengan saudara-saudara kita di Miangas, sehingga bisa semakin
merasakan bahwa kita satu bangsa, satutanah air," katanya.
Presiden mengatakan sejak awal kepemimpinannya, pemerintah fokus pada
percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan produktivitas dan
daya saing bangsa," katanya.
Percepatan pembangunan infrastruktur, lanjut dia, bukan hanya dimaksud
untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan infrastruktur dibanding
dengan negara lain.
Percepatan pembangunan juga dilakukan guna menumbuhkan sentra-sentra
ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah-daerah di
seluruh penjuru tanah air.
"Itulah sebabnya infrastruktur tidak hanya dibangun di Jawa, tapi di
Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan
Nusa Tenggara, sampai Tanah Papua karena, sebagai bangsa yang majemuk,
kita ingin tumbuh bersama, sejahtera bersama, dari Sabang sampai
Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," tuturnya.
*Baca juga:Pengamanan komplek DPR/MPR diperketat saat sidang Paripurna
tahunan
<https://www.antaranews.com/berita/737682/pengamanan-komplek-dpr-mpr-diperketat-saat-sidang-paripurna-tahunan>
Baca juga:236 anggota MPR tidak hadiri sidang tahunan
<https://www.antaranews.com/berita/737686/236-anggota-mpr-tidak-hadiri-sidang-tahunan>*
Pewarta:Ade Irma Junida
Editor: Royke Sinaga
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com