https://www.antaranews.com/berita/740370/bahaya-penggunaan-plastik-untuk-
wadah-makanan
Bahaya penggunaan plastik untuk
wadah makanan
Rabu, 22 Agustus 2018 20:52 WIB
Wadah makanan berbahan plastik (Boldsky)
Jakarta (ANTARA News) - Tidak bisa disangkal bahwa plastik menjadi
bagian tak terpisahkan dari hidup kita, terutama sebagai kantung
barang-barang belanjaan bahkan sebagai wadah makanan.
Namun ternyata, penggunaan plastik untuk wadah makanan bisa membayakan
kesehatan tubuh. Berikut adalah alasan mengapa Anda harus menghindari
plastik sebagai wadah makanan, seperti dilansir dari Boldsky:
*1. Dapat menambah berat badan*
Plastik mengandung Bisphenol A (BPA), senyawa yang bertindak seperti
estrogen dalam tubuh manusia dan berikatan dengan reseptor estrogen
dalam tubuh. Senyawa ini mengganggu kerja tubuh dan dapat meningkatkan
berat badan, serta resistensi insulin.
Beberapa penelitian telah mengaitkan paparan BPA dengan obesitas dan
penambahan berat badan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam
Journal of Lipid Research telah menunjukkan bahwa paparan BPA
meningkatkan jumlah sel-sel lemak dalam tubuh.
*Baca juga: 6 barang alternatif eco-friendly pengganti plastik
<https://www.antaranews.com/berita/738307/6-barang-alternatif-eco-friendly-pengganti-plastik>*
*2. Makan tercemar senyawa berbahaya*
Tahukah Anda bahwa memanaskan makanan menggunakan microwave dalam wadah
plastik tidak dianjurkan, karena plastik memiliki kecenderungan untuk
melepaskan senyawa kimia berbahaya setelah dipanaskan.
Ketika senyawa berbahaya dalam plastik bersentuhan dengan hormon
estrogen di dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit
seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan saraf, kanker, disfungsi
tiroid, dan banyak lagi.
*3. Menyebabkan masalah kesuburan*
Phthalate adalah bahan kimia berbahaya lain yang digunakan untuk membuat
plastik menjadi lunak dan fleksibel. Bahan kimia tersebut sering
ditemukan dalam wadah makanan, produk kecantikan, mainan, dan cat. Zat
kimia beracun ini memiliki efek negatif pada kekebalan dan pengaturan
hormon, yang keduanya secara langsung memengaruhi kesuburan.
Selain itu, BPA juga dapat menyebabkan keguguran dan membuat wanita
sulit untuk hamil. Penelitian juga menunjukkan bahwa racun yang
ditemukan dalam plastik dapat menyebabkan cacat lahir dan masalah
perkembangan pada anak-anak.
*Baca juga: Ilmuwan: plastik yang digunakan setiap hari keluarkan gas
rumah kaca
<https://www.antaranews.com/berita/733726/ilmuwan-plastik-yang-digunakan-setiap-hari-keluarkan-gas-rumah-kaca>*
/Penerjemah: Yogi Rachman/
COPYRIGHT © ANTARA 2018