Airlangga Hartarto: Tak Ada Duit PLTU Riau-1 di Munaslub Golkar
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Rina Widiastuti
Jumat, 31 Agustus 2018 08:08 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1122259/airlangga-hartarto-tak-ada-duit-pltu-riau-1-di-munaslub-golkar/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua
DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah
memantau hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171
daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.
Partai Golkar mengklaim target perolehan suara 56 persen dalam pilkada
serentak 2018 telah tercapai. TEMPO/Imam Sukamto
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/27/id_715074/715074_720.jpg>
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua
DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah
memantau hasil hitung cepat (/quick count/) pilkada serentak di 171
daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.
Partai Golkar mengklaim target perolehan suara 56 persen dalam pilkada
serentak 2018 telah tercapai. TEMPO/Imam Sukamto
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Ketua Umum Partai GolkarAirlangga Hartarto
<https://www.tempo.co/tag/airlangga-hartarto>berkukuh membantah adanya
aliran duit proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Riau-1 ke penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar.
“Itu tak ada hubungannya,” kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan,
Kamis, 30 Agustus 2018. “Yang dilakukan pribadi (Eni Maulani Saragih)
tak ada hubungannya dengan institusi partai.”
*Baca:Airlangga Hartarto Bantah Pernyataan Eni Saragih
<https://nasional.tempo.co/read/1122021/airlangga-hartarto-bantah-pernyataan-eni-saragih/full&view=ok>*
–– ADVERTISEMENT ––
Komisi Pemberantasan Korupsi membuka penyidikan terhadap dugaan korupsi
dalam proyek senilai Rp 12,8 triliun tersebut dengan operasi tangkap
tangan pada 13 Juli lalu. Saat itu, KPK menetapkan dua tersangka, yaitu
Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Eni Maulani Saragih,
sebagai penerima suap; dan Johannes Budisutrisno Kotjo, mantan pemegang
saham BlackGold Natural Resources Limited, sebagai pemberi suap.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih bersiap meninggalkan gedung KPK
setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Dari hasil
OTT tersebut, KPK menangkap 12 orang dan menyita Rp 500 juta. Uang itu
diduga terkait dengan tugas
Komisi VII. TEMPO/Fakhri Hermansyah.
Dalam perkembangan pemeriksaan, KPK kemudian menemukan sejumlah petunjuk
dan bukti tentang keterlibatan elite Partai Golkar. Hal ini yang
kemudian membuat mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang sekaligus
Menteri Sosial, Idrus Marham, menjadi tersangka. Belakangan, Eni mulai
membuka informasi tentang aliran uang Rp 2 miliar ke Munaslub Golkar
yang memenangkan Airlangga.
*Baca:Uang Suap PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar? Setya: Katanya Benar
<https://nasional.tempo.co/read/1121309/uang-suap-pltu-riau-i-ke-munaslub-golkar-setya-katanya-benar>*
Menurut Airlangga, ada pembagian waktu yang tak relevan antara proses
kerja sama proyek PLTU Riau-1 dan pelaksanaan Munaslub yang digelar
Desember tahun lalu. “Kenapa asyik mengganggu Partai Golkar terus?” ujar
dia.
Sebelumnya, Eni mengatakan, dia mendapat tugas mengawal proyek PLTU
Riau-1 sejak era kepemimpinan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai
Golkar. Selanjutnya, dia dikenalkan dengan Kotjo yang memasukkan anak
usaha BlackGold, PT Samantaka Batubara, ke dalam konsorsium proyek PLTU
Riau-1 yang dipimpin anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT
Pembangkitan Jawa Bali.
Dalam Munaslub, menurut Eni, dirinya sengaja dipilih sebagai bendahara
steering committee (SC) untuk membayar semua kebutuhan pelaksanaan
acara. Dia kemudian merogoh duit dari fee total proyek PLTU Riau-1 dari
Kotjo senilai Rp 4,8 miliar. “Saya hanya petugas partai,” kata Eni.
*Baca:Golkar Bantah Ada Aliran Dana PLTU Riau untuk Katering Munaslub
<https://nasional.tempo.co/read/1121522/golkar-bantah-ada-aliran-dana-pltu-riau-untuk-katering-munaslub/full&view=ok>*
Ketua Organizing Committee Munaslub Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita,
membantah pernyataan Eni. Dia mengklaim tak ada sepeser pun uang dari
Eni yang digunakan untuk pelaksanaan Munaslub. “Selaku bendahara (Eni)
tidak memberikan kontribusi,” kata dia.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan penyidik masih mendalami
semua informasi mengenai aliran duit proyek PLTU Riau-1, termasuk yang
mengalir ke Partai Golkar. Menurut dia, penyidik akan menentukan kapan
dan siapa yang akan dimintai keterangan atau masuk dalam daftar pemeriksaan.
*Baca:Eni Saragih Miliki Bukti Aliran Dana Suap PLTU Riau-1 ke Golkar
<https://nasional.tempo.co/read/1121536/eni-saragih-miliki-bukti-aliran-dana-suap-pltu-riau-1-ke-golkar>*
Di sisi lain, menurut Febri, penyidik juga akan memanggil kembali
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai saksi, terutama untuk
tersangka Idrus Marham. KPK sudah memeriksa Sofyan sebanyak dua kali.
“Tergantung kebutuhan penyidik,” kata Febri. Berdasarkan informasi yang
diperoleh/Tempo/, Sofyan diduga mengetahui dan terlibat dalam sejumlah
pertemuan—termasuk dengan elite Partai Golkar—dalam pembahasan
proyekPLTU Riau-1 <https://www.tempo.co/tag/pltu-riau-1>.
*DEWI NURITA | AJI NUGROHO | FRANSISCO ROSARIANS*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com