https://www.jawapos.com/nasional/19/09/2017/perlukah-mui-keluarkan-fatwa-soal-pki-nih-jawabannya Perlukah MUI Keluarkan Fatwa soal PKI? Nih Jawabannya
nasional <https://www.jawapos.com/nasional> 19/09/2017, 18:21 WIB | Editor: Ilham Safutra MUI (Istimewa) Share this image *JawaPos.com* - Setiap tahun isu mengenai kebangkitan komunisme dan PKI selalu saja muncul. Sehingga tak jarang membuat suasana jadi gaduh. Lantas perlukah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang PKI dan segala macam penggunaan atributnya? Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnaen, mengatakan pihaknya tidak akan mengeluarkan fatwa mengenai PKI. Mengingat dalam TAP MPRS Nomor 25/1966 tentang Pembubaran PKI sudah jelas disebutkan bahwa segala bentuk ideologi bukan Pancasila dilarang ada di Indonesia. "Itu kan sudah jelas dilarang adanya TAP MPRS Nomor 25 itu," ujar Tengku kepada JawaPos.com, Selasa (19/9). [image: Perlukah MUI Keluarkan Fatwa soal PKI? Nih Jawabannya] *Logo PKI (Pixabay.com)* Oleh sebab itu tidak perlu adanya fatwa yang dikeluarkan oleh MUI. Karena negara sudah melarang adanya PKI dan ajaran-ajaran lain yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar ideologi Indonesia. "Jadi sudah ada TAP MPRS ini, nah itu pidana kalau melanggar," katanya. Selain itu, dalam Pasal 29 Ayat 1 juga sudah jelas disebutkan, Indonesia adalah negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Nah dalam hal ini PKI tidak mengakui adanya Tuhan. Sehingga adanya komunisme dan PKI harus dilawan. "Ini kan artinya kehidupan ateis, dan komunis ini dilarang," pungkasnya. On Fri, Aug 24, 2018 at 12:05 AM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Semakin jelas bahwa pengangkatan Ma’ruf Amin sebagai cawapres cuma perkara > pragmatisme pilpres 2019. Apalagi belakangan muncul suara-suara pembelaan > bahwa pengangkatan Ma’ruf merupakan langkah persuasi Jokowi/PDIP untuk > menghilangkan kesan berjarak dengan kelompok Islam Kanan.. > > Lha ini pembelaan apa pemecahbelahan? Sejak kapan Islam ada Kanan-Kiri? > > Saya tidak tahu apakah Ma’ruf pernah memakai istilah ‘gebuk’. Tetapi semua > media jelas memberitakan Jokowi berkali-kali memakai istilah ‘gebuk’ al.., > > 3 Juni 2017: > Jokowi: Tunjukkan Pada Saya Mana PKI, Saya Akan Gebuk! > > Ray Jordan > > Presiden Joko Widodo bicara soal isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia > (PKI). Jokowi menegaskan tak ada ruang ... > > <https://news.detik.com/berita/d-3519225/jokowi-tunjukkan-pada-saya-mana-pki-saya-akan-gebuk> > > > 14 Maret 2018: > > *Jokowi Ancam "Gebuk" Orang yang Sebarkan Isu Dirinya PKI - > Kompas.comKompas Cyber MediaPresiden Joko Widodo memberi peringatan keras > kepada orang yang menyebarkan fitnah bahwa dirinya terkait PKI. > <https://nasional.kompas.com/read/2018/03/14/19500271/jokowi-ancam-gebuk-orang-yang-sebarkan-isu-dirinya-pki>* > > Entah kenapa selama 4 tahun ini Jokowi sering sekali curhat *“Saya Bukan > PKI” > <https://www.wartaekonomi.co.id/read181681/jokowi-saya-bukan-pki-saya-bukan-anak-china.html> > *dalam berbagai kesempatan pidatonya. Malah bulan lalu (Juli 2018) dia > pidato curhat bahwa isu PKI menusuk pribadinya, > > > *“PKI bubar tahun 1965, saya lahir 1961, apa ada PKI Balita,” > <http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/17/jokowi-akui-isu-pki-yang-pernah-dituduhkan-menusuk-ke-pribadinya>* > > Lha sudah tahu itu cuma isu, dan sudah pasti tidak ada PKI berusia balita, > tapi kenapa