https://www.antaranews.com/berita/745352/indonesia-bangun-laboratorium-
standar-nasional-xsatu-ukuran
Indonesia bangun laboratorium
standar nasional xsatu ukuran
Rabu, 5 September 2018 18:26 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (tengah)
melihat hasil kegiatan dan lokakarya Kuliah Kerja Nyata Tematik 2018
Universitas Buana Perjuangan, Karawang, Jawa Barat, Senin (03/09/2018).
(ANTARA/ Martha Herlinawati Simanjuntak)
Ketersediaan alat ukur dan kemampuan menggunakannya sangatlah esensial
bagi para ilmuwan untuk merekam hasil penelitian mereka secara objektif,
Jakarta, (ANTARA News) - Menteri Negara Riset, Teknologi, dan Perguruan
Tinggi Mohamad Nasir bersama Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN)
Bambang Prasetya melakukan pemancangan tiang pertama gedung laboratorium
Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN di Komplek Puspiptek,
Tangerang Selatan.
Nasir dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan
bahwa SNSU harus menjadi referensi Standarisasi Nasional mengingat ini
menjadi sangat penting supaya produk Indonesia mendapat Standar Nasional.
"Pembangunan laboratorium SNSU harus menjadikan satuan barometer. Mudah
mudahan akan menjadi baik dan bisa bersaing dengan negara lain," katanya.
Nasir berharap dengan dibangunnya Laboratorium SNSU akan menjadi pusat
ukuran di Indonesia dan memberi manfaat yang besar bagi perkembangan
SNSU di Indonesia.
Pembangunan gedung ini sebagai bagian implementasi amanah Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.
"Dengan selesainya gedung laboratorium SNSU ini diharapkan dapat
dimanfaatkan di seluruh sektor tidak perlu lagi ke luar negeri," ujar Nasir.
Sementara itu Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan Pembangunan Gedung
SNSU sangat penting artinya bagi perkembangan SNSU Indonesia.
"SNSU menjadi standar dengan ketelitian tertinggi di suatu negara yang
menjadi acuan ketertelusuran ke Sistem Satuan Internasional (SI) bagi
hasil pengukuran yang dilakukan di negara tersebut. Fungsi tersebut
menempatkan SNSU pada posisi sentral dalam sistem metrologi nasional,"
kata Bambang.
Ia juga mengatakan level akreditasi harus punya satuan ukur, terlebih
laboratorium ini akan mendukung Kementerian Kesehatan. Ini pentingnya
laboratorium ini dibangun untuk kesehatan, karena kesehatan menjadi penting.
Metrologi merupakan suatu komponen --bersama dengan komponen
standardisasi dan penilaian kesesuaian--membentuk infrastruktur mutu
nasional. Apalagi, dunia ilmu pengetahuan sangat bergantung pada pengukuran.
Sepertinya halnya para geolog mengukur kekuatan gelombang kejut ketika
terjadi gempa bumi. Para astronom dengan seksama mengukur cahaya lemah
yang dipancarkan sebuah bintang untuk mengetahui umurnya.
Para fisikawan yang mempelajari partikel elementer harus mengukur waktu
dalam orde seperjuta sekon untuk memastikan adanya partikel yang sangat
kecil.
"Ketersediaan alat ukur dan kemampuan menggunakannya sangatlah esensial
bagi para ilmuwan untuk merekam hasil penelitian mereka secara
objektif," ujar Bambang.
Oleh karena itu --mengingat kontribusinya yang berdampak luas pada mutu
kehidupan masyarakat-- keberadaan dan pengelolaan SNSU menjadi
tanggungjawab pemerintah. Seperti negara-negara modern lain, Indonesia
telah memiliki SNSU yang dikelola dan dimanfaatkan oleh para pemangku
kepentingan.*
*Baca juga: Menristek usulkan badan riset nasional ke Presiden
<https://www.antaranews.com/berita/744730/menristek-usulkan-badan-riset-nasional-ke-presiden>
Baca juga: Menristekdikti: negara maju karena inovasi
<https://www.antaranews.com/berita/735101/menristekdikti-negara-maju-karena-inovasi>*
Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018