https://bisnis.tempo.co/read/1121481/gerindra-tagih-janji-pertumbuhan-ekonomi-ini-kata-sri-mulyani/full&view=ok
Gerindra Tagih janji Pertumbuhan Ekonomi, Ini
Kata Sri Mulyani
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Selasa, 28 Agustus 2018 19:19 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1121481/gerindra-tagih-janji-pertumbuhan-ekonomi-ini-kata-sri-mulyani/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memukul bedug saat merayakan Hari Raya
Idul Adha. Foto/instagram/@smindrawati
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/22/id_727991/727991_720.jpg>
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memukul bedug saat merayakan Hari Raya
Idul Adha. Foto/instagram/@smindrawati
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>Indrawati menyebut pemerintah
terus berusaha menggunakan instrumen-instrumen kebijakan untuk
menggenjot pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pemerintah bisa
menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan.
Baca: Sri Mulyani: Anggaran Perbaikan Gempa Lombok Sudah Cair Rp 1,9 T
<https://bisnis.tempo.co/read/1121140/sri-mulyani-anggaran-perbaikan-gempa-lombok-sudah-cair-rp-19-t>
"Sekarang ini sudah mencapai tingkat /progress/ yang baik, itu kami
lakukan terus," kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa,
28 Agustus 2018.
Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 pemerintah
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di level 5,3 persen. Menurut Sri
Mulyani, proyeksi itu dibuat dengan tetap melihat sumber-sumber
pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan dicapai dan menjadi acuan perhitungan.
"Jadi dalam hal ini kami akan melihat dari sisi /supply /dan /demand/,"
ujar Sri Mulyani. Adapun agregat permintaan berasal dari sisi konsumsi,
investasi, ekspor, maupun pertumbuhan dari pengeluaran pemerintah.
"Jadi angka yang disampaikan di situ adalah angka yang memang
menunjukkan suatu tingkat realistis dan diharapkan akan menimbulkan
kredibilitas dari angka-angka APBN," tutur bekas Direktur Bank Dunia itu.
Sebelumnya Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PKS menyoroti target
pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo atau
Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla. Dalam pidatonya, 16 Agustus 2018,
Presiden Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi di 2019 akan
menyentuh 5,3 persen.
"Padahal pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan untuk
meningkatkan kemakmuran rakyat. Pertumbuhan yang tinggi dapat memberikan
semangat pada rakyat," ujar juru bicara Fraksi Gerindra Ramson Siagian.
Ramson lantas mengingatkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil
Presiden Jusuf Kalla menjanjikan pertumbuhan ekonomi 7 persen. Janji itu
disampaikan sejak Jokowi melaksanakan kampanye. Harapannya pertumbuhan
ekonomi yang menjulang itu bisa meningkatkan kemakmuran rakyat.
"Sampai tahun kelima atau tahun terakhir, program pembangunan kabinet
kerja atau tahun terakhir Jokowi - JK juga masih jauh dari janji
pertumbuhan ekonomi tujuh persen," ujar Ramson.
Sejauh ini, pemerintah masih belum mampu mencapai target yang ditetapkan
setiap tahun. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,79
persen dari target 5,7 persen. Setahun setelahnya, pertumbuhan ekonomi
Indonesia mencapai 5,0 persen dari target 5,2 persen.
Pada 2017, target pertumbuhan 5,17 persen juga tidak tercapai.
Pemerintah hanya mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi di level 5,07
persen. Sementara di 2018 pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,2 persen
pada akhir tahun.
"Fraksi Gerindra sangat mengharapkan pemerintah Jokowi - JK dapat
merealisasikan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di 2019 serta 5,2 persen
di 2018,"ujar Ramson. "Namun jika melihat kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah dan mengelola sumber daya alam Indonesia, Gerindra masih
tanda tanya apakah dapat direalisasikan atau tidak."
Pertumbuhan ekonomi juga menjadi sorotan Fraksi Partai Keadilan
Sejahtera. Melalui juru bicaranya, Adang Sudrajat, PKS berujar realisasi
pertumbuhan ekonomi sejak awal era Presiden Jokowi hanya berkisar 5
persen alias di bawah target 7 persen yang digaungkan pada masa kampanye.
*Baca juga*: Sri Mulyani Kunjungi Korban Gempa Lombok, Serahkan Uang Rp
1 M
<https://bisnis.tempo.co/read/1120224/sri-mulyani-kunjungi-korban-gempa-lombok-serahkan-uang-rp-1-m>
"Ada /gap /dua persen lebih artinya Jokowi - JK gagal penuhi janji
ekonomi. Target tahunan pun selalu gagal dicapai,"ujar Adang. Lantaran
itu, akhirnya indikator kesejahteraan masyarakat pun, menurut dia, sulit
dicapai.
Baca berita lainnya tentang Sri Mulyani
<https://nasional.tempo.co/read/1121190/bantuan-perbaikan-rumah-rusak-gempa-lombok-diberikan-bertahap>di
/Tempo.co. /