bertahun-tahun Jokowi kalangkabut menanggapi isu? Kenapa jadi > penting sekali meladeni isu. > > Yah, suka atau tidak, orang jadi maklum akan kebutuhan* diterbitkannya > SP3 untuk Rizieq > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/229350>* > . > > > --- roeslan12@... wrote: > > Anda menulis, saya kutib: > > Tetapi dalam konteks dijadikannya Ma'ruf Amin sebagai > > cawapres Jokowi kan tidak terlihat adanya pergulatan > > pemikiran tentang sosialisme apalagi sedalam uraian Anda > > di bawah. Pengangkatan Ma'ruf Amin cuma soal pragmatisme > > pilpres 2019. . Sekedar mempertebal bedak untuk mendekati > > Islam garis keras. Sekedar pengin membuktian *"Saya Bukan PKI" * > > seperti sering dia angkat dalam pidato di berbagai kesempatan. > > Pragmatisme yang tanpa malu-malu diperkuat dengan munculnya > > Pengakuan (kutipan selesai). Coba perhatikan artikel artikel dibawah ini. > > 30/9/2017: > > "Semua orang setuju kalau PKI itu tidak boleh hidup harus dicegah harus > dimatikan," jelas Kiai Maruf. > KH Maruf Amin Angkat Bicara soal Kebangkitan PKI, Begini Katanya > <https://www.jawapos.com/nasional/30/09/2017/kh-maruf-amin-angkat-bicara-soal-kebangkitan-pki-begini-katanya> > > > > 20/9/2017: > > "Ulama Tidak Mau PKI Bangkit Lagi.” > <https://www.ngopibareng.id/timeline/ulama-tidak-mau-pki-bangkit-lagi-1461996> > > > > 18/5/2013: > > Kiyai Ma'ruf egaskan, dengan adanya gerakan itu, berarti ada gerakan > kembalinya PKI. "Saya melihat memang sudah bangkit ini. Karena itu > bagaimana kita, bukan hanya mendeteksi dini tapi melakukan penangkalannya > terhadap kembalinya gerakan PKI ini," tegasnya. > KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI > <http://www.voa-islam.com/read/suaraislam/2013/05/18/24654/kh-maruf-amin-waspadai-kebangkitan-pki/#sthash.L6UgsjOo.dpbs> > > > > Semua ucapan Kiyai Ma´ruf Amin tersebut diatas saya tanggapi sebagai > ucapan kebencian yang menagada-ada. Jika memang ada gerakkan umat yang > masih terus menuntut ditegakkannya keadilan yang sejati di NKRI yang > sejalan dengan ideologi Pancasila, yang dalam konteks ini adalah sistem > demokrasi Pancasila yang kita setujui bersama, maka secara otomatis Ma´ruf > Amin mengatakan itu adalah gerakkan PKI. Menurut pengamatan saya, memang > keadilan yang sejati belum ditegakkan di NKRI ini, jadi kalau ada gerakkan > ya logis saja bukan.? Dalam konteks *gerakan* umat, surat *Al Ra´du* .AL > QURAN surat yang ke 13,banyak ayatnya ada 43 ayat. Dalam *Surat Al Ra´du > (ayat 11),* diajarkan:* Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah keadaan > suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri berusaha mengubah diri mereka*. > (Dalam Kitab Al Quran seperti yang sudah saya kemukaan dalam tulisan saya > yang terdahulu, yang dalam konteks ini Kitab tersebut yang berwarna hijau > halaman 362). Istilah kaum dalam agama Islam itu menurut ilmu sosial > diartikan rakyat). Ajaran dalam surat Al Ra´du ayat 11 itu jika kita > analisa sedalam-dalamnya artinya adalah *: Gerakan umat yang menuntuk > keadilan yang sejalan dengan ideologi Pancasila yang sudah kita setujui > bersama dapat dibenarkan!!!.* > > Tapi menurut Kiai Ma´ruf Aminm gerakan itu harus digebuk, untuk maksut > itu Ma´ruf mengatakan bahwa gerakan itu adalah gejala munculnya PKI. Dari > ucapan itu terbaca bahwa Kiyai Ma´ruf menempatkan dirinya lebih tinggi dari > Allah (Tuhan), sehingga berhak untuk mengebuk semua gerakkan umat yang > menuntut keadilan di NKRI ini; *Karena memang keadilan belum ditegakkan > di NKRI ini.