gimana bayarnya?oh ya... urusan pemerintah berikutnya.
On Thursday, August 16, 2018, 7:27:03 AM PDT, [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Denganrupiah semakin “njokowi”, 14.6
--- jonathangoeij@... wrote :
Wuih... debt trap makin dalam aja
kutipan:Masih dalam kicauannya, tokoh pergerakan 77/78 ini mengomentari soal
penetapan kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) SBR004
sebesar 8,0 persen, lebih tinggi dibanding SBR003 yang diterbitkan Mei lalu
sebesar 6,8 persen.
--- ajegilelu@... wrote :
Tim Ekonomi Jokowi Keseringan Pakai Istilah Anomali, Rizal Ramli: Ngopi GihDi
Anomali Coffee
KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 11:32:00WIB | LAPORAN: SUKARDJITO
RMOL. Defisit neracadagang mencapai 2 miliar dolar AS, hanya disebut peristiwa
anomali oleh MenteriKeuangan Sri Mulyani.
Tampaknyatim ekonomi kabinet kerja Jokowi selalu menganggap remeh setiap sinyal
krisisekonomi, sehingga ekonom senior DR. Rizal Ramli kembali angkat bicara.
“Setiap ada masalah dilabel 'Anomali' sering banget pake label ‘Anomali'kalau
ndak mampu kurangi efeknya. Padahal semua sudah bisa diperkirakanjauh-jauh
hari. Madamme Anomali, ngopi gih di Anomali Coffee,” kata mantanMenko
Perekonomian era Presiden RI ke 4 Gus Dur dalam kicauannya di Twitter
@ramlirizaldengan disisipi emoji tertawa, Kamis (16/8).
Masih dalam kicauannya, tokoh pergerakan 77/78 ini mengomentari soal
penetapankupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor)
SBR004sebesar 8,0 persen, lebih tinggi dibanding SBR003 yang diterbitkan Mei
lalusebesar 6,8 persen.
“Supaya terus bisa ngutang, harus terbitkan surat utang dengan yieldsemakin
tinggi. Memang ilmu ekonom neoliberal sebatas hanya doyan naikkan hargadan
naikkan utang dengan bunga semakin tinggi,” ujar pria yang akrab disapa RR.
Persoalan ekonomi bangsa menjadi concern ekonom senior DR. Rizal Ramli,jauh
sebelumnya tepatnya enam bulan lalu, ia telah mewanti-wanti bahwaekonomi
Indonesia sudah setengah lampu merah. Anjloknya rupiah dan indekssaham menjadi
tanda dari krisis ekonomi tersebut.
Namun seperti krisis ekonomi 1998 lalu, pemerintah justru tengah berbangga
atascapaian ekonomi yang menurut mereka sedang on the track, tanpa mau
mendengarperingatan bahwa ancaman ada di depan mata jika hanya andalkan utang.
Hasilnya,krisis tetap terjadi.
Pemerintah yang kini digawangi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan justrusibuk
membantah peringatan yang dikeluarkan Menko Perekonomian era
PresidenAbdurrahman Wahid itu.
“6 bulan lalu, RR sudah katakan badan ekonomi Indonesia sedang sakit,
antibodykita lagi lemah. Tapi tim ekonomi Pak Jokowi sibuk bantah-bantah Rizal
Ramli.Soal utang kepedean abis,” ujar RR dalam akun Twitter-nya.
Bagi Rizal, membaca indikasi krisis ekonomi itu mudah. Jika utang swasta
besar,defisit berjalan besar, dan mata uang Indonesia overvalued delapanpersen
maka ekonomi akan bergejolak. Apalagi jika kondisi itu ditambah dengansektor
riil yang mandek dan cara pemerintah Indonesia hadapi makro ekonomisangat
konservatif.
Lebih-lebih, selama ini tim ekonomi Jokowi hanya mengandalkan pada
pengetatandan kontraksi pajak.
“Tim ekonomi Jokowi nggak ngerti kalau rupiah anjlok, semua
indikator-indikatorutang berubah cepat. Kena virus sedikit bisa cepat sakit.
Tim ekonomi PakJokowi tidak memiliki kemampuan antisipatif. Bisanya hanya
menunggu Godot!”tukasnya.