Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Meleset Karena Impor
Reporter:
Kartika Anggraeni
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Jumat, 14 September 2018 09:04 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat mengunjungi Museum Macan.
Instagram.comMenteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat mengunjungi
Museum Macan. Instagram.com
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Menteri KeuanganSri
Mulyani<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>memproyeksikan pertumbuhan
ekonomi pada tahun 2019 sebesar 5,3 persen. Namun, ia menjelaskan masih
ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari target karena
adanya risiko yang merugikan atau downside risk. Risiko tersebut antara
lain menurunnya impor akibat tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS.
*Baca: *Pajak Disesuaikan, Sri Mulyani: Harga Barang Impor Naik 20
Persen
<https://bisnis.tempo.co/read/1124150/pajak-disesuaikan-sri-mulyani-harga-barang-impor-naik-20-persen>
"'Downside risks'-nya adalah kemungkinan 'growth' bisa meleset ke 5,15
persen karena impor makin melemah akibat depresiasi rupiah. Investasi
dan konsumsi akan terpengaruh. Kalau itu terjadi, ekonomi turun ke 5,15
persen," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Kamis, 13 September 2018.
Sri Mulyani mengatakan downside risk tersebut terjadi karena dipengaruhi
impor. Ia berharap dengan impor yang rendah akan mendongkrak ekspor.
"Jadi harusnya growthnya momentumnya cukup positif namun kita harus
waspada dari sisi growth investasi yang selama ini diharapkan tumbuh di
atas 7 persen," ujarnya.
Namun, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen masih
realistis melihat adanyak gejolak eksternal. "Angka 5,3 persen tidak
terlepas dari situasi yang bisa pengaruhi kondisi domestik perekonomian
Indonesia yang dipengaruhi global," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2018
sebesar 5,27 persen. Pertumbuhan ekonomi ini di atas yang kami
perkirakan kami 5,16 persen kan kuartal II, ini malah 5,27 persen jadi
itu bagus," ujar Sri Mulyani di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta,
Senin 6 Agustus 2018.
Sri
Mulyani<https://bisnis.tempo.co/read/1126215/sri-mulyani-minta-asean-bantu-negara-anggota-yang-sulit-bersaing>berujar
pertumbuhan ekonomi itu bisa melebihi prediksi lantaran kuatnya konsumsi
pada triwulan II 2018. Pertumbuhan konsumsi pada periode itu mencapai
5,14 persen.
KARTIKA ANGGRAENI | CAESAR AKBAR
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com