* > > > > Jelas semua ucapan Ma´ruf yang tertuang dalam artikel-artikel tersebut > diatas ada kaitannya dengan kampanyae Pemilu 2019. > > Ayat –ayat Al Quran yang saya tunjukkan sama sekali tidak melarang umat > untuk bergerak menuntut keadilan sejati di NKRI; Karena rezim yang > mendominasi kekuasaan politik di negeri ini menganut *ideologi > Neoliberalisme*, oleh karena itu harus ada gerakan kembali ke UUD 45 dan > Pancasila 1 Juni 1945, yang sudah kita setujui bersama. > > > Von: ajeg > > Uraian yang cukup jelas tentang sosialisme. Wajar kalau > ada banyak orang Islam dalam Partai Komunis Indonesia > karena kedekatan paham sosialisme ini. > > Tetapi dalam konteks dijadikannya Ma'ruf Amin sebagai > cawapres Jokowi kan tidak terlihat adanya pergulatan > pemikiran tentang sosialisme apalagi sedalam uraian Anda > di bawah. Pengangkatan Ma'ruf Amin cuma soal pragmatisme > pilpres 2019. Sekedar mempertebal bedak untuk mendekati > Islam garis keras. Sekedar pengin membuktian *"Saya Bukan PKI" * > seperti sering dia angkat dalam pidato di berbagai kesempatan. > Pragmatisme yang tanpa malu-malu diperkuat dengan munculnya > pengakuan: > > *PDIP Akui Cari Dukungan Rizieq Shihab Lewat Ma’ruf Amin > <https://mail.yahoo.com/d/folders/3>* > > Suka atau tidak, pengakuan ini justru mengingatkan pada > *diterbitkannya SP3 untuk Rizieq*. Artinya, kerja Jokowi > bertahun-tahun di istana ya hanya sibuk mencari jalan untuk > menyangkal isu PKI tsb. Lha isu kok dibawa ke perasaan, > dipikirin cara menyangkalnya. > > Isu kok disangkal. Diladeni secara telaten. > > On Tuesday, August 21, 2018, 10:38:02 PM GMT+7, Roeslan wrote: > > > *REFLEKSI :* Supaya jelas dalam memahami masalah ajaran ilmu sosial, dan > ajaran ilmu keagamaan, yang dalam konteks ini adalah masalah ajaran *ekonomi > Sosialis*, dan ajaran *ekonomi agama yaitu ekonomi syariah*. Sebaiknya > pak Kiyai Ma´ruf Amin bisa memberi penjelelasan secara *ilmiah *yang > mapan apa perbedaan secara *hakiki* antara *ajaran ekonomi sosialisme *dan > *ajaran ekonomi Agama islam (ekonomi syariah).* > > Menurut pemahaman saya sistem ekonomi dalam konteks ilmu sosisal yang > tercermin dalam ajaran sosialisme ,dan ajaran agama, kususnya agama > Islam, tidak ada perbedaan. Dua-duanya *menentang system penghisapan > manusia atas manusia. Ini tercermin dalam :* > > Misalnya mengenai ajaran Sosialisme dan komunisme yang *menolak adanya > system* *penghisapan manusia atas manusia*; Ajaran seperti itu juga > tercermin jelas dalam ajaran agama Islam, yang tercermin dalam *Surat* > *Al-An´am > (ayat 145),* (*kitab* *Al Qran 30-Juz huruf arab dan latin- Penerbit Fa > SUMATRA- JL.R.D. Sartika 33- BANDUNG. Diterbitkan dalam 3 buku berwarna > Merah,hiujau dan biru. Diterbitkan di Jakrta,31 Mei 1978-DEWAN PIMPINAN > MAJELIS ULAMA INDONESIA- Ketua umum :PROF.DR. HAMKA).* > > Dalam surat Al An´am (ayat 145) yang tertulis alam Kitab yang berwarna > merah halaman 209, mengajarkan *``haram``hukumnya memakan darah yang > mengalir, *sama halnya dengan memakan bangkai (mayat) atau daging babi. > Dalam konteks ini memakan darah yang mengalir jangan hanya dilihat > secara harfiah saja, tetapi harus di fahammi secara hakiki. Karena secara > *harfiah* artinya memakannya atau menghirupnya darah yang mengalir > melalui kulit yang dilukai. Tetapi tidak mudah mengenalinya atau > mengetahuinya bila memakannya atau menghirupnya melalui