Memang keren Jokowi ini, tentara & polisi pun disuruhnya ikut kampanye. Betul sekali, menjelangpemilu adalah momen paling tepat untuk ngecap. Terpaksa Rakyat harus berani waspada nih. Capres petahana melibatkan TNI-Polri begini bisa-bisa sekali memperpanjang masa jabatan, 2-3 dasawarsa dikuasai. "Berkaitandengan program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak kitalakukan. Saya titip ke seluruh perwira, juga ikut menyosialisasikan, ikutdisampaikan (ke masyarakat) pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikanitu," ujar Jokowi. - JokowiDiminta Jelaskan soal Permintaan TNI-Polri Sosialisasikan Program Pemerintah DYLANAPRIALDO RACHMANKompas.com -25/08/2018, 18:27 WIB JAKARTA,KOMPAS.com - Ketua SETARA Institute Hendardi mengingatkan Presiden Joko Widodountuk bijaksana terkait permintaannya kepada perwira TNI- Polri untuk ikutmenyosialisasikan pencapaian program kerja pemerintah selama ini. Iamenyarankan Jokowi untuk menjelaskan lebih rinci terkait permintaan tersebut. "Tanpapenjelasan lebih detail, pernyataan Jokowi akan mengundang kontroversi yangjustru akan melemahkan kepemimpinan Jokowi dalam menjaga integritas sistemketatanegaraan," kata Hendardi dalam keterangan persnya, Jumat(24/8/2018). Hendardikhawatir kontroversi pernyataan tersebut nantinya akan menimbulkan kegaduhanbaru di tahun politik ini. Menurut dia,ada dua perspektif yang harus diperhatikan. Pertama, pernyataan tersebut bisamengingatkan masyarakat akan doktrin Dwi Fungsi TNI dan Polri pada era OrdeBaru. Pada waktu itu, Presiden Soeharto memanfaatkan dua institusi itu untukmemenangkan kontestasi politik sekaligus menjaga stabilitas keamanan. "PermintaanJokowi dalam batas-batas tertentu bisa dikualifikasi sebagai pelanggaran UUDNegara RI Tahun 1945," kata dia. Pada pasal 30ayat (3) dan (4) UUD 1945 ditegaskan bahwa TNI adalah alat pertahanan negara,sedangkan Polri adalah aparat keamanan dan penegak hukum. Hendardi memaparkan,hubungan presiden dengan TNI dan Polri merupakan hubungan kenegaraan dalamkapasitasnya sebagai kepala negara. "JikaTNI dan Polri diminta menyosialisasikan kinerja pemerintah, maka TNI dan Polribisa dianggap melanggar konstitusi. Dua institusi ini bukanlah anggota kabinetyang berkewajiban mensosialisasikan kinerja pemerintah," ungkapnya. Ia mengingatkannetralitas TNI dan Polri menuntut semua pihak untuk tidak sedikitpun menyeretdua institusi ini pada setiap hajatan politik. Mereka hanya ditugaskan gujamemastikan keamanan negara terjaga dan terciptanya penegakan hukum yang adil. Namun, disisi lain, Hendardi sendiri menilai wajar Jokowi meminta perwira TNI dan Polrimelakukan hal tersebut. Ia melihat Jokowi juga bermaksud agar TNI dan Polrimenjaga stabilitas keamanan dengan memastikan hoaks atau ujaran kebencianterkait kinerja pemerintah bisa diluruskan. "Jadipermintaan ini dalam kerangka upaya penegakan hukum dan keamanan. Sebagaimanadiketahui, materi hoaks menjelang pemilu bukan hanya soal identitas SARA tetapijuga informasi capaian kinerja pemerintah yang dipalsukan dengan tujuanmembangun kebencian pada presiden yang berkuasa," papar dia. PresidenJoko Widodo meminta perwira TNI/Polri untuk ikut menyosialisasikan pencapaianprogram kerja pemerintah selama ini.Hal itu diungkapkan ketika berpidato dihadapan 243 orang Sekolah Staf dan Komando TNI dan Sekolah Staf dan PimpinanTinggu (Sespimti) Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8/2018). "Berkaitandengan program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak kitalakukan. Saya titip ke seluruh perwira, juga ikut menyosialisasikan, ikutdisampaikan (ke masyarakat) pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikanitu," ujar Jokowi. Secarakhusus, Jokowi menekankan pada pemerataan pembangunan yang dilaksanakan padapemerintahannya. Penulis :Dylan Aprialdo Rachmann Editor : Sabrina Asril On Monday, August 27, 2018, 5:36:08 AM GMT+7, ajeg wrote: Panik karena dukungan37% semakin menipis lalu mulai main kasar. Apa 100 jubir yang disiapkan masih dirasa kurang sehingga harus mengerahkan alat negara? Bukannya menjaga ketentraman selama berlangsungnya Asian Games, malah bikin kegaduhan baru. - Minta TNI-Polri Sosialisasi Kinerja Pemerintah, Jokowi Berpotensi LanggarUU dan Konstitusi 24 August 2018 PolitikToday – Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilaiPresiden Jokowi berpotensi melanggar UU dan konstitusi. Penilaian inidisampaikan menanggapi perintah Jokowi kepada anggota TNI dan Polri untukmenjelaskan capaian kinerja pemerintah. Karenaitu, Ferdinand meminta Jokowi untuk lebih banyak belajar mengenai arti alatnegara. Terutama dalam menggunakan TNI dan Polri. Ferdinandmenyebut menginstruksikan TNI dan Polri menjelaskan kinerja pemerintahmerupakan bentuk penyalahgunaan wewenang. Sebab, TNI dan Polri, memiliki tugasmenegakkan kedaulatan NKRI, memeberikan perlindungan, memelihara keamanan danketertiban bukan bertugas sebagai penerjemah pemerintah yang berbau kampanye. “Semualembaga harus tunduk pada aturan dalam UU sebagai turunan dari Konstitusi.Presiden tidak boleh melanggar konstitusi dan UU. TNI Polri tidak bolehberkampanye,” ujar Ferdinand seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya @LawanPolitikJKW, Kamis(24/8/2018). SambungFerdinand, dalam Pilpres 2019, Jokowi merupakan peserta. Karena itu, narasikampanye Jokowi tidak jauh dari capaian kerja selama ini. Dengan memintaTNI-Polri menjelaskan kinerja pemerintah, sama saja menyuruh alat negaramenjadi juru kampanye Jokowi. “Inimelanggar UU dan Konstitusi. Yang mulia presiden @jokowi, mari kita lakukanDemokrasi ini dengan adil, jujur dan transparan. Kekuasaan itu amanah, sekerasapapun upaya kita, jika Allah tidak berkehendak maka itu tidak akan jadi. Makajangan kita bawa bangsa ini ke dalam situasi tak menentu dengan menabraki UU.Kasihan bangsa,” tuturnya. (rt)
Re: [GELORA45] Jokowi minta TNI-Polri 'kampanyekan' kinerja pemerintah
ajeg [email protected] [GELORA45] Mon, 27 Aug 2018 06:42:24 -0700
- [GELORA45] Jokowi minta TNI-Polri 'kam... ajeg [email protected] [GELORA45]
- Re: [GELORA45] Jokowi minta TNI-P... ajeg [email protected] [GELORA45]
- [GELORA45] Akui Kasar, BIN Minta ... ajeg [email protected] [GELORA45]
