Bung Jo, Saya cuma pernah sekali nyetir di Jerman dengan kecepatan 150 km/jam. Waktu itu pagi2 berangkat dari Maarssen ke Amstelveen, ambil snacks indonesia, dibawa ke heidelberg, reunie ex ITB di sana. Karena takut snacks nya jadi basi, karena banyak pakai santen, jadi air conditioning mobil dipasang, waktu begitu masuk jerman jalan 150 km/jam, supaya snacksnya tetap segar setibanya di sana. Jam 6.30 berangkat dari Amstelveen, bisa tiba di Heidelberg jam 11.30. Karena saya ada diabetes, sampai tidak brani makan pagi, tkut ngantuk, Jadi cuma tiap kali berhenti sebntar, minum kopi, jalan lagi. Ternyata sampai 2 hari kemudian, sisa semua snacks masih baik. Jadi sebenarnya tidak perlu mbalap-mbalap Sekarang ini saya nyetirnya relax 90 - 100 km/jam kalau pergi sendirian. Di Belanda, baru ada Tesla, yang mobilnya bisa nyetir sendiri ke tempat tujuan. Anak saya pernah coba, dengan tangan dekat stuur, takut dilihat polisi Blanda, bisa didenda besar, memang bisa cari jalan sendiri, mengurangi kecepatan bila perlu dll. Kapan bung Jo ke jermannya tahun depan ? Kami tahun depan, rencananya kalau apartemen baru dekat anak selesai, pindah dekat anak di Amstelveen. Ini baru mulai dibangun. Mungkin di zomer tahun depan atau sesuahnya baru selesai. Banyak terimakasih untuk foto2nya. Apa bung Jo kenal Jo Bien kwan, radioloog di Berlin ? Kami beberapa kali kesana dan mereka ke kami. Apa bung Jo sudah prnah lihat film The Heroes (Wariors) of the Yang clan ? Keluarga Jo bapak, ibu, anak jadi jendral. Si ibu membentuk pasukan rakyat, dibantu anak2 laki2 dan menantu perempuannya bertempur melawan musuh dari utara. Rajanya baru mengirim bantuan makanan, setelah mereka mnang bertempur beberapa kali. Di Indonesia dulu terkenal sebagai Jo Kee Tjiang, ilmu tombak keluarga Jo. Salah satu anak keluarga Jo brguru pada satu pendeta Taoist, yang mengajarkan tombaknya juga bisa dipakai seperti pentung. Sampai sekarang, di Tiongkok masih ada "yang dianggap terlarang", keluarga Jo tidak boleh menikah dengan keluarga Fan. Akan terjadi bencana. Bisa lihat serienya dari Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=Jf0cSwsmo5w Salam, KH
2018-08-16 7:40 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > Bung Djie, > > Kami menyetir mobil bisa 700 km sehari bergantian saya dgn. istri. Kalau > nyetir mobil di provinsi Saskatchewan dan Alberta tidak melelahkan sebab > daerahnya rata tetapi kalau di daerah Rockies Mountain dan Provinsi British > Columbia sangat melelahkan sebab naik-turun gunung. Kami memakai GPS jadi, > jadi tidak kesasar dan gampang mencari tempat yg. dituju. Selain itu > mobilnya dilengkapi dgn. lane control, jadi kalau masuk lane lain tanpa > sengaja (misal: karena ngantuk), mobilnya memberi tanda. Juga pakai cruise > control yg. bisa di program dimana kalau mobil didepan memperlambat, mobil > kami juga memperlambat secara automatis (jadi kalau ngantuk dan mobil depan > mengerem secara mendadak, mobil kami mengerem juga secara automatis). Waktu > kami tinggal di Jerman, istri berani menyetir dgn. kecepatan 170 km/per jam > di Autobahn. Sekarang kami cuma menyetir dgn. kecepatan 120 km/per jam, > karena ada speed limitation 110 km/per jam dan kami tambahin 10 km/per jam, > yg. acceptable utk. polisi radar. Semoga tahun depan bisa ke Jerman (kakak > istri saya tinggal di Jerman), bisa mencoba masih berani atau tidak > menyetir dgn. kecepatan 150 km/per jam saja. > > Kami selalu ke Butchart Garden kalau ke Vancouver Island. Saya akan > cantumkan beberapa foto dari Butchard Garden supaya Bung Djie menikmati > nostalgia dari Garden ini yg. indah yg. dinikmati pada tahun 1998. Saya > posting/cantumkan cuma 2 foto setiap kali