Bantuan logistik banyak tertimbun di pemerintahan desa
Sabtu, 25 Agustus 2018 04:01 WIB
Bantuan logistik banyak tertimbun di pemerintahan desa
Dusun Apit Aiq, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat,
pasca gempa tektonik 6,9 Skala Richter pada Minggu (19/8), saat ini
menjadi dusun yang hilang karena 126 dari 132 rumah yang ada ambruk.
Apalagi pascagempa Minggu (19/8) kemarin, semakin banyak yang roboh.
Belum ada bantuan, parah,
Mataram, (ANTARA News) - Bantuan logistik bencana gempa yang disalurkan
pemerintah maupun donatur dan relawan dikeluhkan warga pengungsian
banyak tertimbun di pemerintahan daerah perwakilan desa.
"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bantuan itu ada masuk ke
desa, disaksikan juga sama Pak Bupati Lombok Barat, itu dua pekan yang
lalu, sejak gempa 7 SR, tapi sampai sekarang belum juga sampai ke kita,"
kata Bahrain Arhap Hidayat.
Keluhan bernada protes itu disampaikan Mantan Kepala Dusun Apit Aiq,
Desa Batulayar Timur ketika ditemui Antara, Jumat (24/8), di rumahnya
yang berada di lereng perbukitan dekat kawasan wisata Senggigi,
Kabupaten Lombok Barat.
Dia menyampaikannya karena merasa khawatir dengan nasib anak istri dan
seratus lebih keluarga yang tersebar di dusunnya.
Kekhawatiran Bahrain muncul melihat kondisi alam yang sekarang lagi
musim paceklik. Begitu juga dengan mata pencarian sampingan warga
setempat yang sebagian besar bekerja sebagai buruh bangunan.
"Kalau sudah begini, dimana mau dapat penghasilan," ujarnya.
Begitu juga disampaikan Nursa`ad, yang membuka penginapan gratis bagi
para pendaki di Kaki Gunung Rinjani, jalur Senaru, Kabupaten Lombok
Utara. Dia melihat bantuan itu masih ada menumpuk di desa, namun anehnya
tidak disalurkan secara merata.
"Sebenarnya bantuan itu ada, tapi yang kita terima cuma tiga mi instan
dan dua gelas beras, itu pun dapat dua pekan yang lalu," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Munawir Haris, Ketua Yayasan Anak
Pantai yang ada di Dusun Pelabuhan Pandan Tengah, Desa Pelabuhan Pandan,
Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.
Saat ditemui Antara, dia mengaku kecewa dengan kabar yang menyiarkan
pemerintah telah bekerja dan menyalurkan bantuan logistik bagi korban
gempa hingga ke pelosok daerah yang sulit terjangkau dengan kendaraan besar..
Padahal untuk menuju desanya yang berada di pesisir pantai Timur Laut
Pulau Lombok tidak sulit. Kawasan yang berada dekat dengan episentrum
gempa dahsyat pada Minggu (19/8) itu terdapat di antara jalur utama
provinsi.
Dari hasil pengamatan timnya di lapangan, warganya dan dusun maupun desa
tetangganya belum juga merasakan adanya peran pemerintah sejak gempa
pertama yang terjadi pada akhir Juli lalu.
"Kita ini seperti anak ayam kehilangan induk, kemana pemerintah. Ini
bukan maksud mendiskreditkan pemerintah, tapi memang begitu kondisinya
di lapangan," kata Haris.
Karena itu, pemerintah disarankan untuk kembali memantau bantuan yang
telah disalurkan ke desa. Dengan mengandalkan peran dan fungsi tiga
pilar, kades, babinsa maupun bhabinkamtibmas dinilai warga belum
maksimal untuk mengawasi penyalurannya.
"Begini saja, sekarang siapa yang tidak butuh, apalagi sekarang musim
dingin, terpal dan selimut, harga mahal dan sulit kita dapat. Jadi harus
benar-benar di monitor, jangan asal lepas-lepas saja," kata Rozikin,
korban gempa asal Dusun Ceking, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang
Utara, Lombok Tengah.
Rozikin yang mendedikasikan dirinya ikut bergabung dalam tim relawan
desa di wilayahnya ini turut menyampaikan hal yang sama dengan warga
dari daerah lainnya.
Pascagempa akhir Juli lalu yang meluluhlantahkan daerahnya ini mengaku
belum mendapatkan bantuan serta penanganan dari pemerintah.
"Apalagi pascagempa Minggu (19/8) kemarin, semakin banyak yang roboh.
Belum ada bantuan, parah," ucapnya.*
*Baca juga:Mensos segera rehabilitasi Lombok setelah gempa
<https://www.antaranews.com/berita/741304/mensos-segera-rehabilitasi-lombok-setelah-gempa>
Baca juga:BNPB: Tanggap darurat penanganan gempa Lombok berakhir
<https://www.antaranews.com/berita/741295/bnpb-tanggap-darurat-penanganan-gempa-lombok-berakhir>*
Pewarta:Dhimas Budi Pratama
Editor: Erafzon Saptiyulda SAS
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com