https://www.antaranews.com/berita/738043/misbakhun-nilai-pidato-ketua-
mpr-bermateri-kampanye
Misbakhun nilai pidato Ketua
MPR bermateri kampanye
Kamis, 16 Agustus 2018 21:25 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla
(kanan), Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) dan Ketua DPR Bambang
Soesatyo (kiri) bergegas untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR, di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).( ANTARA
FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/foc)
Silahkan berkampanye, tapi jangan memanfaatkan momentum acara
kenegaraan. Apalagi saat ini belum waktunya kampanye."
Jakarta (ANTARA News) - Politisi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun
menilai pidato Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada Sidang Tahunan MPR tahun
2018, sarat bermuatan materi kampanye.
"Saya menyatakan pidato Ketua MPR tidak etis diucapkan dalam sidang
paripurna Tahunan MPR RI yang merupakan event kenegaraan, memperingati
proklamasi kemerdekaan," kata Mukhammad Misbakhun, di Gedung MPR/DPR/DPD
RI, Jakarta, Kamis.
Menurut Misbakhun, pidato yang disampaikan Zulkifli Hasan di hadapan
Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menteri Kabinet,
maupun tamu undangan lainnya, sarat dengan terminalogi kampanye yang
digunakan untuk mengkritik Pemerintah.
Pemerintah, kata dia, telah memberikan penjelasan yang memadai tentang
permasalahan yang bangsa Indonesia, baik persoalan nasional maupun
persoalan yang terkait kondisi ekonomi internasional. "Harus ada
kebesaran jiwa dari ketua MPR RI. Jangan manfaatkan lembaga negara dan
acara kenegaraan untuk memasukkan materi kampanye," ujarnya.
Misbakhun juga mengimbau Zulkifli untuk berkampanye pada tempat yang
tepat, bukan saat memberikan pidato kenegaraan, yang seharusnya ikut
turut menunjukkan sikap kenegarawanan di hadapan masyarakat. "Silahkan
berkampanye, tapi jangan memanfaatkan momentum acara kenegaraan. Apalagi
saat ini belum waktunya kampanye," katanya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI
tahun 2018, menyinggung persoalan kesenjangan sosial dan ekonomi yang
dihadapi Indonesia, kedaulatan rakyat, serta ketidakstabilan harga.
Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018