http://suara-islam.com/kritik-acara-konser-dan-hiburan-imam-masjidil-haram-ditangkap/


*Kritik Acara Konser dan Hiburan, Imam Masjidil Haram Ditangkap *

23 Agustus 2018

2.719

Facebook
<http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://suara-islam.com/kritik-acara-konser-dan-hiburan-imam-masjidil-haram-ditangkap/>
Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Kritik+Acara+Konser+dan+Hiburan%2C+Imam+Masjidil+Haram+Ditangkap%20via%20%40SuaraIslamOn&url=http://suara-islam.com/kritik-acara-konser-dan-hiburan-imam-masjidil-haram-ditangkap/>
Google+
<https://plusone.google.com/_/+1/confirm?hl=en&url=http://suara-islam.com/kritik-acara-konser-dan-hiburan-imam-masjidil-haram-ditangkap/&name=Kritik+Acara+Konser+dan+Hiburan%2C+Imam+Masjidil+Haram+Ditangkap>
Cetak
<http://suara-islam.com/kritik-acara-konser-dan-hiburan-imam-masjidil-haram-ditangkap/#>

*Riyadh (SI Online)* – Aparat keamanan Kerajaan Saudi Arabia menangkap dan
menahan seorang imam dan penceramah terkemuka di Masjidil Haram, Makkah,
Syeikh Saleh al-Taleb. Penangkapan terjadi setelah ceramahnya mengritik
pertemuan publik antara perempuan dan lelaki non-muhrim dalam konser dan
acara hiburan lainnya.

Kelompok advokasi Prisoners of Conscie, yang memantau dan mendokumentasikan
penangkapan para pengkhotbah dan ulama Arab Saudi, mengatakan pada Ahad
bahwa Syeikh Saleh al-Taleb ditangkap setelah dia menyampaikan ceramah
tentang kewajiban dalam Islam untuk berbicara menentang kejahatan di depan
umum.

Media Timur Tengah, Khaleej, melaporkan bahwa dalam ceramahnya, Taleb, yang
juga melayani sebagai hakim di Makkah, mencemooh pembauran lelaki dan
perempuan yang bukan muhrim dalam konser dan acara hiburan lainnya.

Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi
dalam ceramahnya, kerajaan dalam beberapa bulan terakhir telah melonggarkan
hukum tentang kehadiran perempuan di acara-acara publik.

Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait
penangkapan Taleb. Beberapa jam setelah penangkapannya, kedua akun Twitter
Taleb yang berbahasa Inggris dan Arab dinonaktifkan.

“Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al
Taleb, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang
melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di
depan umum!,” tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya,
@m3takl_en.

Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang berbasis
di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, “pihak kerajaan melihat semua
orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian”.

“Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, bahkan
mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini tidak
aman,” katanya, yang dilansir Kamis (23/8/2018).

Sejak Mohammed bin Salman, juga dikenal sebagai MbS, menjadi Putra Mahkota
Saudi pada Juni 2017, puluhan imam, aktivis hak-hak perempuan dan anggota
keluarga kerajaan yang berkuasa telah ditahan.

Di antara mereka yang ditangkap adalah ulama Islam terkemuka Salman
al-Awdah, Awad al-Qarni, Farhan al-Malki, Mostafa Hassan dan Safar
al-Hawali.

Al-Awdah dan al-Qarni, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial,
ditangkap September lalu dan dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul
Muslimin, sebuah kelompok yang dinyatakan Arab Saudi sebagai organisasi
teroris.

Sedangkan al-Hawali ditahan setelah menerbitkan buku setebal 3.000 halaman
yang menyerang bin Salman dan keluarga kerajaan yang berkuasa atas hubungan
mereka dengan Israel. Dia menyebutnya sebagai pengkhianatan.

Awal tahun ini, Mohammed bin Salman melunakkan sikap kerajaan terhadap
Israel dengan mengatakan kepada majalah Atlantic yang berbasis di Amerika
Serikat bahwa “Israel memiliki hak atas tanah mereka sendiri” dan “ada
banyak kepentingan yang kami (Arab Saudi) bagikan dengan Israel”.

Pada bulan Maret, Riyadh memberikan izin operator penerbangan nasional
India untuk menggunakan wilayah udaranya untuk mengoperasikan pesawatnya
terbang langsung antara New Delhi dan Tel Aviv dengan melewati wilayah
udara Saudi.

sumber: sindonews.com

Kirim email ke