Kamis, 16 Agu 2018 15:11 WIB
Ini Sumber Utang RI yang Dicicil Pemerintah Rp 400 Triliun
Danang Sugianto - detikFinance
Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4169445/ini-sumber-utang-ri-yang-dicicil-pemerintah-rp-400-triliun#komentar>
Foto: Rachman HaryantoFoto: Rachman Haryanto
*Jakarta*- Jumlah utang pemerintah Indonesia kembali menjadi sorotan.
Kali ini giliran Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan
yang menyebut utang RI sudah di luar batas kewajaran.
Utang pemerintah saat ini sudah di atas Rp 4 ribu triliun. Sumbernya pun
bermacam-macam baik utang bilateral, multilateral hingga surat utang.
*detikFinance*merangkum sumber utang pemerintah berdasarkan data utang
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 3 bulan terakhir. Menurut data Kemenkeu,
Total utang pemerintah per*Mei 2018*sebesar Rp 4.169,09 triliun berasal
dari pinjaman yang nilainya Rp 767,82 triliun. Dalam pinjaman terdapat
yang sifatnya bilateral Rp 322,01 triliun, multilateral Rp 397,80
triliun, komersial Rp 41,38 triliun, dan supplier sebesar Rp 1,22
triliun. Lalu ada juga yang berasal dari pinjaman dalam negeri yang
sebesar 5,40 triliun.
*Baca juga:*RI Cicil Utang Rp 400 T, Zulkifli Hasan: Di Luar Batas
Kewajaran
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/095742/4168782/4/ri-cicil-utang-rp-400-t-zulkifli-hasan-di-luar-batas-kewajaran>
Selanjutnya utang yang berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar
Rp 3.401,77 triliun, yang terdiri dari SBN berdenominasi rupiah sebesar
Rp 2.408,40 triliun dan denominasi valas sebesar Rp 766,63 triliun.
di*Juni 2018*total utang pemerintah pusat tercatat Rp 4.227,7 triliun
tumbuh 14,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari
laporan APBN KiTa disebutkan pinjaman Rp 785,13 triliun tumbuh 7,99%
year on year (yoy). Dari komponen tersebut, pinjaman luar negeri
tercatat Rp 779,81 triliun tumbuh 8,03%.
*Baca juga:*Zulkifli Hasan Kritik Utang Dicicil Rp 400 T, Ini Data Utang
RI
<https://finance.detik.com/read/2018/08/16/124252/4169132/4/zulkifli-hasan-kritik-utang-dicicil-rp-400-t-ini-data-utang-ri>
Dirinci lebih jauh, pinjaman bilateral sebesar Rp 324,76 triliun tumbuh
4,45%, pinjaman multilateral Rp 409,89 triliun, pinjaman komersial Rp
43,81 triliun, pinjaman supplier Rp 1,34 triliun. Untuk pinjaman dalam
negeri tercatat Rp 5,33 triliun tumbuh 2,82%.
Selanjutnya, untuk komposisi utang dari surat berharga negara (SBN)
tercatat Rp 3.442,64 triliun tumbuh 15,54% yoy. Untuk SBN ini dengan
denominasi rupiah tercatat Rp 2.419,67 triliun tumbuh 10,62%. Lalu untuk
surat berharga syariah negara Rp 391 triliun tumbuh 16,12%.
Untuk utang denominasi valas tercatat Rp 1.022,91 triliun tumbuh 29,15%.
Terbagi dalam surat utang negara (SUN) Rp 799,71 triliun dan SBSN Rp
223,26 triliun tumbuh 34,1%.
*Baca juga:*Ketua MPR Kritik Pemerintah di Sidang Tahunan, Ini Kata
Ketua DPR
<https://news.detik.com/read/2018/08/16/131555/4169208/10/ketua-mpr-kritik-pemerintah-di-sidang-tahunan-ini-kata-ketua-dpr>
total utang pemerintah pusat periode*Juli 2018*tercatat Rp 4.253,02
triliun. Angka itu tumbuh 12,51% secara year on year (yoy). Utang itu
setara dengan rasio utang 29,75% terhadap PDB.
Komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp
323,79 triliun yang tumbuh 6,8% atau dengan persentase sebesar 7,61%
dari keseluruhan pinjaman. Kemudian pinjaman multilateral tercatat Rp
411,19 triliun tumbuh 10,77% atau sebanyak 9,67% dari total pinjaman.
Ada juga pinjaman komersial sebesar Rp 43,32 triliun minus 0,87% atau
sebesar 1,02% dari total pinjaman. Lalu ada pinjaman suppliers sebesar
Rp 1,04 triliun atau tumbuh 56,32% dengan persentase 0,03%.
Lebih jauh juga ada pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,79 triliun atau
tumbuh 48,28% atau sebesar 0,03%.
Pinjaman dari surat berharga negara yang berdenominasi rupiah seperti
surat utang negara (SUN) tercatat Rp 2.155,85 triliun tumbuh 10,58% atau
sebanyak 50,69% dari total pinjaman. Selanjutnya surat berharga syariah
negara yang sebesar Rp 518,67 triliun yang tumbuh 24,88% atau sebesar
12,20%.
Sedangkan untuk surat berharga negara berdenominasi valas atau SUN valas
tercatat Rp 692,11 triliun tumbuh 17,95% atau sebanyak 16,27% dari total
pinjaman. Kemudian SBSN denominasi valas tercatat Rp 100,89 triliun atau
tumbuh 8,18% yoy atau sebesar 2,37% dari keseluruhan pinjaman.*(das/hns)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com