https://www.antaranews.com/berita/740423/mahasiswa-ui-buat-
insektisida-dari-daun-pacar
Mahasiswa UI buat insektisida
dari daun pacar
Rabu, 22 Agustus 2018 22:58 WIB
Lawsonia inermis. (Wikimedia Commons/Atamari)
Depok, Jawa Barat (ANTARA News) - Tiga mahasiswa jurusan Kimia dari
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
(FMIPA UI) membuat insektisida alami dari daun pacar kuku dan limbah
styrofoam.
Menurut Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti
di Depok, Rabu, Nadiatus Silmi, Shella Jeniferani Willyam, dan Redita
Andini Ayundrisa dengan bimbingan Dr. Ir. Antonius Herry Cahyana
memanfaatkan limbah styrofoam untuk membantu reaksi sintesis insektisida
dari daun pacar kuku (/Lawsonia inermis/).
Silmi selaku ketua tim menjelaskan produk insektisida yang selama ini
digunakan mengandung senyawa organofosfat dan organoklorin yang termasuk
kelompok polutan organik persisten (POP), yang sulit terdegradasi dan
bersifat toksik baik terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia.
Kondisi ini menginspirasi ketiga mahasiswi tersebut membuat insektisida
alami dengan memanfaatkan daun pacar kuku serta limbah styrofoam atau
polistirena dalam reaksi pembuatan insektisida.
"Metode yang digunakan jauh lebih sederhana karena tidak membutuhkan
suhu dan tekanan tinggi serta tidak menggunakan pelarut organik
berbahaya sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan," katanya.
Hasilnya, insektisida alami buatan mereka terbukti dapat membunuh nyamuk
dalam waktu kurang lebih tiga menit saja.
"Potensi dari inovasi kami ini dapat dikembangkan menjadi bahan aktif
insektisida yang digunakan dalam bentuk sediaan /lotion/, /gel/, atau
/spray/," katanya.
Hasil penelitian mereka diharapkan bisa membantu mengurangi penggunaan
insektisida berbahaya dan sampah styrofoam, serta meningkatkan kualitas
kesehatan dan lingkungan.
*Baca juga: Kabar gembira, telah ditemukan insektisida anti-malaria
terbaru
<https://www.antaranews.com/berita/640134/kabar-gembira-telah-ditemukan-insektisida-anti-malaria-terbaru>*
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018