https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082
Sabtu 25 Agustus 2018, 19:15 WIB
Pengasuh Ponpes ini Kritik Presiden PKS Beri
Gelar Santri ke Sandi
Audrey Santoso - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#>
61 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#>
Pengasuh Ponpes ini Kritik Presiden PKS Beri Gelar Santri ke Sandi Foto:
Ari Saputra
<https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#><https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#><https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#><https://news.detik.com/berita/d-4182244/pengasuh-ponpes-ini-kritik-presiden-pks-beri-gelar-santri-ke-sandi?_ga=2.44093922.735091151.1535202082-1307589026.1535202082#>
*Jakarta* - Pengasuh Pondok Pesantren Fatihatul Quran, Kiai Mohammad
Monib, mengkritik gelar yang disandangkan Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) kepada Bakal Calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno. Monib
mempertanyakan dasar gelar santri post islamisme yang dilabelkan para
pribadi Sandi.
"Presiden PKS Sohibul Iman semena-mena menggunakan istilah santri post
islamisme. Ini kebingungan epistimologi," kata Monib dalam sebuah
diskusi di D Hotel, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018).
*Baca juga: *Partai Demokrat: Sandiaga Santri Juga, Kan Ada Pesantren
Kilat
<https://news.detik.com/read/2018/08/15/222401/4168360/10/partai-demokrat-sandiaga-santri-juga-kan-ada-pesantren-kilat>
"Mas Sandi tidak pernah di pesantren, dari sisi ilmiah tidak bisa
dipertanggungkawabkan," sambung dia.
Menurut Monib, gelar santri post islamisme hanyalah trik PKS saja untuk
menggambarkan Sandi sebagai calon pemimpin dari kalangan Islam. Karena,
lanjut Monib, gambaran pemimpin Muslim tak ada dalam diri Bakal Calon
Presiden 2019 Prabowo Subianto, yang menjadi pasangan Sandi.
"Pak Prabowo tidak mungkin diceritakan sebagai santri, karena ya kita
tahulah ceritanya Mbak Yenny diminta jadi imam salat. Wajar branding itu
diarahkan kepada Sandi, branding pencitraan Pak Sandi sebagai santri,"
tutur Monib.
*Baca juga: *Sandiaga soal Santri Post-Islamisme: Yang Dimaksud
Santripreneur
<https://news.detik.com/read/2018/08/13/205837/4164692/10/sandiaga-soal-santri-post-islamisme-yang-dimaksud-santripreneur>
Monib menilai PKS sedang membuat narasi tipu daya dengan menyebut Sandi
sebagai santri post islamisme. Monib berpendapat hal itu dilakukan PKS
agar mendapat dukungan dari pesantren-pesantren.
"PKS dengan istilah santri post islamisme ini bagi saya ini narasi tipu
daya agar bisa diterima oleh fakta dukungan politik di tingkat
pesantren. Tapi secara ilmiah ini kekacauan," tandas Monib.
Monib lantas menerangkan makna post islamisme. Menurutnya, istilah itu
adalah paham yang terbuka terhadap gagasan dan ideologi yang berkembang.
*Baca juga: *PKS Jelaskan Definisi Santri Post-Islamisme Sandiaga Uno
<https://news.detik.com/read/2018/08/13/133116/4163864/10/pks-jelaskan-definisi-santri-post-islamisme-sandiaga-uno>
"Konsekuensi yang harus ditanggung kalau ingin mengemas Sandi seorang
dengan citra, branding sebagai santri post islamisme, maka mau nggak mau
itu artinya harus menerima ide, gagasan, ideologi yang berkembang dalam
teori-teori demokrasi," kata Monib.
Monib memberi contoh konsekuensi istilah post islamisme yang dipakai PKS
yaitu seperti menerima kesetaraan antara Muslim dengan non-Muslim,
menerima adanya perbedaan agama dan membela kaum Lesbian, Gay, Biseksual
dan Transgender dari kemarjinalan dan intimidasi.
"Misalnya kalau PKS ingin serius mengemas fase demokrasi, bisa nggak PKS
ini menerima wacana tentang kesetaraan Muslim dan non-Muslim? Bisa nggak
menerima nikah beda agama? Di dalam demokrasi, mau nggak mau ini harus
diterima," ujar Monib.
"Mau tidak, mampu tidak PKS yang membranding, ingin mencitrakan fase
demokrasi, mau nenerima tidak membela LGBT? Ini sebuah problem
tersendiri," sambung Monib.
*(aud/jor)*