https://www.antaranews.com/berita/744221/nu-terima-aspirasi-warga-tolak-j
alan-sehat-neno-warisman-ahmad-dhani
NU terima aspirasi warga tolak
jalan sehat Neno Warisman-
Ahmad Dhani
Sabtu, 1 September 2018 20:33 WIB
Neno Warisman (FOTO ANTARA/Audy Alwi)
Kami tidak ingin kasus seperti di Surabaya, Lampung, dan Pekanbaru
terjadi di Kota Solo. Jika warga Solo sebagai tuan rumah menolak
kegiatan itu, bisa dibatalkan."
Solo (ANTARA News) - Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surakarta menerima
aspirasi dari sejumlah warga yang menolak kegiatan Jalan Sehat Umat
Islam 2018 yang menghadirkan Ahmad Dhani dan Neno Warisman di Lapangan
Kota Barat Solo, 9 Setember mendatang.
Pimpinan Cabang NU (PCNU) Kota Surakarta Hilmi Ahmad Sakdillah, di Solo,
Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari sejumlah warga
Solo, baik secara lisan maupun tertulis.
Mereka menilai kegiatan olahraga tersbeut bermuatan politik yang dapat
mengganggu ketenteraman di kota ini.
Beberapa spanduk bermunculan terpasang di sejumlah titik, antara lain,
di Simpang Empat Kandangsapi, SPBU Mojosongo, Jembatan Komplang, Simpang
Lima Banjarsari, depan Garasi Bus Damri, Simpang Empat Sangkrah, Pasar
Burung Depok, dan Pasar Tanggul Kampung Sewu.
Bahkan, sejumlah spanduk penolakan tersebut tidak hanya muncul dari
warga Solo sebagai tempat pelaksanaan kegiatan jalan sehat, tetapi warga
lainnya di luar kota banyak yang menyikapi penolakan kegiatan itu.
Oleh karena itu, warga NU di Solo dan sekitarnya segera menggelar rapat
koordinasi untuk menentukan sikap di Solo, Minggu (2/9).
Pihaknya tidak menginginkan suasana di Solo yang damai terusik oleh
segelintir orang yang dapat memecah belah warga.
"Kami bersikap netral dan tidak berpihak kepada siapa pun. Namun, jika
ada pihak yang mengganggu kedamaian warga Solo, perlu disikapi," kata
Hilmi Ahmad Sakdillah.
Menurut dia, dari hasil pernyataan sikap oleh PCNU Solo dan sekitarnya,
segera dikirim ke polres dan kodim, serta tembusan kepada bupati dan
Wali Kota Surakarta.
Selain itu, pihaknya juga siap membantu petugas keamanan mejaga iklim
kondusif di Solo dan sekitarnya dengan mengerahkan ribuan anggota
Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
"Kami tidak ingin kasus seperti di Surabaya, Lampung, dan Pekanbaru
terjadi di Kota Solo. Jika warga Solo sebagai tuan rumah menolak
kegiatan itu, bisa dibatalkan," katanya.
Pihaknya tidak ingin ada gesekan antarwarga di Kota Solo hanya gara-gara
acara tersebut. Dalam hal ini, aparat penegak hukum harus dapat
mengambil sikap tegas karena ini menyangkut keamanan di wilayah ini.
Kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Dewan Syariah Kota
Surakarta (DSKS) bersama umat Islam dan masyarakat ada penolakan dari
warga karena bermuatan politik.
Bahkan, kata dia, kegiatan jalan sehat tersebut juga akan disampaikan
adanya tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak
(BBM), tarif listrik, dan menurunkan sembilan bahan pokok (sembako).
*Baca juga: Elemen Bela NKRI minta Ahmad Dhani tinggalkan Surabaya
<https://www.antaranews.com/berita/741841/elemen-bela-nkri-minta-ahmad-dhani-tinggalkan-surabaya>
Baca juga: Aksi "#2019GantiPresiden" dinilai demokrasi kebablasan
<https://www.antaranews.com/berita/741944/aksi-2019gantipresiden-dinilai-demokrasi-kebablasan>
Baca juga: Gerakan #2019GantiPresiden tak miliki kekuatan pendobrak
<https://www.antaranews.com/berita/744167/gerakan-2019gantipresiden-tak-miliki-kekuatan-pendobrak>*
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018