http://mediaindonesia.com/read/detail/182058-menteri-siti-ingatkan-sda-punya-risiko-
kepunahan-tinggi
/*Menteri Siti Ingatkan SDA Punya Risiko
*/
/*Kepunahan Tinggi*/
Penulis: *Sri Utami* Pada: Sabtu, 01 Sep 2018, 20:50 WIB Humaniora
<http://mediaindonesia.com/humaniora>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/182058-menteri-siti-ingatkan-sda-punya-risiko-kepunahan-tinggi>
<http://twitter.com/home/?status=Menteri%20Siti%20Ingatkan%20SDA%20Punya%20Risiko%20Kepunahan%20Tinggi%20http://mediaindonesia.com/read/detail/182058-menteri-siti-ingatkan-sda-punya-risiko-kepunahan-tinggi%20via%20@mediaindonesia>
Menteri Siti Ingatkan SDA Punya Risiko Kepunahan Tinggi
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/09/7dcfd831070779011990611bb91efa98.jpg>
/ANTARA/Muhammad Adimaja/
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengingatkan kembali
pentingnya menjaga sumber daya alam Indonesia. Hal itu ia tegaskan saat
peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam
Batu Putih, Sulawesi Utara, Kamis (30/8).
Ia menerangkan, selain dikenal sebagai megabiodiversity country atau
negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, Indonesia juga
dikenal sebagai biodiversity hotspot.
"Negara ini memiliki keanekaragaman hayati tinggi, tapi sekaligus
menghadapi keterancaman atas kepunahannya juga tinggi," ujarnya.
Berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Indonesia
terdapat sekitar 720 jenis mamalia atau 13% dari jumlah jenis dunia,
1.605 jenis burung atau16% jumlah jenis dunia, 723 jenis reptilia, 1.900
jenis kupu-kupu serta 1.248 jenis ikan air tawar dan 3.476 jenis ikan
air laut.
Jumlah tersebut, kata Menteri Siti belum termasuk jenis-jenis
invertebrata seperti udang, kepiting, laba-laba, dan serangga lainnya.
Demikian pula dengan keragaman budaya yang sangat kaya dan unik di
setiap kelompok masyarakat yang tersebar di ribuan pulau di Tanah Air.
"Potret saat ini sebetulnya tidak begitu menggembirakan," imbuhnya.
Dengan dasar itu pula, dalam peringatan HKAN kali ini, Yaki (Macaca
Nigra) menjadi simbol. Hal itu disebabkan tingginya aksi perburuan liar
dan hilangnya habitat populasi satwa endemik Sulawesi Utara tersebut.
Aksi perbutuan ini menyebabkan populasi Yaki menurun hingga 80% hanya
dalam kurun waktu 30 tahun.
Tidak hanya Yaki, masih banyak jenis satwa lainnya yang bernasib sama.
Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa itu diperbolehkan oleh manusia
apabila jumlah populasi di alam telah aman, statusnya tidak dilindungi
dan telah dapat dikembangbiakkan sehingga pemanfaatannya tidak mengambil
langsung dari alam.
"Memanfaatkan sumber daya alam untuk kehidupan tetapi tetap menjaganya
dari kerusakan dan kepunahan, adalah prinsip dasar dari kearifan
tradisional sebagai pembentuk budaya lokal di seluruh Tanah Air," tegasnya.
Selanjutnya tantangannya yang dihadapi yakni menyinergikan dan
menyeimbangkan antara tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu pilar
ekonomi, pilar ekologi, dan pilar sosial, budaya.
"Karenanya, salah satu upaya menjaganya dengan menjadikan konservasi
alam sebagai kerja kolektif dan sikap hidup, serta budaya bangsa," ucapnya.
Di saat yang sama Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin
Nasution mengatakan Indonesia menganut konsep pembangunan berkelanjutan,
yang mengupayakan adanya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial
dan lingkungan.
"Artinya bahwa kegiatan pembangunan yang dilakukan harus tetap
mempertimbangkan aspek konservasi sumber daya alam yang digunakan, agar
tetap lestari sehingga tetap berfungsi dan bermanfaat bagi generasi yang
akan datang," ujarnya. (X-12)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/182058-menteri-siti-ingatkan-sda-punya-risiko-kepunahan-tinggi>
<http://twitter.com/home/?status=Menteri%20Siti%20Ingatkan%20SDA%20Punya%20Risiko%20Kepunahan%20Tinggi%20http://mediaindonesia.com/read/detail/182058-menteri-siti-ingatkan-sda-punya-risiko-kepunahan-tinggi%20via%20@mediaindonesia>