https://nasional.tempo.co/read/1119432/ahok-pesan-ke-yenny-wahid-jangan-takut-kehilangan-
jabatan/full&Paging=Otomatis
Ahok Pesan ke Yenny Wahid: Jangan Takut
Kehilangan Jabatan
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Rina Widiastuti
Rabu, 22 Agustus 2018 12:09 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Subekti
<https://statik.tempo.co/data/2017/12/26/id_672213/672213_720.jpg>
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Subekti
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama atau Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok> menuliskan beberapa
pesan dalam secarik kertas untuk Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny
Wahid <https://www.tempo.co/tag/yenny-wahid>. Putri presiden ke-4 RI
Abdurrahman Wahid ini kemudian mengunggah pesan Ahok itu di akun
instagram pribadinya, setelah mengunjungi mantan Gubernur DKI Jakarta
tersebut di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Senin, 20 Agustus
2018.
*Baca: Kunjungi Ahok, Yenny Wahid: Tunggu Saja Sikapnya di Pilpres
<https://nasional.tempo.co/read/1119389/kunjungi-ahok-yenny-wahid-tunggu-saja-sikapnya-di-pilpres>*
Pesan Ahok dengan tulisan tangan itu diunggah Yenny ke instagram
pribadinya @yennywahid pada Rabu dinihari, 22 Agustus 2018. Beberapa di
antaranya, adalah mengingatkan Yenny untuk meneruskan perjuangan untuk
perikemanusiaan, toleransi, dan keadilan. “Contohlah seperti Gus Dur,
jangan takut kehilangan jabatan dengan melanggar kebenaran dan
keadilan,” tulis Ahok seperti dikutip dari akun instagram Yenny pada
Rabu, 22 Agustus 2018.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaja Purnama (Ahok) didampingi Yenny Wahid
meresmikan ruang publik ramah anak (RPTRA) Rusun Pesakih di Duri Kosambi
Jakarta Barat, 5 Maret 2016. TEMPO/Amston Probel
Riwayat pemerintahan Ahok bisa dikatakan hampir mirip dengan ayahanda
Yenny tersebut. Keduanya harus meninggalkan kursi kepemimpinan sebelum
habis masa jabatan. Bedanya, Ahok harus melepas kursi DKI 1 karena kasus
penistaan agama. Sementara Gus Dur, harus melepas kursi RI 1 karena
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kala itu secara resmi
memakzulkan Gus Dur karena dekrit-nya tak memperoleh dukungan. Saat itu,
Gus Dur mengeluarkan dekrit untuk membubarkan MPR/DPR, mempercepat
pemilu dalam waktu satu tahun, dan membekukan Golkar.
*Baca: Relawan Ahok Deklarasi Dukung Jokowi - Ma'ruf di Cikini
<https://nasional.tempo.co/read/1119312/relawan-ahok-deklarasi-dukung-jokowi-maruf-di-cikini>*
Yenny juga mengungkapkan banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuannya
dengan Ahok. Banyak pula cerita yang mereka bagi berdua. “Dia tak
berubah, tetap banyak bercerita, walau sekarang makin banyak hikmah dan
wisdom yang keluar dari mulutnya. Termasuk cerita tentang perjuangannya
untuk mengatasi dirinya sendiri,” tulis Yenny dalam akun instagram-nya.
Si Kokoh yang tetap bersemangat tinggi, begitu Yenny menyebut Ahok,
tetap ingin berjuang untuk negeri. “Bagaimana sikapnya dalam pilpres
nanti? Tunggu saja, dia pasti akan bercerita pada kita semua,” ujar Yenny.
*Baca: Beroleh Tambahan Remisi 2 Bulan, Ahok Bisa Bebas Januari 2019
<https://metro.tempo.co/read/1118183/beroleh-tambahan-remisi-2-bulan-ahok-bisa-bebas-januari-2019>*
Mantan Bupati Belitung Timur itu mendekam di penjara karena dinyatakan
terbukti bersalah melakukan penodaan agama terkait dengan Surat Al
Maidah ayat 51. Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok> divonis dua tahun
penjara, dengan tanggal masuk penjara pada 9 Mei 2017. Ahok diperkirakan
bisa bebas murni pada 24 Januari 2019.