https://www.antaranews.com/berita/739588/hampir-400-orang-
tewas-akibat-banjir-di-kerala-india
Hampir 400 orang tewas akibat
banjir di Kerala, India
Senin, 20 Agustus 2018 23:22 WIB
Warga berjalan melewati jalan banjir akibat hujan lebat di Mumbai,
India, Minggu (8/7/2018). (REUTERS/Danish Siddiqui)
Kochi/New Delhi, (ANTARANews) - Jumlah korban tewas akibat banjir
terburuk dalam satu abad belakangan di negara bagian Kerala, India
selatan, Senin, naik menjadi hampir 400 orang.
Korban terus berjatuhan pada saat pemerintah membagikan obat dan
disinfektan untuk menangkal penyakit di kalangan ribuan penampungan
penyintas.
Puluhan orang hilang dan 1,2 juta berlindung di tempat penampungan, kata
pejabat negara, ketika air surut.
"Jumlah korban tewas meningkat menjadi 373," kata pejabat dari bagian
penanggulangan bencana negara kepada Reuters.
Kerala menerima curah hujan lebih tinggi 40 persen daripada curah hujan
normal pada musim hujan, yang berlangsung sejak Juni hingga September.
Hujan deras dalam 10 hari belakangan memaksa petugas melepaskan air dari
puluhan bendungan penuh, yang berbahaya.
Pemerintah India mengklasifikasikan banjir sebagai "bencana yang parah".
Kerala telah meminta agar bencana itu menjadi bencana nasional, yang
jika diterima pemerintah federal, kemungkinan akan mendorong komitmen
dana yang lebih besar untuk upaya bantuan dan pembangunan kembali.
Tapi, tanpa tolok-ukur untuk pernyataan semacam itu, usul tersebut bisa
jadi merupakan tugas berat, kata pejabat negara yang terlibat dengan
manajemen bencana.
Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan menyebut banjir itu sebagai yang
terburuk dalam sejarah India, sehingga lebih dari setengah jutaan orang
mengungsi.
*Baca juga: Banjir India renggut 215 korban jiwa
<https://www.antaranews.com/berita/452932/banjir-india-renggut-215-korban-jiwa>*
Menteri kesehatan federal J.P. Nadda mengatakan lebih dari 3.500 kamp
medis didirikan di seluruh wilayah dengan ukuran lebih kurang seluas
Swiss, lokasi hujan sejak 8 Agustus telah membuat sungai meluap dan
memicu tanah longsor.
"Ada permintaan untuk 90 jenis obat berbeda dan pengiriman pertama telah
dilakukan, " tambahnya.
"Tantangan terbesar segera di masa depan adalah pembersihan rumah yang
terkena banjir, rehabilitasi, dan pencegahan penyakit yang terbawa air,
" kata Mahesh P., seorang pejabat desa di Rayamangalam, sekitar 45Km (28
mil) dari Ibu Kota Perekonomian Kerala, Kochi.
Mahesh mengawasi empat lokasi penampungan bantuan di desanya, yang lolos
dari kerusakan akibat banjir. Kamp menampung orang diselamatkan dari
daerah tetangga, daerah-daerah dengan dampak terburuk.
Penduduk desa berkumpul untuk menyelamatkan orang dan mencegah bencana
lebih besar, kata Mahesh.
"Banjir mendekatkan satu sama lain, berbagi apapun yang mereka punya,"
katanya.
*Baca juga: Korban jiwa banjir Assam, India jadi 32 orang
<https://www.antaranews.com/berita/723415/korban-jiwa-banjir-assam-india-jadi-32-orang>
Baca juga: Jumlah korban jiwa akibat banjir Bihar, India sudah 514 orang
<https://www.antaranews.com/berita/649666/jumlah-korban-jiwa-akibat-banjir-bihar-india-sudah-514-orang>*
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani / Boyke S.
Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018