https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-
soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545
Kamis, 16 Agu 2018 17:46 WIB
Sri Mulyani Jawab Kritikan Zulkifli Hasan
soal Utang RI
Danang Sugianto - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#komentar>
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
*FOKUS BERITA* Utang RI Tembus Rp 4.000 Triliun
<https://finance.detik.com/indeksfokus/3466/utang-ri-tembus-rp-4-000-triliun>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169794/sri-mulyani-jawab-kritikan-zulkifli-hasan-soal-utang-ri?_ga=2.4376951.516773485.1534439554-1651202201.1534439545#komentar>
*Jakarta* - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan
menyindir pemerintah tentang utang pemerintah yang sudah tidak wajar.
Sindiran itupun langsung dibalas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam
acara konfrensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019.
Awalnya Sri Mulyani mulai masuk menjelaskan tentang kesehatan postur
APBN. Dia memaparkan data tentang turunnya defisit APBN dan keseimbangan
primer yang semakin menuju arah positif.
"Ini sebabnya Ketua MPR nyeletuk tentang utang. Perkembangan defisit
APBN dan keseimbangan primer hanya untuk membuktikan kami kelola dengan
baik, terutama masalah utang adalah sangat hati-hati," ujarnya di JCC,
Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
*Baca juga: *RI Cicil Utang Rp 400 T, Zulkifli Hasan: Di Luar Batas
Kewajaran
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/095742/4168782/4/ri-cicil-utang-rp-400-t-zulkifli-hasan-di-luar-batas-kewajaran>
Sri Mulyani memaparkan defisit APBN paling besar terjadi pada 2015
sebesar 2,59% terhadap PDB senilai Rp 298,5 triliun. Setelah itu defisit
APBN semakin mengecil, hingga pada RAPBN 2019 pemerintah percaya diri
defisit APBN berada di level 1,84% dengan nilai Rp 297,2 triliun.
"Defisit pada 2015 besar karena saat itu menghadapi situasi karena harga
komoditas jatuh. Sehingga defisit agak lebih dalam," tambahnya.
Tingkat keseimbangan primer juga semakin membaik. Pada 2015 berada di
level 1,23% terhadap PDB. Tahun depan pemerintah targetkan berada di
posisi 0,13% terhadap PDB.
Setelah memaparkan data tersebut, Sri Mulyani pun menantang jika ingin
membicarakan utang, maka harus menggunakan bahasa data yang sama.
"Ini sekali lagi ingin membuktikan kalau ingin politisasi utang kita
dalam bahasa yang sama tidak hanya nominal tapi menggunakan rambu-rambu
yang ada, untuk melihat /prudent/ atau tidak /prudent/ kelola utang,"
tegasnya.
*Baca juga: *Ini Sumber Utang RI yang Dicicil Pemerintah Rp 400 Triliun
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/145713/4169445/4/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun>
**Saksikan juga video ' Peringkat Utang RI Naik, Kebijakan Pemerintah
Lebih Kredibel ':
** *(das/fdl)
============
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-
rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu
*
Kamis, 16 Agu 2018 20:14 WIB
Pemerintah Cicil Utang Rp 400 T, Sri
Mulyani: Warisan Masa Lalu
Danang Sugianto - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#komentar>
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
*FOKUS BERITA* Utang RI Tembus Rp 4.000 Triliun
<https://finance.detik.com/indeksfokus/3466/utang-ri-tembus-rp-4-000-triliun>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4170062/pemerintah-cicil-utang-rp-400-t-sri-mulyani-warisan-masa-lalu#komentar>
*Jakarta* - Menteri Keuangan Sri Mulyani
<https://www.detik.com/tag/sri-mulyani/?_ga=2.61021740.1699683712.1534126745-1301841912.1507698642>
Indrawati menepis sindiran Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyindir utang
pemerintah
<https://www.detik.com/tag/utang-pemerintah/?_ga=2.61021740.1699683712.1534126745-1301841912.1507698642>
sudah tidak wajar.
Dia menegaskan bahwa pengelolaan utang
<https://www.detik.com/tag/utang/?_ga=2.61021740.1699683712.1534126745-1301841912.1507698642>
pemerintah semakin baik setiap tahunnya.
Namun dia mengakui, terkait pembayaran utang tahun depan merupakan tahun
yang berat. Sebab utang pemerintah yang jatuh tempo di 2019 cukup besar.
"Banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi di 2019,"
tuturnya dalam acara konfrensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di JCC,
Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Sri Mulyani mengungkapkan jumlah utang pemerintah yang akan jatuh tempo
pada 2019 mencapai Rp 409 triliun. Meski begitu dia menegaskan bahwa
pengelolaan utang pemerintah semakin baik terlihat dari dua indikator
yang menunjukan kesehatan APBN, yakni defisit APBN dan tingkat
keseimbangan primer
*Baca juga: *Ini Sumber Utang RI yang Dicicil Pemerintah Rp 400 Triliun
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/145713/4169445/4/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun>
Dia memaparkan defisit APBN paling besar terjadi pada 2015 sebesar 2,59%
terhadap PDB senilai Rp 298,5 triliun. Setelah itu defisit APBN semakin
mengecil, hingga pada RAPBN 2019 pemerintah percaya diri defisit APBN
berada di level 1,84% dengan nilai Rp 297,2 triliun.
"Defisit pada 2015 besar karena saat itu menghadapi situasi karena harga
komoditas jatuh. Sehingga defisit agak lebih dalam," tambahnya.
Tingkat keseimbangan primer juga semakin membaik. Pada 2015 berada di
level 1,23% terhadap PDB. Tahun depan pemerintah targetkan berada di
posisi 0,13% terhadap PDB.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah juga akan menjagarasio utang
pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 30%.
Sekedar informasi utang pemerintah pusat pada Juli 2018 sebesar Rp
4.235,02 triliun. Angka itu meningkat namun rasio utang pemerintah
terhadap PDB tercatat 29,74% yang dia sebut masih aman.
*Baca juga: *RI Cicil Utang Rp 400 Triliun, Kemenkeu: Masih Mampu Bayar
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/133840/4169278/4/ri-cicil-utang-rp-400-triliun-kemenkeu-masih-mampu-bayar>
Rasio utang terhadap PDB itu memang sejak 2013 masih selalu di bawah
30%. Tahun lalu rasio utang terhadap PDB di 2017 sebesar 29,5%.
Menurutnya rasio utang terhadap PDB RI itu paling rendah dibanding
banyak negara. "Rasio utang terhadap PDB kita termasuk terendah di
dunia," ujarnya. *(das/dna)*
**