*Meriahkan HUT RI ke-73, Huawei Gelar Napak Tilas Kemerdekaan*
Minggu, 26 Agustus 2018 | 13:05
http://sp.beritasatu.com/home/meriahkan-hut-ri-ke-73-huawei-gelar-napak-tilas-kemerdekaan/125771
Meriahkan HUT RI ke-73, Huawei Gelar Napak Tilas Kemerdekaan
[Istimewa]Meriahkan HUT RI ke-73, Huawei Gelar Napak Tilas Kemerdekaan
[Istimewa]
Berita Terkait
* Ponsel Xiaomi Poco F1 Tantang Perang Harga
<http://sp.beritasatu.com/home/ponsel-xiaomi-poco-f1-tantang-perang-harga/125705>
[JAKARTA] Dalam rangka memeriahkan hari Kemerdekaan RI ke-73, Huawei
bersama Selular Network menggelar acara Napak Tilas Kemerdekaan RI 2018
dengan tema Jakarta Kota Joang. Acara Napak tilas Kemerdekaan RI 2018
diikuti oleh 130 peserta yang akan mengikuti lomba marathon di empat
lokasi bersejarah di Jakarta seperti Tugu Proklamasi (Cikini) kemudian
menuju Gedung Joeang (Menteng), Perumusan Naskah Proklamasi (Menteng)
dan Kebangkitan Nasional. Kebanyakan peserta berasal dari komunitas
Penjelajah Budaya.
Marathon tersebut dimulai start dari Tugu Proklamasi kemudian menuju
Gedung Joeang, Perumusan Naskah Proklamasi dan Kebangkitan Nasional
setelah itu kembali lagi menuju Tugu Proklamasi. Dari keempat titik
tersebut, memiliki nilai sejarah yang berbeda-beda. Kegiatan ini
dilakukan untuk mengingatkan kembali masyarakat Indonesia mengenai
sejarah perjuangan bangsa menuju Kemerdekaan.
“Kegiatan Napak Tilas Kemerdekaan merupakan komitmen kami dalam
memperingati kemerdekaan RI ke 73. Ini kami lakukan untuk memberikan
edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai sejarah bangsa Indonesia.
Melalui kecanggihan kamera Huawei P20 Pro dan Nova 3i, masayarakat dapat
mengabadikan momen di museum tersebut,” ujar CEO Selular Network, Uday
Rayana.
Pada tanggal 1 Januari 1961 silam, Presiden Soekarno melakukan
pencangkulan pertama tanah untuk pembangunan Tugu Petir yang kemudian
disebut tugu proklamasi. Tugu ini berbentuk bulatan tinggi berkepala
lambang petir, seperti lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tugu
yang berolokasi di jalan Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta
Pusat, dicantumkan tulisan “Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno
dan Bung Hatta”.
Gedong Joeang 45 dibangun pada sekitar tahun 1920-an. Awalnya, museum
ini sebagai hotel yang dikelola oleh keluarga L.C. Schomper, seorang
berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Museum yang
terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan
Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh
Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau disingkat dengan Munasprok
adalah gedung yang dibangun sebagai monument peristiwa proses perumusan
naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia. Museum yang berlokasi di Jl.
Imam Bonjol No.1, RT.9/RW.4, Menteng, Kota Jakarta Pusat, pertama kali
didirikan pada tahun 1920 dengan gaya arsitektur Eropa.
Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai
monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga
ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi
Oetomo. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah
kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding
van Inlandsche Artsen disingkat STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra.
Museum Kebangkitan Nasional berada tidak jauh dari Pasar Senen, tepatnya
di Jalan Abdurrahman Saleh No.26, sebelum RSPAD Gatot Subroto, Jakarta
Pusat.
Untuk mengabadikan nilai sejarah pada museum tersebut, Huawei mengadakan
lomba foto marathon menggunakan dua smartphone anyar mereka yakni P20
Pro dan Nova 3i. Baik P20 Pro dan Nova 3i ini mengedepankan kamera
sebagai fitur unggulan sehingga sangat pas untuk mengabadikan momen di
museum tersebut. Kedua smartphone Huawei ini juga disokong teknologi AI
pada kamera utama dan selfie.
“Huawei P20 Pro memiliki triple rear camera. Sementara Nova 3i didukung
4 kamera dengan kamera utama ganda dan dua kamera selfie. Dua smartphone
ini sangat cocok mendukung kegiatan fotografi di museum tersebut.
Melalui kegiatan ini kita mengedukasi masayarakat Indonesia tentang
sejarah dan budaya, tak melulu soal produksi ponsel saja,” papar Product
Marketing Manager Huawei, Advent Jose.
Huawei Nova 3i mengusung 4 kamera sebagai fitur unggulan. Dua kamera
utama beresolusi 16MP (color) dengan aperture F/2.2, PDAF dan 2 MP
(color) dengan depth sensor dibubuhi di bagian belakang. Sementara dua
lagi hadir di bagian depan beresolusi 24MP Fusion Pixel f/2.0 dan 2MP
Fixed Focal Length disertai depth sensor.
Baik kamera utama maupun kamera depan Huawei Nova 3i sudah didukung
teknologi AI. Teknologi AI yang disematkan di kamera utama maupun selfie
Huawei Nova 3i meliputi AI Scenery Recognition, AI Beauty Algorithm, HDR
Pro, Low Light Solution, 3D Portrait Lighting dan AR Fun Selfies.
Teknologi AI ini memungkinkan Huawei Nova 3i mengenali sejumlah objek
secara akurat seperti manusia, tanaman, makanan, kendaraan, hewan dan
lainnya. Selain objek, latar belakangnya pun mampu dikenali secara akurat.
Huawei P20 Pro disematkan triple camera dari Leica dengan jumlah piksel
terbanyak dalam ranah smartphone. Lensa utama beresolusi 40MP RGB dengan
aperture f / 1.8 yang dilengkapi fitur Phase Detection Auto-Focus
(PDAF). Hadir pula lensa monokrom 20MP dengan aperture f / 1.6 serta
sensor 8MP yang disertai lensa telephoto dan aperture f / 2.4. Sensor
ISPs dari Leica mampu menyeimbangkan warna secara otomatis ketika
pengambilan gambar.
Kamera utama P20 Pro ini disokong sensor tipe 1/1.7 terbaru yang mampu
menyesuaikan pengambilan gambar dengan pencahayaan rendah atau pada
malam hari. Dikombinasikan dengan sensitivitas tinggi berkat ISO yang
bisa disetel sampai 102400, setara dengan kamera profesional. Kamera
selfie nya ditunjang sensor 24MP dan aperture f/2.0, dilengkapi pula
dengan teknologi modeling wajah 3D yang ditenagai teknologi AI.
Selain Huawei, acara Napak Tilas Kemerdekaan RI 2018 didukung oleh Grab
dan Smartfren.[PR/O-2]
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com