penggunaan *tenaga > kerjanya. *Sebagai contoh misalnya, tuan budak atau kaum > kapitalis-neoliberal, mereka jelas-jelas melakukan penghisapan darah yang > menalir di tubah para pekerjanya. Memang jika kita lihat sepintas lalu si > tuan budak, dan kapitalsis - neolib, tidak memakan/menghirup darah yang > mengalir dalam tubuh si pekerja. Tapi jika kita melihatnya secara > hakiki; Bukankan *tenaga kerja* si budak atau si pekerja (buruh), tidak > akan ada, bila tidak ada lagi darah yang menaglir dalam tubhuh si budak > atau keperja (buruh)!!! . > Cara penghisapan seperti ini hanya nampak bila kita melihat pembayaran > buruh murah, yang tidak sesuai dengan pekerjaan dan penghidupan yang layak > bagi kemanusiaan, seperti yang kita saksikan adanya sismtem upah minimun > yang hakekatnya adalah *penghinaa terhadap kaum buruh dan sekaligus > sebagai mesin penggerus tenaga kerja lewat PHK dll.* > Dalam konteks penghisapan manusia atas manusia juga tercermin dalam *Surat > Al Humazah, surat yang ke 104 (ayat 1-4)*. Dalam kitab Al Quran yang > sama, warna Biru halaman1035. yang dengan tegas mengutuk orang-orang yang > menumpuk-numpuk harta ,yang dalam ilmu sosial disebut kapitalis, yang > hartanya diperoleh *melalui* *memakan darah yang mengalir dalam tubuh > orang lain*. Inilah bentuk penghisapan manusia atas manusia, yang > ditentang oleh Surat AL Humazah (ayat 1-4) > > Masih banyak lagi surat-surat dan ayat-ayat dalam AL Quran , yang > efeknya dan substansinya sama antara ajaran sosialis dan ajaran agama > Islam, yang dua-duanya membebela kaum yang tertindas. Surat Al Qashsah > (Ayat 5-6) dalam kitab yang sama warna hijau halaman 607 dikatakan*:``kami > berjanji akan memberi karunia kepada kaum tertindas dan miskin > (Mustadhafin) untuk menjadikan mereka sebagai pemimpin di bumi dan mewarisi > bumi``.*Bukankah bila kaum tertindas dan miskin telah menjdi pemimpin di > bumi dan mewarisi bumi, tidak ada tempat lagi bagi para tiran, angkuh dan > kaya (mustakbirin) untuk *memakan darah yang mengalir dalam tubuh kaum > tertindas*! Inilah yang disebut sosialisme Indonesia menurut ajaran Bung > Karno. Sejak kapan MUI mau siap melawan sistem perekonomian yang > berdasarkan atas penghisapan manusia atas manusia?. Pertanyaan ini muncul > karena kelahiran MUI itu yang membidani adalah rezim diktator militer fasis > pimpinan jenderal TNI AD, yang selalu mendukung Imperoalisme AS, yang > menghalalkan penghisapan manusia atas manusia di seluruh dunia. > > Lalu mengapa kita harus secara keras menentang ajaran sosialisme > (sosialisme Indonesia) yang tercermin dalam ekonomi Pancasila, yang > mengarah pada Pasal 33 UUD 45. Oleh karena itu sungguh relevan jika kita > mendukung ajaran Bung Karno yaitu apa yang disebuat Nasakom, bukan ajaran > ``Nasionalis``- Agama seperti ajarannya pak Jokowi-Ma´ruf Amin, yang > diangkat sebagai strategi pembangunan bangsa Indonesia. Dalam kolnteks ini > saya berpendapat bahwa ajaran tentang ``Nasionalis``-nya pak Jokowi tidak > membela kaum tertindas. Ini tercermin dalam 4 tahun Jokowi berkuasa masih > banyak kaum tertindas yang hidupnya sangat mempruhatinkan. Kareana Pasal > 27(ayat 2) tidak dilaksanakan, dan Pasak 33 UUD 45 diblokir, diganti > dengan ajaran neoberalisme. > > Mengenai tuduhan bahwa ajaran komunisme itu anti agama, biasanya si > pemberi ceramah atau sipenuduh, menghubung-hubungkan dengan ucapan Karl > Marx, yang mengatakan *``Agama sebagi candu`,`* dalam konteks ini > biasanya si penuduh (si penceramah) secara sengaja tidak mau mengatakan > dalam konteks apa Karl Marx mengucapkan kata-kata demikian. Karena jika > si penuduh atau si penceramah menjelaskan kontekanya, malah mungkin si > pendengar akan membenarkan Karl Marx. Seperti apa yang sudah kita > bicaralan diatas bahwa ajaran Karl Marx tentang Sosialisme dan Komunisme > adalah ajaran yang menolak penghisapan manusia atas manusia, atau ajaran > untuk membebaskan kaum tertindas *(Mustadhafin)* dari segala macam > penindasan yang dilakukan oleh kauam feodalis dan kaum Kapitalis, Jadi > logis jika pada saat Karl Marx mengatakan ``Agama sebagi Candu``itu, oleh > karena pada saat itu Marx menyaksikan lembaga dan penguasa agama menawarkan > janji-janji sorga disamping derita dan kematian. Yang paling kesal lagi > ketika Marx mengrtahui para tokoh agama berkolusi dengan penguasa yang > tiran yang menindas rakyat dan membodoh-bodhi rakyat. Menyaksikan > penomena yang menjadikan *agama sebagai tempat pelarian* dari > pergulatan sosial yang memerlukan penyelesain kongkrit,maka bagi Marx hal > itu tak ubahnya sebagai cantu, yang menghilangkan derita sementara. > Sedang akar persoalannya tak tersentuh sama sekali.. Jadi kritk Karl Marx > bukanlah hakekat Tuhan dan agama, melainkan praktek keberagaman yang tidak > menyelesaikan akar penyakit derita yang dialami kaum tertindas di Dunia > ini, Penomena seperti juga terlihat di NKRI. > > *Kesimpulan akhir :* *Penolakkan *Ajaran Sosialisme Indonesia tidak dapat > di benarkan, jika kita memang iklas dan jujur hendak meningkatkan > kesejahteraan hidup bangsa (rakyat) Indonesia sesuai dengan amanat > penderitaan Rakyat, seperti yang di amanatkan oleh Proklamasi Kemerdekaan > kita,maka kita harus menyadari bahwa *Kebangkitan suatu bangsa adalah > merupakan fungsi dari sistem sosial suatu bangsa itu s**e**rcara > keseluruhan. *Konstitusi Negara kita telah menetapkan bahwa sistem sosial > kita adalah UUD 45 dan Pancasila yang intinya adalah Pasal 33 UUD 45. Oleh > karena itu bagi NKRI jika mau terus mempertahankan kemerdeklaan dan > kedaulatannya harus kembali ke UUD 45 naslah asli dan Pancasika versi > Bung Karno, yaitu Pancasila > > 1 Juni 1945. > > Roeslan. > > *Von:* Jonathan Goeij > > 30/9/2017: > > "Semua orang setuju kalau PKI itu tidak boleh hidup harus dicegah harus > dimatikan," jelas Kiai Maruf.. > KH Maruf Amin Angkat Bicara soal Kebangkitan PKI, Begini Katanya > <https://www.jawapos.com/nasional/30/09/2017/kh-maruf-amin-angkat-bicara-soal-kebangkitan-pki-begini-katanya> > > 20/9/2017: > "Ulama Tidak Mau PKI Bangkit Lagi.” > <https://www.ngopibareng.id/timeline/ulama-tidak-mau-pki-bangkit-lagi-1461996> > > 18/5/2013: > > Kiyai Ma'ruf egaskan, dengan adanya gerakan itu, berarti ada gerakan > kembalinya PKI. "Saya melihat memang sudah bangkit ini. Karena itu > bagaimana kita, bukan hanya mendeteksi dini tapi melakukan penangkalannya > terhadap kembalinya gerakan PKI ini," tegasnya. > KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI > <http://www.voa-islam.com/read/suaraislam/2013/05/18/24654/kh-maruf-amin-waspadai-kebangkitan-pki/#sthash.L6UgsjOo.dpbs> > > KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI - VOA-ISLAM.COM > > Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma'ruf Amin melihat > adanya geliat kebangkitan gerakan kemba... > > > > ------------------------------ > Posted by: ajeg <[email protected]> > ------------------------------ >
