Bagaimana sebenarnya rezim Jokowi dan PDIP memahami arti demokrasi, kok sejak 2012 perbedaan selalu mereka pandang sebagai permusuhan.
- Refly HarunDicopot sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga IHSANUDDIN Kompas.com -06/09/2018, 11:14 WIB JAKARTA,KOMPAS.com — Pakar hukum tata negara Refly Harun dicopot dari posisi KomisarisUtama PT Jasa Marga. Pencopotan Refly Harun dari Komisaris Utama Jasa Marga dilakukan usai Rapat Umum PemegangSaham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga, Rabu (5/9/2018), di Hotel Bidakara,Jakarta. Refly Harunmengaku tidak tahu apakah pencopotannya dari posisi Komisaris Utama PT JasaMarga ini terkait sikapnya sebagai akademisi yang terkadang kerap mengkritikpemerintahan Jokowi. Ia hanyadiberitahu oleh jajaran direksi bahwa pencopotannya tersebut karena ada sosoklain yang harus masuk, yakni Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode2014-2017 Sapto Amal Damandari. "Sayahanya diberikan alasan ada orang yang akan mengisi jabatan itu, mantan WakilKetua BPK. Sisanya saya tidak tahu," kata Refly kepada Kompas.com, Kamis(6/9/2018). Reflymengakui, meski sudah diberi jabatan sebagai komisaris utama PT Jasa Margasejak 2015 lalu, ia tetap kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Terbaru,saat Idrus Marham mengundurkan diri sebagai menteri sosial karena menjaditersangka KPK 24 Agustus lalu, Refly menulis status bernada menyentil diTwitter. "Calonmenteri hrsnya di-screening dg bantuan KPK utk meliat potensi korupsinya. Diawal, Jokowi melakukan ini, tp syg tdk prnh lagi ktk reshuffle dilakukan. Ayo,kerja-kerja dan bersih-bersih diduetkan!" tulis Refly. Reflymengatakan, sejak awal ditawari jabatan sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga,ia memang sudah mewanti-wanti Menteri BUMN Rini Soemarno bahwa ia tetap akankritis terhadap pemerintahan. "Sayakatakan, saya akan tetap apa adanya. Kalau pemerintah salah, saya kritik. Sayatetap berusaha netral. Sebagai akademisi hukum tata negara, saya punyakewajiban akademik untuk menyampaikan pendapat ke publik," kata Refly. Terlepasdari kritiknya ke pemerintah, menurut Refly, selama tiga tahun terakhirmenjabat Komisaris Utama BUMN, ia sudah bekerja maksimal. Ia bahkanmundur dari staf khusus Menteri Sekretaris Negara agar bisa fokus padatugasnya. Sebagai pengacara,Refly juga memilah-milah kasus yang akan ia ambil sehingga tidak terjadikonflik kepentingan. Ia inginmembuktikan bahwa sudah sepatutnya komisaris BUMN diisi oleh sosok yang netraldan serius dalam bekerja. "Kalaukita diangkat jadi komisaris justru jadi timses, nanti khawatir tepat tuduhanorang, kalau jadi komisaris itu hanya sekadar duduk, diam, dapat duit, dan bagibagi jabatan," ujarnya. Penulis : IhsanuddinEditor : Sandro Gatra
