*Nasarudin Umar tidak mengetahui bahwa banyak yang nonmuslim masuk ke tanah
suci, antara lain pekerja-pekerja pembuat hotel-hotel mewah di Mekah dan
hubungan kereta api antara Mekah dan Medina. Diantara pekerja itu termasuk
dari negeri Komunis China, selain itu terdapat pangkalan militer asing
(non-Muslim) untuk menjaga keselamatan Arab Saudi*.  *Disamping terdapat
pula 50 instruktor militer Inggris untuk melatih serdadu-serdadu Arab Saudi
untuk berperang di Yemen.*


http://mediaindonesia.com/read/detail/180519-mungkinkah-nonmuslim-ke-tanah-suci-pengalaman-snouck-hurgronje


*Mungkinkah Nonmuslim ke Tanah Suci Pengalaman Snouck Hurgronje*

Penulis: *Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta* Pada: Sabtu,
25 Agu 2018, 00:20 WIB Opini <http://mediaindonesia.com/opini>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/180519-mungkinkah-nonmuslim-ke-tanah-suci-pengalaman-snouck-hurgronje>

<http://twitter.com/home/?status=Mungkinkah%20Nonmuslim%20ke%20Tanah%20Suci%20Pengalaman%20Snouck%20Hurgronje%20http://mediaindonesia.com/read/detail/180519-mungkinkah-nonmuslim-ke-tanah-suci-pengalaman-snouck-hurgronje%20via%20@mediaindonesia>

[image: Mungkinkah Nonmuslim ke Tanah Suci Pengalaman Snouck Hurgronje]
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/08/0014a662e63cd458bf2cd8d5f5a548cc.jpg>

NONMUSLIM sangat tegas dilarang memasuki Kota Suci Mekah. Banyak sekali
cerita dari berbagai negara tentang tragisnya orang-orang nonmuslim yang
memasuki Kota Suci Mekah. Akan tetapi, ada pertanyaan penting, bagaimana
dengan Snouck Hurgronje? Ia yang bernama lengkap Prof Dr Christiaan Snouck
Hurgronje (CSH) (yang lahir pada 1857 dan wafat pada 1936), seorang
orientalis sejati dan pernah menjadi arsitek pemerintah kolonial Hindia
Belanda di kepulauan Nusantara.

Di mata pemerintah Belanda namanya tercatat dengan tinta emas karena
pandangan dan sikapnya sangat mendukung garis politik pemerintah Hindia
Belanda. Di beberapa tempat di Belanda namanya diabadikan di sejumlah
gedung dan aula serbaguna, seperti di Laiden University, foto dan patungnya
dipajang.

Mengapa ia bisa lolos masuk ke Tanah Haram Mekah kalau ia nonmuslim.
Menurut disertasi Prof Dr H Aqib Suminto di dalam Politik Islam Hindia
Belanda, ia tinggal selama 7 bulan (Februari-Agustus 1885) dengan
menyamarkan namanya sebagai Abdul Gaffar. Bahkan ia sempat berjumpa dengan
Qadhi terkemuka Jeddah, yakni Syekh Ismail Agha.

Ia diyakinkan bahwa Abdul Gaffar betul-betul seorang muslim karena ia telah
mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun sumber lain, kepura-puraannya
memeluk Islam hanya untuk ingin mempelajari perilaku jemaah haji dan
pelajar Indonesia di Mekah. Mereka sepulangnya dari tanah suci Mekah banyak
di antaranya menjadi pemimpin pergerakan melawan kolonialisme Belanda.

Apakah ia sudah mualaf ketika itu baru murtad lagi? Ataukah kepicikannya
sebagai seorang arsitek politik dan sekaligus ilmuwan membuatnya bisa
menemukan cela memasuki Kota Mekah? Bagaimana pendapat para ulama,
sejarawan, dan orang-orang Belanda sendiri tentang kehajian CSH? Siapa dan
apa background CSH, mungkin satu-satunya orang yang seunik ini pernah hadir
di depan Kabatullah?

Sementara itu, dalam literature Islam, sangat tegas melarang orang-orang
nonmuslim memasuki Kota Mekkah. Ada sejumlah ayat dan hadis dijadikan dalil
untuk melarang orang-orang nonmuslim ke tanah suci Mekah, antara lain: “Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis,
maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika
kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan
kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah
Mahamengetahui lagi Mahabijaksana”. (QS al-Taubah/9:28).

Para ulama, termasuk kalangan ulama Syi’ah, sepakat menganggap kelompok
Ahli Kitab tidak bisa mendekati atau masuk ke Tanah Haram. Selain ayat di
atas, juga sering dirujuk beberapa ayat sebagai berikut:  “Orang-orang
Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al
Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka,
mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.

Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka
menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain
Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam. Padahal,
mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) selain Dia.

Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Mereka berkehendak
memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan
Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS al-Taubah/9:30-32).

Dalam hadis dan praktik para sahabat, tabi’in, dan dinasti-dinasti yang
pernah berkuasa di dalam dunia Islam tidak pernah mengizinkan nonmuslim
memasuki Tanah Haram. Bahkan banyak cerita misteri orang-orang nonmuslim
berusaha menyelinap ke dalam Tanah Haram berakhir dengan kecelakaan tragis.
Allahu a’lam.

Kirim email ke