Uraian yang cukup jelas tentang sosialisme. Wajar kalau 
ada banyak orang Islam dalam Partai Komunis Indonesia 
karena kedekatan paham sosialisme ini.
Tetapi dalam konteks dijadikannya Ma'ruf Amin sebagai 
cawapres Jokowi kan tidak terlihat adanya pergulatan 
pemikiran tentang sosialisme apalagi sedalam uraian Anda 
di bawah. Pengangkatan Ma'ruf Amin cuma soal pragmatisme 
pilpres 2019. Sekedar mempertebal bedak untuk mendekati 
Islam garis keras. Sekedar pengin membuktian "Saya Bukan PKI" 
seperti sering dia angkat dalam pidato di berbagai kesempatan. 
Pragmatisme yang tanpa malu-malu diperkuat dengan munculnya 
pengakuan:
PDIP Akui Cari Dukungan Rizieq ShihabLewat Ma’ruf Amin

Suka atau tidak, pengakuan ini justru mengingatkan pada 
diterbitkannya SP3 untuk Rizieq. Artinya, kerja Jokowi 
bertahun-tahun di istana ya hanya sibuk mencari jalan untuk 
menyangkal isu PKI tsb. Lha isu kok dibawa ke perasaan, 
dipikirin cara menyangkalnya. 

Isu kok disangkal. Diladeni secara telaten.
On Tuesday, August 21, 2018, 10:38:02 PM GMT+7, Roeslan wrote:    


REFLEKSI :  Supaya jelas dalam memahami masalah ajaran ilmu sosial, dan ajaran  
ilmu keagamaan, yang dalam konteks ini adalah masalah ajaran ekonomi Sosialis, 
dan ajaran  ekonomi agama yaitu  ekonomi syariah. Sebaiknya pak Kiyai Ma´ruf 
Amin bisa memberi penjelelasan secara  ilmiah yang mapan apa perbedaan secara  
hakiki antara  ajaran ekonomi sosialisme dan ajaran ekonomi Agama islam 
(ekonomi syariah).

Menurut pemahaman saya sistem ekonomi dalam konteks ilmu sosisal yang tercermin 
dalam ajaran sosialisme ,dan ajaran agama, kususnya agama Islam,  tidak ada 
perbedaan. Dua-duanya menentang system penghisapan manusia atas manusia. Ini 
tercermin dalam :

Misalnya mengenai  ajaran Sosialisme dan komunisme yang menolak adanya system 
penghisapan manusia atas manusia; Ajaran seperti itu juga tercermin jelas dalam 
ajaran agama Islam, yang tercermin dalam Surat Al-An´am (ayat 145), (kitab Al 
Qran 30-Juz huruf arab dan latin- Penerbit Fa SUMATRA- JL.R.D. Sartika 33- 
BANDUNG. Diterbitkan dalam 3 buku berwarna Merah,hiujau dan biru. Diterbitkan 
di Jakrta,31 Mei 1978-DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA- Ketua umum 
:PROF.DR. HAMKA).

