https://www.antaranews.com/berita/742283/alasan-60-koperasi-
di-sukabumi-dibubarkan-kemenkop
Alasan 60 koperasi di Sukabumi
dibubarkan Kemenkop
Senin, 27 Agustus 2018 21:09 WIB
Logo Koperasi (id.wikipedia.org)
Kami sudah menerima informasi tentang rencana pembubaran 60 koperasi
tersebut dari Kemenkop UKM
Sukabumi (ANTARA News) - Sebanyak 60 koperasi di Kota Sukabumi, Jawa
Barat dibubarkan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
(Kemenkop UKM) RI karena terdata sudah tidak aktif dan tidak
beraktivitas lagi.
"Kami sudah menerima informasi tentang rencana pembubaran 60 koperasi
tersebut dari Kemenkop UKM," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM,
Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna di Sukabumi,
Senin.
Namun demikian, pihaknya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu
kepada puluhan koperasi tersebut. Dibubarkannya koperasi itu karena
pengurusnya kemungkinan belum memahami berbagai persyaratan dan kriteria
yang harus dipenuhi oleh pengurus.
Menurutnya,jumlah koperasi saat ini mencapai 314 unit, dari jumlah
tersebut sebanyak 103 koperasi dibubarkan oleh Kemenkop UKM, karena
sudah tidak aktif lagi yang didominasi koperasi kecil yang mengalami
kesulitan dalam penyediaan permodalan hingga pemasaran dan sumber daya
manusia (SDM).
Sehingga dengan adanya pembubaran koperasi oleh Kemenkop UKM jumlah
koperasi yang dibubarkan bertambah menjadi 163 unit. Tetapi,untuk
koperasi besar semakin maju dan berkembang bahkan banyak yang sudah
memiliki aset miliaran rupiah.
"Kunci sukses mengelola koperasi ada di SDM dan permodalan serta
profesionalisme, sebab selama ini koperasi yang dibubarkan karena
manajemen dalam pengurusannya tidak aktif dan kurang profesional,"
tambahnya.
Ayep mengatakan pihaknya rutin melakukan pembinaan ke setiap koperasi
yang aktif sekaligus memberikan imbauan agar pengurus koperasi rutin
melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) yang harus dilaporkan ke
pihaknya, karena RAT merupakan salah satu kewajiban bagi koperasi.
Lanjut dia, Diskop UKMPP tugasnya hanya memberikan pembinaan agar bisa
tetap eksis dan aktif sekaligus menjadi tiang perekonomian masyarakat.
*Baca juga: Koperasi tidak aktif dibubarkan saja
<https://www.antaranews.com/berita/730206/koperasi-tidak-aktif-dibubarkan-saja>*
Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018