sebab file nya besar supaya bisa > dimuat. > > Salam, > BH Jo > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Bung Jo, > Kami kebetulan lewat kota2 yang bung sebutkan di tahun 98, waktu anak saya > baru lulus ujian VWO. > Tanpa setahu sebelumnya kami tiba di Calgary, waktu ada kejuaraan atletik. > Cari hotel susah sekali, > beberapa kali penuh. Akhirnya dapat, milik seorang wanita tua. Wah, luar > biasa dia, beri tarif normal, > tidak gorok tamu seperti hotel2 lainnya. kamarnya besar, ada jacuzzinya di > tengah kamar. > Kami putuskan pergi ke stadion lihat pertandingan atletik. > Enaknya nyetir perlahan lahan dari Calgary ke selatan sepanjang Rocky > Mountains dengan pemandangannya > yang indah. Ingat selain yang bung jo sebutkan lewat Clear Water, Smokey > mountain. Di Vancouver > ke satu bagian kota, wah lha kok mungkin 90% penduduknya orang dari Hong > Kong. Juga ke Victoria > di Vancouver island, lihat kebun2 bunga. > Dari Vancouver kami menuju Seattle, masuk ke Amerika. > Ke Toronto sudah 3 kali. Banyak teman di situ. Ke Vancouver baru sekali. > Tetapi rasanya sekarang kok > tidak sanggup nyetir seperti dulu. Dulu bergantian, jalan rata2 500km > sehari. Baru Amsterdam-Zeist 1 jam > saja kok rasanya sudah lama. > Dua kali terakhir ke Berlin, sudah awang2en untuk nyetir, pilih naik > plane, biar di Berlin dijemput teman. > Sekarang lebih banyak tur atau cruise barengan dengan teman2, sama2 masuk > kuliah 60 tahun yang lalu. > Salam, > KH > > 2018-08-14 9:01 GMT+02:00 bhjo@... [GELORA45] <[email protected]>: > > > > Minggu yg lalu, kami pulang dari kunjungan kami ke kota Calgary (no. 4 > dari urutan list dibawah) dan Vancouver (no. 6). Kami dari provinsi > Saskatchewan, menuju ke Barat ke provinsi Alberta (dimana terletak Calgary) > dan kemudian ke provinsi British Columbia (dimana terletak Vancouver) dgn. > mobil.Juga mengunjungi kota Victoria di Vancouver Island di British > Columbia. Mobil kami harus naik kapal ferry dari continental Canada ke > pulau Vancouver Island (memakan waktu 1 1/2 jam). Sebetulnya tujuan utama > adalah kota Calgary sebab kami akan minta visa utk. Tiongkok di Chinese > General Consulate di Calgary. Kami mau minta 1/"single" entry utk. > mengikuti Reunion dari mantan ITB dari luar negeri dikota Xiamen pada bulan > Oktober 2018. Herannya koq dikasih "multiple" entry yg. berlaku utk. 10 > tahun. Tiongkok rupanya ingin orang luar negeri sering2 datang ke Tiongkok. > Karena ada waktu luang kami juga mengunjungi kota Vancouver dan Victoria di > British Columbia seperti tersebut sebelumnya. Kami sering ke kota Calgary > (no. 4) karena didekat daerah pegunungan Rockies (Rockies Mountain yg. > indah) dimana terletak kota Banff yg. terkenal utk. turis dari seluruh > dunia. Walaupun begitu dimana Calgary menempati no. 4, kami paling senang > di kota Vancouver dimana suasananya seperti di Hong Kong saja dgn. > restoran2 nya. Apalagi di Vancouver, juga ada ribuan orang2 asal > Indonesia.. "Jalan2/pesiar dgn. mobil selama 3 minggu menjalani kira2 4000 > kilometer padahal baru menjalani sebagian kecil dari Canada (negara no. 2 > terluas didunia setelah Rusia). Memang Canada dan Australia adalah negara > yg. enak utk. hidup seperti di berita dari CNN ini. > > > https://www.cnn.com/travel/art icle/worlds-most-liveable-citi > es-2018/index.html > <https://www.cnn.com/travel/article/worlds-most-liveable-cities-2018/index.html> > Most liveable cities 2018: > 1. Vienna, Austria > 2. Melbourne, Australia > 3. Osaka, Japan > 4. Calgary, Canada > 5. Sydney, Australia > 6. Vancouver, Canada > 7. (tie) Toronto, Canada > 7. (tie) Tokyo, Japan > 9. Copenhagen, Denmark > 10. Adelaide, Australia > > > >
