*Cendekiawan Kenya:
*
*Peningkatan Hubungan Bilateral Adalah Pilihan Independen Rakyat
Tiongkok dan Afrika*
2018-09-05 10:35:48
http://indonesian.cri.cn/20180905/dce9aad6-54f9-1ff9-c4c0-974284c2559c.html
KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika digelar di Beijing pada 3-4
September. Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan.
Dalam pidatonya Xi Jinping menekankan perlunya Tiongkok dan Afrika
bergandengan tangan untuk membina Komunitas Senasib Sepenanggungan dan
secara sebaik-baiknya melaksanakan “Delapan Aksi” yang antara lain
berfokus pada pemberdayaan industri, konektivitas infrastruktur,
fasilitasi perdagangan, pembangunan hijau berkelanjutan, pemberdayaan
kemampuan, kesehatan, pertukaran humaniora serta perdamaian dan
keamanan. Forum tersebut beserta hasil-hasil yang dicapai dalam KTT
Beijing telah menarik perhatian luas kalangan cendekiawan Kenya. Mereka
menyatakan bahwa peningkatan hubungan Tiongkok dan Afrika merupakan
pilihan independen rakyat Tiongkok dan Afrika.
Profesor Patrick Maluki dari University of Nairobi sempat diwawancarai
wartawan CRI pada hari Selasa kemarin (4/9). Ia memberikan penilaian
tinggi terhadap KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika. Ia
berpendapat bahwa KTT Beijing telah menyediakan peluang emas bagi
peningkatan hubungan Tiongkok dan Afrika.
Ia mengatakan, KTT Beijing akan menguntungkan kedua pihak Tiongkok dan
Afrika. Tindakan-tindakan Tiongkok akan memberikan manfaat kepada
Afrika, yang berarti penting bagi negara-negara Afrika. Sementara itu,
KTT Beijing juga menyatakan bahwa Tiongkok memperlakukan negara-negara
Afrika sebagai sahabat, dan merupakan sahabat sejati bagi Afrika. Kami
sudah menyaksikan berbagai kerja sama Tiongkok dan Afrika di bidang
ekonomi, perdagangan, pendidikan serta sosial dan pembangunan. KTT
Beijing telah menyediakan wadah kondusif bagi peningkatan hubungan
Afrika-Tiongkok serta peningkatan kesepahaman dan kepercayaan antara
kedua pihak.
Patrick Maluki menyatakan tertarik oleh rencana terkait peningkatan
pemberdayaan kemampuan Afrika yang tercantum dalam “Delapan Aksi” yang
diprakarsai oleh Presiden Xi Jinping. Presiden Xi menyatakan, Tiongkok
akan terus mengirim ahli pertanian ke negara-negara Afrika, melanjutkan
proyek-proyek bantuan pertanian dan mendirikan pusat pelatihan di Afrika
untuk menyediakan latihan keterampilan profesi kepada para pemuda
Afrika. Patrick menyebutkan tindakan-tindakan tersebut akan memberikan
daya hidup bagi perkembangan Afrika pada masa depan.
Ia mengatakan, cara demikian akan menambah lowongan kerja di Afrika,
khususnya meningkatkan penempatan tenaga kerja kalangan pemuda. Sekarang
kelangkaan pangan masih sangat mengganggu negara-negara Afrika. Tiongkok
bisa membantu negara-negara Afrika mengembangkan pertanian dan
meningkatkan produksi pangan. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan
Tiongkok kepada Afrika untuk mengatasi kekurangannya. Program kerja sama
yang sudah dirampungkan atau sedang direncanakan kedua pihak bersifat
prospektif.
Dalam beberapa tahun terakhir, volume perdagangan Tiongkok-Afrika terus
meningkat. Untuk meningkatkan perdagangan kedua pihak, Presiden Xi
mengajukan aksi fasilitasi perdagangan yang berorientasi pada Afrika.
Tiongkok akan memperluas impor produk yang tidak berbasis sumber daya
alam dari Afrika. Patrick penuh harapan terhadap Ekspo Impor
Internasional atau China International Import Expo (CIIE) yang akan
diadakan pada November mendatang.
Patrick berpendapat bahwa kekurangan dana adalah salah satu kesulitan
yang menghalangi perkembangan negara-negara Afrika. Presiden Tiongkok Xi
Jinping dalam KTT Beijing menyatakan, Tiongkok akan menyediakan dukungan
sebesar US$ 60 miliar kepada Afrika dalam bentuk bantuan pemerintah
serta pendanaan oleh lembaga moneter dan perusahaan. Patrick berpendapat
bahwa bantuan tersebut akan membantu Afrika mengatasi kesulitan dalam
proses perkembangan.
Ia menekankan, rakyat Afrika memiliki kecerdasan dan hak untuk secara
independen memilih jalan pembangunan. Tiongkok dan Afrika akan memilih
cara kerja samanya untuk membina masa depan bersama.
Patrick menyatakan, dukungan dana yang disediakan Tiongkok kepada Afrika
dapat mendorong perkembangan ekonomi dan perdagangan kedua pihak,
mengurangi rintangan perdagangan, apa lagi volume perdagangan kedua
pihak telah mengalami pertumbuhan besar-besaran dalam beberapa tahun
terakhir. Negara-negara Afrika adalah bebas dan independen, mereka
paling memahami keadaan negerinya masing-masing, dan mampu melakukan
mitigasi risiko hutang. Jika negara-negara Afrika menghadapi krisis
hutang, maka mereka akan mengungkapkannya diri sendiri. Tindakan dari
pihak ketiga yang mencampuri perkembangan bebas hubungan Afrika-Tiongkok
adalah salah.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com