Jokowi Minta Masalah Defisit Transaksi Berjalan Selesai Tahun Ini
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 5 September 2018 13:36 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) memberikan hormat saat memimpin
apel siaga NTB Bangun Kembali di lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok
Barat, NTB, Senin, 3 September 2018. Sebanyak 125 ribu unit rumah warga
terdampak gempa Lombok dan Sumbawa ditargetkan selesai selama enam
bulan. ANTARA/Ahmad SubaidiPresiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri)
memberikan hormat saat memimpin apel siaga NTB Bangun Kembali di
lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 3 September
2018. Sebanyak 125 ribu unit rumah warga terdampak gempa Lombok dan
Sumbawa ditargetkan selesai selama enam bulan. ANTARA/Ahmad Subaidi
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Presiden Joko Widodo atauJokowi
<https://bisnis.tempo.co/read/1123444/kebijakan-ekonomi-jokowi-diragukan-darmin-bencana-banget-pandangannya> memastikan
pemerintah telah bergerak cepat dalam memperbaiki fundamental ekonomi
guna menahan pelemahan rupiah dari kejatuhan lebih dalam. Ia mengaku
sudah menginstruksikan kepada para menterinya untuk meningkatkan
koordinasi baik di sektor fiskal, moneter, dan industri termasuk
pelaku-pelaku usaha.
*Baca: *Rupiah Jeblok, Jokowi: Karena Faktor Eksternal Bertubi-tubi
<https://bisnis.tempo.co/read/1123746/rupiah-jeblok-jokowi-karena-faktor-eksternal-bertubi-tubi>
–– ADVERTISEMENT ––
Jokowi menyebutkan koordinasi yang kuat menjadi kunci utama agar semua
program bisa berjalan secara sinergis. "Target saya sudah saya berikan
kepada menteri-menteri agar dalam satu tahun ini betul-betul ada
perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," ujarnya sesuai
melepas ekspor Toyota 1.879 unit CBU di Tanjung Priok Car Terminal,
Rabu, 5 September 2018.
Soal pelemahan nilai tukar rupiah, Jokowi mengemukakan pelemahan nilai
tukar terhadap dolar AS dialami hampir semua negara berkembang. Sejumlah
faktor mulai dari perang dagang AS-China, krisis di beberapa negara
berkembang (Argentina, Turki, Venezuela, dan Afrika Selatan), dan
normalisasi moneter di AS.
"Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati.
Kuncinya memang hanya ada dua, yaitu investasi yang harus terus
meningkat dan ekspor yang juga harus meningkat sehingga kita bisa
menyelesaikan defisit transaksi berjalan," kata Jokowi.
*Baca: *Jokowi Kembali Panggil Menteri Ekonomi Bahas Pelemahan Rupiah
<https://bisnis.tempo.co/read/1123491/jokowi-kembali-panggil-menteri-ekonomi-bahas-pelemahan-rupiah>
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meredam
penurunan rupiah. Beberapa langkah itu antara lain implementasi
biodiesel, menaikkan pajak penghasilan barang impor, menunda beberapa
proyek yang memiliki kandungan impor tinggi, serta meningkatkan Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek-proyek pemerintah.
"Kalau kita bisa memakai semuanya komponen dalam negeri, akan ada
penghematan kurang lebih US$ 2 miliar-US $3 miliar," ucapJokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi>.
*BISNIS*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com