Dalam surat Al An´am (ayat 145) yang tertulis alam Kitab yang berwarna merah 
halaman 209, mengajarkan ``haram``hukumnya memakan darah yang mengalir, sama 
halnya dengan memakan bangkai (mayat) atau daging babi. Dalam konteks ini 
memakan darah yang mengalir jangan hanya  dilihat secara harfiah saja, tetapi 
harus di fahammi secara hakiki. Karena secara harfiah artinya memakannya atau  
menghirupnya darah yang mengalir melalui kulit yang dilukai. Tetapi tidak mudah 
mengenalinya atau mengetahuinya bila memakannya atau menghirupnya melalui 
penggunaan tenaga kerjanya. Sebagai contoh misalnya, tuan budak atau kaum 
kapitalis-neoliberal, mereka jelas-jelas  melakukan penghisapan darah yang 
menalir di tubah para pekerjanya. Memang jika kita lihat sepintas lalu  si tuan 
budak, dan kapitalsis - neolib, tidak memakan/menghirup darah yang mengalir 
dalam tubuh si pekerja. Tapi  jika kita melihatnya secara hakiki; Bukankan  
tenaga kerja si budak atau si pekerja (buruh), tidak akan ada, bila tidak ada 
lagi darah yang menaglir dalam tubhuh si budak atau keperja (buruh)!!! .
Cara penghisapan seperti ini hanya nampak  bila kita melihat pembayaran buruh 
murah, yang tidak sesuai dengan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi 
kemanusiaan, seperti yang kita saksikan adanya sismtem upah minimun yang 
hakekatnya adalah penghinaa terhadap kaum buruh dan sekaligus sebagai mesin 
penggerus tenaga kerja lewat PHK dll.Dalam konteks penghisapan manusia atas 
manusia juga tercermin dalam Surat  Al Humazah, surat yang ke 104 (ayat 1-4). 
Dalam kitab Al Quran yang sama, warna Biru halaman1035. yang dengan tegas 
mengutuk orang-orang yang menumpuk-numpuk harta ,yang dalam ilmu sosial disebut 
kapitalis, yang hartanya diperoleh melalui memakan darah yang mengalir dalam 
tubuh orang lain. Inilah bentuk penghisapan manusia atas manusia, yang 
ditentang oleh Surat AL Humazah (ayat 1-4)

 

Masih banyak lagi surat-surat dan ayat-ayat  dalam AL Quran , yang efeknya dan 
substansinya  sama antara ajaran sosialis dan ajaran agama Islam, yang 
dua-duanya membebela kaum yang tertindas. Surat Al Qashsah (Ayat 5-6) dalam 
kitab yang sama warna hijau halaman 607 dikatakan:``kami berjanji akan memberi 
karunia kepada kaum tertindas dan miskin (Mustadhafin) untuk menjadikan mereka 
sebagai pemimpin di bumi dan mewarisi bumi``.Bukankah bila kaum tertindas dan 
miskin telah menjdi pemimpin di bumi dan mewarisi bumi, tidak ada tempat lagi 
bagi para tiran, angkuh dan kaya (mustakbirin) untuk memakan darah yang 
mengalir dalam tubuh kaum tertindas! Inilah yang disebut sosialisme Indonesia 
menurut ajaran Bung Karno. Sejak kapan MUI mau siap melawan sistem perekonomian 
yang berdasarkan atas penghisapan manusia atas manusia?. Pertanyaan ini muncul 
karena kelahiran MUI itu yang membidani adalah rezim diktator militer fasis 
pimpinan jenderal TNI AD, yang selalu mendukung Imperoalisme AS, yang 
menghalalkan penghisapan manusia atas manusia di seluruh dunia.

 

Lalu mengapa kita harus secara keras menentang ajaran sosialisme (sosialisme 
Indonesia) yang tercermin dalam ekonomi Pancasila, yang mengarah pada Pasal 33 
UUD 45. Oleh karena itu sungguh relevan jika kita mendukung ajaran Bung Karno 
yaitu  apa yang disebuat Nasakom, bukan ajaran  ``Nasionalis``- Agama seperti 
ajarannya pak Jokowi-Ma´ruf Amin, yang diangkat sebagai strategi pembangunan 
bangsa Indonesia. Dalam kolnteks ini saya berpendapat bahwa  ajaran tentang 
``Nasionalis``-nya pak Jokowi tidak membela kaum tertindas. Ini tercermin dalam 
4 tahun Jokowi berkuasa masih banyak kaum tertindas yang hidupnya sangat 
mempruhatinkan. Kareana Pasal 27(ayat 2) tidak dilaksanakan, dan Pasak 33 UUD 
45 diblokir, diganti dengan ajaran neoberalisme.

