https://bisnis.tempo.co/read/1121097/pasca-gempa-lombok-pupr-bangun-50-sumur-air-tanah-dan-500-
mck/full&view=ok
Pasca Gempa Lombok, PUPR Bangun 50 Sumur
Air Tanah dan 500 MCK
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Senin, 27 Agustus 2018 17:03 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1121097/pasca-gempa-lombok-pupr-bangun-50-sumur-air-tanah-dan-500-mck/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Anggota Polri bersama Kodam Jaya mengangkut logistik bantuan kemanusiaan
untuk korban Gempa Lombok di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 Agustus
2018. Logistik bantuan korban bencana yang dikirimkan berupa
obat-obatan, bahan pangan, air bersih, dan pakaian. TEMPO/Fakhri
Hermansyah
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/08/id_724520/724520_720.jpg>
Anggota Polri bersama Kodam Jaya mengangkut logistik bantuan kemanusiaan
untuk korban Gempa Lombok di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 Agustus
2018. Logistik bantuan korban bencana yang dikirimkan berupa
obat-obatan, bahan pangan, air bersih, dan pakaian. TEMPO/Fakhri Hermansyah
*TEMPO.CO, Jakarta -* Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR <https://www.tempo.co/tag/pupr>) memastikan ketersediaan air
bersih pasca gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Direktur
Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan
kementeriannya membuka sumur air tanah di 50 titik dengan besaran
bervariasi, mulai 10-20 liter per detik.
*Baca juga: Bersihkan Puing Gempa Lombok Pemerintah Minim Alat Berat
<https://nasional.tempo.co/read/1121012/bersihkan-puing-gempa-lombok-pemerintah-minim-alat-berat>*
"Setelah bencana, hal yang dibutuhkan adalah air. Namun, akibat gempa,
PDAM tidak berfungsi," ujar Danis di Kantor Kementerian Komunikasi dan
Informatika, Senin, 27 Agustus 2018.
Dengan sumur air tanah itu, Danis meyakini kebutuhan air di Lombok bisa
terpenuhi. Apalagi dengan kapasitas sumur yang ada, tangki berkapasitas
4 ribu liter bisa diisi penuh dalam waktu sekitar 10 menit saja.
"Itu kami sudah berhasil menghidupkan mesin generator agar air keluar,"
ujar Danis. Dari sumur air tanah itu, Danis mengatakan total sudah ada
25 mobil tangki beroperasi untuk mendistribusikan air bersih.
Selain air bersih, Danis mengatakan fasilitas yang tidak kalah penting
bagi para korban bencana adalah sanitasi. Untuk itu, Kementerian PUPR
telah menyediakan 300 fasilitas mandi cuci kakus alias MCK portabel dan
200 MCK bongkar pasang di area pengungsian.
"Untuk sanitasi ini, karena jumlah yang sangat banyak maka kami perlu
ada peningkatan. Ini masih berjalan sampai saat ini," kata Danis.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan fasilitas publik yang terdampak
gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, bisa kembali fungsional
selambatnya Desember 2018. Fasilitas publik itu antara lain sekolah,
rumah ibadah, rumah sakit, hingga pasar.
"Angka fasilitas yang rusak masih bergerak," ujar Danis.
Berdasarkan laporan dari lapangan, Danis mengatakan ada 330 sekolah yang
dilaporkan rusak. Fasilitas lain yang juga mengalami kerusakan adalah
118 rumah sakit dan 22 pasar. "Jumlah itu terus bergerak seiring
pendataan yang masih berlangsung."
Selain fasilitas umum, Kementerian PUPR juga telah memastikan bahwa
infrastruktur PU tetap berfungsi pasca bencana. Tercatat, ada 12
jembatan yang bergeser atau rusak setelah guncangan. Selain itu, terjadi
longsor di beberapa titik.
"Itu langsung kami perbaiki, itu adalah tugas kami di Kementerian PUPR,"
ujar Danis.
Petugas kementerian PUPR
<https://bisnis.tempo.co/read/1121065/pasca-gempa-lombok-fasilitas-umum-ditargetkan-berfungsi-desember>
juga segera memastikan tiga bendungan besar di Nusa Tenggara Barat tak
mengalami kerusakan. Dari pemeriksaan itu, Danis mengatakan semua
bendungan itu aman.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah
terjadi 1.002 gempa susulan sejak gempa utama 7 Skala Richter (SR) pada
5 Agustus 2018 hingga 22 Agustus 2018 pukul 14.00 WITA. Akibat
serangkaian gempa bumi tersebut, data BNPB per 22 Agustus 2018 pukul
04.00 WITA mencatat terdapat 402.529 warga pengungsi, 555 warga
meninggal dunia, 76.765 rumah rusak berat, serta 1.229 fasilitas umum
dan tempat ibadah rusak.