 
Mengenai tuduhan bahwa ajaran komunisme itu anti agama, biasanya si pemberi 
ceramah atau sipenuduh, menghubung-hubungkan dengan ucapan Karl Marx, yang 
mengatakan ``Agama sebagi candu`,` dalam konteks ini biasanya si penuduh (si 
penceramah) secara sengaja tidak mau mengatakan dalam konteks apa Karl Marx 
mengucapkan kata-kata demikian. Karena jika si penuduh atau si penceramah  
menjelaskan kontekanya, malah mungkin si pendengar akan membenarkan Karl Marx. 
Seperti apa yang sudah kita bicaralan diatas bahwa ajaran Karl Marx tentang 
Sosialisme dan Komunisme adalah ajaran yang menolak penghisapan manusia atas 
manusia, atau ajaran  untuk membebaskan kaum tertindas (Mustadhafin) dari 
segala macam penindasan yang dilakukan oleh kauam feodalis dan kaum Kapitalis, 
Jadi logis jika pada saat Karl Marx mengatakan ``Agama sebagi Candu``itu, oleh 
karena pada saat itu Marx menyaksikan lembaga dan penguasa agama menawarkan 
janji-janji sorga disamping derita dan kematian. Yang paling kesal lagi  ketika 
Marx mengrtahui para tokoh agama berkolusi dengan penguasa yang tiran yang 
menindas rakyat dan membodoh-bodhi rakyat. Menyaksikan penomena yang menjadikan 
 agama  sebagai tempat pelarian dari pergulatan sosial yang memerlukan 
penyelesain kongkrit,maka bagi Marx hal itu tak ubahnya sebagai cantu, yang 
menghilangkan derita sementara. Sedang akar persoalannya tak tersentuh sama 
sekali.. Jadi kritk Karl Marx bukanlah hakekat Tuhan dan agama, melainkan 
praktek keberagaman yang tidak menyelesaikan akar penyakit derita yang dialami 
kaum tertindas di Dunia ini, Penomena seperti  juga terlihat di NKRI.
Kesimpulan akhir : Penolakkan Ajaran Sosialisme Indonesia tidak dapat di 
benarkan, jika kita memang iklas dan jujur hendak meningkatkan kesejahteraan 
hidup bangsa (rakyat) Indonesia sesuai dengan amanat penderitaan Rakyat, 
seperti yang di amanatkan oleh Proklamasi Kemerdekaan kita,maka kita harus 
menyadari bahwa Kebangkitan suatu bangsa adalah merupakan fungsi dari sistem 
sosial  suatu bangsa itu sercara keseluruhan. Konstitusi Negara kita telah 
menetapkan bahwa sistem sosial kita adalah  UUD 45 dan Pancasila yang intinya 
adalah Pasal 33 UUD 45. Oleh karena itu bagi NKRI jika mau terus mempertahankan 
kemerdeklaan dan kedaulatannya harus kembali ke UUD 45 naslah asli dan 
Pancasika versi Bung Karno, yaitu Pancasila 

1 Juni 1945.
Roeslan.


Von: Jonathan Goeij    


30/9/2017:

"Semua orang setuju kalau PKI itu tidak boleh hidup harus dicegah harus 
dimatikan," jelas Kiai Maruf..

KH Maruf Amin Angkat Bicara soal Kebangkitan PKI, Begini Katanya 


20/9/2017:

"Ulama Tidak Mau PKI Bangkit Lagi.”

 

18/5/2013:

Kiyai Ma'ruf egaskan, dengan adanya gerakan itu, berarti ada gerakan kembalinya 
PKI.  "Saya melihat memang sudah bangkit ini. Karena itu bagaimana kita, bukan 
hanya mendeteksi dini tapi melakukan penangkalannya terhadap kembalinya gerakan 
PKI ini," tegasnya.

KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI

 

| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI - VOA-ISLAM.COM

Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma'ruf Amin melihat adanya 
geliat kebangkitan gerakan kemba...
 |

 |

 |



  

Kirim email ke